Ada 3 sahabat dari 3 kota bertanya
kepada saya, apakah Millionaire Mindset ada rencana diadakan di daerah
lain? Ketiganya bertanya dari 3 daerah berbeda, satu di batam, satu di
samarinda, satu di Surabaya. Kepada ketiganya saya menjawab
pertanyaan tersebut dengan hal yang sama. Sesungguhnya sejak pertama
kami tidak berencana mengadakan workshop ini. Workshop ini sulit di
selengarakan, berat dilaksanakan, perlu persiapan yang panjang, dan
mahal.
Saya memerlukan perenungan lama sekali. Sama seperti
seorang penyanyi, katakanlah krisdayanti atau Raisa. Sebelum konser
akbar mereka bisa 6 bulan melakukan persiapan. Bahkan 1 bulan terakhir
bisa tiap hari latihannya. Hal ini juga sama, dalam memenuhi panggilan
menyanyi dalam acara dinner party, corporate gathering, para penyanyi
seperti raisa ini tidakmemerlukan latihan lama. Sudah ada bank lagu nya,
hanya paling di pikirkan penampilan busana dan lagu apa yang mau
dibawakan.
Sedangkan dalam tour atau konser besar, hal itu
berbeda. Dalam workshop MM boot camp ini mirip konser akbar. Detailnya
banyak sekali. Kerena itu harus di “boardingkan” waktunya jadi flexible
karena point nya adalah mendapatkan kualitas manfaat. Bukan kuantitas
jumlah.
Bagi peserta yang saat ini akan mengikuti terdaftar 81
sahabat bergabung, panitia menyediakan 100 sarana. Jadi masih tersedia
19 tempat lagi untuk anda. Dan kali ini saya yang mengajukan permohonan,
siapapun yang akan berbagung atau sudah terdaftar, saya harap ada 3 hal
yang akan dilakukan kelak.
Mau belajar, mau di ajar dan mau
mengajar. Mau mengajar yang terakhir adalah membagikan ilmu ini karena
saya sudah terfikir, menyambung pertanyaan 3 sahabat di awal tulisan.
Ada baiknya ilmu ini di kembangkan oleh teman-teman yang mengikuti
workshop ini. Bisa jadi dan kemungkinan ini adalah konser tour finale,
terakhir bagi saya. rasanya saya tidak berencana atau membuat rencana
mengadakan lagi workshop seperti ini. Sungguh berat, melelahkan, selama 3
minggu ini saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan rutin saya.
Menata setiap detail acara, menghormati sahabat yang sudah meluangkan
waktu meninggalkan keluarga, meluangkan tenaga mereka, meluangkan dan
mengorbankan banyak hal. Kami harus mendeliver beyond promise, dan itu
tidak gampang. Sulit menjelaskannya dalam tulisan, bahkan dalam gambar,
karena ini masalah rasa. Seorang koki berpredikat chef Michelin pasti
akan beda menyajikan makanan yang sama diatas meja di banding dengan
juru masak, walaupun keduanya memasak masakan yang sama, katakanlah nasi
goreng. Dari sisi ingredient pemilihan bahan yang organic, yang segar,
yang cukup umur, hinga cara masak atau cooking method panas api, bumbu
apa yang kebih dulu, hingga presentasi makanan tersebut di hidangkan.
Unsur sehat, enak, enak dilihat dan banyak sudut lain seperti chef nya
menyerahkan sendiri makanan tersebut dan menceritakan apa yang dia
lakukan untuk anda yang emnikmati sehingga memberi efek psikologis yang
berdampak pada perubahan enzim dimulut denganmemberikan entrée food
pembuka sehingga begitu main course masuk kemulut anda, dikunyah dan
meleati tenggokan anda, semuanya world class experience. Itulah chev
Michelin standar.
Begitu juga dalam boot camp ini, rincikan
acara, konten isi, apa yang peserta akan dapati, efek apa yang peserta
akan rasakan, semua di design dari awal, di reherse diulang-ulang kami
instruktur melakukan pelatihan. Puluhan kali kami rubah, tambah,
kurangi, ganti, sehingga rasa yang akan di capai, efek yang akan di
dapat, perubahan yang akan di miliki semua di racang rinci dari awal.
Tidak ada yang tidak dirancang, bahkan anda nanti bertanya apa, dan apa
yang akan di jawab sudah disiapkan.
Ilustrasinya begini, ada
sebuah film di bioskop baru baru ini saya tonton, judulnya Focus. Dalam
film ini demi memprogram seseorang agar bertaruh danmau bertaruh bersar
untuk sesuatu yang tidak masuk di akal. Mereka melakukan setting jauh
hari dan di area luas.
Di tawari hal yang tidak masuk akal, yaitu..seorang petaruh di suruh memilih angka , any number. Yang nanti dia kan menebaknya.
Ini khan hal gila, bagaimana orang bisa menebak isi kepala kita?
Pastilah sang petaruh mau, kita aja pasti mau, karena yakin mereka tidak
bisa menebaknya.
Maka, sang petaruh di arahkan kepada pemain
football dan di suruh memilih. Hal ini adalah tekhnik chunking biasa,
otak mulai di folder dan di arahkan. Sang petaruh mencari nomor dari
nomor punggung pemain football. Walaupun banyak angka bertebaran namun
nomor punggung pemain lebih mudah di lihatnya. Dengan binocular teropong
di aterus mencari dan sampailah dia pada sbuah angka yang dikuncinya.
Ya, saya sudah punya nomor.
Maka mereka disuruh menebak.
Dijawab, 44!
Dan ternyata tepat!
Dia heran, kita pun heran mengapa dia bisa mengetahui angka 44 tersebut?!
Dalam cerita itu, penebak menang taruhan. Ternyata mereka adalah team
yang telah memprogram data 44 di kepala petaruh tersebut jauh-jauh. Di
sepanjang perjalanan dia menuju tempat taruhan, angka 44 telah di taruh
di taxi, di telfon umum, di baju peserta pawai, masuk hotel semua
oranmen tulisan angka adalah 44, naik liff, hingga diruangan tempat dia
berada secara langsung dan tidaklangsung ada angka 44. Dia tidak sadar,
namun bawah sadarnya merekam.
Sehingga ketika dia melihat banyak
orang pemain football dari mulai pemain di lapangan dan cadangan
bertebaran, maka dia tertarik dengan angka 44 di punggung salah satu
pemain, yang memang sudah di siapkan untuk dilihat. Itulah settingan
acara seperti para mind twister atau mind freak lakukan dalam acara
show magic pertunjukan sulap modern. Alat di panggung sedikit namun dia
bisa menebak nama dalam KTP, nomor kredit card anda, menebah nama tengah
ibu anda semua hal milik pribadi milik penonton. Anda akan ternganga
mengapa kok bisa. Namun itu kerja team, mulai dari pick pocket yang akan
mengambil dompet anda dan mengembalikan, hingga banyak hal lainnya yang
telah di siapkan sebelum acara.
Begitu juga boot camp ini.
Demikian rinci dan detail. Demi sebuah persembahan saya dan panitia mau
melaukan ini untuk anda. Namun jika di tanya kapan akan di adakan lagi,
saya sulit menjawabnya. Yang jelas yang pasti yang kali ini saja, kita
focus dengan yang sudah di canangkan saja, buat sesempurna mungkin,
selebihnya belum ada janji.
Oleh karena itu, saya mohon, jika
anda para trainer, motivator, penulis, coaching, mentor, pengajar, guru,
mohon menyempatkan ikut dalam sesi ini. Saya boleh garansi, puluhan
workshop anda ikuti, pasti belum pernah yang seperti ini. Bahkan panitia
berani mengembalikan investasi anda, kalau anda pernah mendapatkan hal
seperti ini. Baik secara konten isi, ataupun rasa yang akan anda
dapatkan ataupun cara penyajian. # may peace be upon us
Rabu, 28 Oktober 2015
lanjutan 20 cara “ Saya pernah merasakan semua kepahitan didunia ini, yang paling pahit adalah BERHARAP kepada manusia”
Kita lanjutakan setelah anda menulis 20 cara, yang menurut anda bisa
anda lakukan untuk menaikan 4 kali lipat pendapatan di tahun depan ini.
Pertanyaan berikutnya adalah apa kah sulit mencari 20 cara tersebut,
apakah anda bahkan hanya bisa lancar dalam menuliskan cara tersebut
yaitu hanya di 7 langkah pertama dan setelah itu menjadi lambat dan
sangat lambat, bahkan tidak keluar apapun caranya?
Tidak apa-apa, karena itulah hal yang sebenarnya dan seharusnya terjadi.
Logikanya begini, dalam teknik interogasi ada sebuah pertanyaan pengulangan yang terpola, misalnya..kemana anda minggu malam jam 10? Kemana anda malam senin? Kemana anda biasanya kalau keluar malam di atas jam 9? Apakah anda biasa keluar di minggu malam? Maka kalau seseroang itu merekayasa jawaban maka jawabanya menjadi tidak konsisten alias mengarang bebas. Namun kalau memang kejadian benar ditanya dari berbagai sudut maka tetap bentuk jawabbnya sama.
Pertanyaan 20 cara tadi dalam mencari kemakmuran 4 kali lipat di tahun depan membuat jawaban awal adalah jawaban cepat sekenanya, sekeluarnya isi pikiran, dan itu tidak salah, sekali lagi itu seharusnya dan itu benar.
Begitu pertanyaan 7 keatas, maka otak pikiran sadar mulai mandek kehabisan data. Lalu anda mulai menggali kesisi dalam anda,” inward looking”, inilah sisi menarik karena perjalanan kedalam diri sebenarnya menuju ketidak terhinggaan. Perjalanan pikiran menuju hati adalah perjalanan trancendetal.
Sekali lagi ini bukan pembicaraan dipermukaan, logika anda dengan logika anda. Memasuki ruang hati menjadi lain, karena terkarang jawabnya diluar logika. Saya buat sederhana.
Hati manusia memiliki radar yang dikenal dengan medan morphogenetic filed ( di chapter lain saya akan menjelaskannya). Ini adalah dawai hati. Senar hati. Dawai ini akan berdenting jika hati manusia di titik gelombang yang sama.
Dawai ini nyambung dengan kitab kehidupan, yang maha pintar sebagai inti semesta. Dengan inward looking anda mencari dan berdialog kedalam, berulang-ulang anda akan menemukan keajaiban. Jawaban yang diluar logika, jawaban yang super creative keluar dari kepala anda. Ada yuang menyebutnya ilham, ada yang meybutnya ide, ada yang menyebutnya wahyu, ada yang emnyubutnya masterpiece. Moggo, itu hanya terminology.
Namun yang saya ingin angkat disini adalah, melakukan” inward looking” terhadap 20 cara mencapai kemamuran 4 kali lipat di tahun hadapan.
Jika anda dengan berat belum menemukan 20 cara, sekarang lakukan, pikiran atas sadar anda sebagai interrogator, kepada pikiran bawah sadar anda. Apa cara lain lagi? Apa cara lain lagi? Selagi pikiran sadar melakukan inward looking..terus tekan dia dengan pertanya apa cara lain? Apa cara lain mendapatkan income 4 kali lipat di tahun depan? Apa cara lain? Terus ulang-ulangi. Cara menekan ini membantu untuk pikiran bawah sadar anda “ marah”, “tertekan”, “memaksa keluar dari kotak”, sehingga pikiran bawah sadar tersebut lapar, ngamuk.
Bagi sagabat yang sudah mengerjakan 20 cara sebelum membaca tulisan ini, mohon mereview lagi pertanyaan dan baca jawaban anda, apakah sudah melakukan perenungan inward looking atau hanya sekedar spontanitas? Kalao ternyata data base anda luas, 20 cara tersebut keluar “naturally” alami dengan cepat. Itu bagus, sangat bagus data base pikran anda sangat luas, namun izinkan saya melakukan pertanyaan satu kali lagi, bisakah anda menuliskan 10 cara tambahan lagi agar menjadi 30 cara mencapai kemakmuran 4 kali lipat tahun depan ini?
Ada pertanyaan mungkin dari sahabat pikiran atas sadar, pikiran bawah sadar itu pa sih sederhananya? Terangin ke anak kelas 5 SD deh?. Begini kira-kira..bayangkan anda sekarang sedang duduk di manapun, dikafe, dirumah, di kantor, di bus, dimanapun. Lalu disebelah anda ada tergelatak 2 buah handphone baru, masih ada plastiknya. And atahu sekali hanphonme baru itu. Yang satu iphone 6, yang satu Samsung galaxy note!
Lalu anda bertanya, ini hape siapa ya? Rasanya tadi ngak ada orang kemari? Tadi waktu duduk ngak lihat apa-apa? apa tadi pas baca ada yang lewat? Ambil ngak ya? Percayakah anda ada puluhan bahkan ratusan pertanyaan keluar dari pikiran anda, dan luar biasanya anda merasda ada yang menjawab loh?! Ambil deh, lapor satpam, simpen dulu, apapun itu…ada berDIALOG?!..anda heran dengan fenomena ini, anda seperti dua orang dalam 1 badan, bahkan satu positif satu negative bisa berlawana 180 derajat.
Dalam dunia psikologi yang para sahabat semua sudah tahu itulah biasa disebut pikiran atas sadar – “conscious” dan bawah sadar “sub-conscious” sedang bicara. Dalam sub conscious ada ego dan value, dalam bawah sadar – NETRAL.
Jadi dalam memancing pkiran terdalam atau superconscious keluar dari sarangnya, anda harus dengan suka rela membongkar dengan pengulangan.
Sekarang perhatikan 20 cara minimum loh atau ada yang 30 cara melipat 4 kan quadruple income anda dalam tulisan anda. Perhatikan mana menurut anda yang paling possible paling mungkin anda kerjakan. Dan ingat anda harus memilih. Itu keluar dari dawai pusat semesta , percayalah, inilah istikhoro itu, inilah perenungan terdalam itu, sudah hadir di hadapan anda. Dan anda tinggal memilih mana yang paling nyaman anda kerjakan sekarang, yang paling “visible” dan “workable” anda lakukan sekarang.
Percayalah, dan jalankan sekarang. Ingat, anda sekarang adalah apa yang anda kerjakan kemarin, anda nanti adalah apa yang anda kerjakan SEKARANG. # May peace be upon us
Tidak apa-apa, karena itulah hal yang sebenarnya dan seharusnya terjadi.
Logikanya begini, dalam teknik interogasi ada sebuah pertanyaan pengulangan yang terpola, misalnya..kemana anda minggu malam jam 10? Kemana anda malam senin? Kemana anda biasanya kalau keluar malam di atas jam 9? Apakah anda biasa keluar di minggu malam? Maka kalau seseroang itu merekayasa jawaban maka jawabanya menjadi tidak konsisten alias mengarang bebas. Namun kalau memang kejadian benar ditanya dari berbagai sudut maka tetap bentuk jawabbnya sama.
Pertanyaan 20 cara tadi dalam mencari kemakmuran 4 kali lipat di tahun depan membuat jawaban awal adalah jawaban cepat sekenanya, sekeluarnya isi pikiran, dan itu tidak salah, sekali lagi itu seharusnya dan itu benar.
Begitu pertanyaan 7 keatas, maka otak pikiran sadar mulai mandek kehabisan data. Lalu anda mulai menggali kesisi dalam anda,” inward looking”, inilah sisi menarik karena perjalanan kedalam diri sebenarnya menuju ketidak terhinggaan. Perjalanan pikiran menuju hati adalah perjalanan trancendetal.
Sekali lagi ini bukan pembicaraan dipermukaan, logika anda dengan logika anda. Memasuki ruang hati menjadi lain, karena terkarang jawabnya diluar logika. Saya buat sederhana.
Hati manusia memiliki radar yang dikenal dengan medan morphogenetic filed ( di chapter lain saya akan menjelaskannya). Ini adalah dawai hati. Senar hati. Dawai ini akan berdenting jika hati manusia di titik gelombang yang sama.
Dawai ini nyambung dengan kitab kehidupan, yang maha pintar sebagai inti semesta. Dengan inward looking anda mencari dan berdialog kedalam, berulang-ulang anda akan menemukan keajaiban. Jawaban yang diluar logika, jawaban yang super creative keluar dari kepala anda. Ada yuang menyebutnya ilham, ada yang meybutnya ide, ada yang menyebutnya wahyu, ada yang emnyubutnya masterpiece. Moggo, itu hanya terminology.
Namun yang saya ingin angkat disini adalah, melakukan” inward looking” terhadap 20 cara mencapai kemamuran 4 kali lipat di tahun hadapan.
Jika anda dengan berat belum menemukan 20 cara, sekarang lakukan, pikiran atas sadar anda sebagai interrogator, kepada pikiran bawah sadar anda. Apa cara lain lagi? Apa cara lain lagi? Selagi pikiran sadar melakukan inward looking..terus tekan dia dengan pertanya apa cara lain? Apa cara lain mendapatkan income 4 kali lipat di tahun depan? Apa cara lain? Terus ulang-ulangi. Cara menekan ini membantu untuk pikiran bawah sadar anda “ marah”, “tertekan”, “memaksa keluar dari kotak”, sehingga pikiran bawah sadar tersebut lapar, ngamuk.
Bagi sagabat yang sudah mengerjakan 20 cara sebelum membaca tulisan ini, mohon mereview lagi pertanyaan dan baca jawaban anda, apakah sudah melakukan perenungan inward looking atau hanya sekedar spontanitas? Kalao ternyata data base anda luas, 20 cara tersebut keluar “naturally” alami dengan cepat. Itu bagus, sangat bagus data base pikran anda sangat luas, namun izinkan saya melakukan pertanyaan satu kali lagi, bisakah anda menuliskan 10 cara tambahan lagi agar menjadi 30 cara mencapai kemakmuran 4 kali lipat tahun depan ini?
Ada pertanyaan mungkin dari sahabat pikiran atas sadar, pikiran bawah sadar itu pa sih sederhananya? Terangin ke anak kelas 5 SD deh?. Begini kira-kira..bayangkan anda sekarang sedang duduk di manapun, dikafe, dirumah, di kantor, di bus, dimanapun. Lalu disebelah anda ada tergelatak 2 buah handphone baru, masih ada plastiknya. And atahu sekali hanphonme baru itu. Yang satu iphone 6, yang satu Samsung galaxy note!
Lalu anda bertanya, ini hape siapa ya? Rasanya tadi ngak ada orang kemari? Tadi waktu duduk ngak lihat apa-apa? apa tadi pas baca ada yang lewat? Ambil ngak ya? Percayakah anda ada puluhan bahkan ratusan pertanyaan keluar dari pikiran anda, dan luar biasanya anda merasda ada yang menjawab loh?! Ambil deh, lapor satpam, simpen dulu, apapun itu…ada berDIALOG?!..anda heran dengan fenomena ini, anda seperti dua orang dalam 1 badan, bahkan satu positif satu negative bisa berlawana 180 derajat.
Dalam dunia psikologi yang para sahabat semua sudah tahu itulah biasa disebut pikiran atas sadar – “conscious” dan bawah sadar “sub-conscious” sedang bicara. Dalam sub conscious ada ego dan value, dalam bawah sadar – NETRAL.
Jadi dalam memancing pkiran terdalam atau superconscious keluar dari sarangnya, anda harus dengan suka rela membongkar dengan pengulangan.
Sekarang perhatikan 20 cara minimum loh atau ada yang 30 cara melipat 4 kan quadruple income anda dalam tulisan anda. Perhatikan mana menurut anda yang paling possible paling mungkin anda kerjakan. Dan ingat anda harus memilih. Itu keluar dari dawai pusat semesta , percayalah, inilah istikhoro itu, inilah perenungan terdalam itu, sudah hadir di hadapan anda. Dan anda tinggal memilih mana yang paling nyaman anda kerjakan sekarang, yang paling “visible” dan “workable” anda lakukan sekarang.
Percayalah, dan jalankan sekarang. Ingat, anda sekarang adalah apa yang anda kerjakan kemarin, anda nanti adalah apa yang anda kerjakan SEKARANG. # May peace be upon us
“Jika anda PUNYA makanan di kulkas, punya baju dibadan, punya atap diatas kepala dan punya tempat untuk tidur, anda lebih kaya dari 75% orang didunia ini sekarang”
Seorang pemuda datang terburu-buru
kepada anda, dan anda tidak kenal orang tersebut dan dia bertanya .
“maaf Pak/bu, apakah punya uang Rp 100 juta saat ini yang bisa saya
pakai atau pinjam?” Maka otak anda akan berfikir sangat cepat dan
mungkin 99,9 % anda akan mengatakan tidak ada uang tersebut. Factor
menolaknya banyak, anda tidak mengenal dia, anda tidak percaya dia.
Radar defense mechanism anda menyala, mau nipu ini orang? Siapa luh? Dan
lain sebagainya.
Orang tersebut melanjutkan kalimatnya, eehh, begini pak/bu, saya butuh uang tunai buat setoran haji, tutup jam 3 siang ini. Sekarang sudah jam 11. Saya takut terlambat. Saya ada mobil inova tahun 2012. Ini BPKB nya, ini STNK nya, ini KTP saya , nama di BPKB, STNK nama saya pak/bu. Harga pasaran sekarang Rp 200 juta. Itu mobilnya, boleh cek, mulus. Saya perlu sekarang uang seratus juta.
Kalau bapak ibu punya uang 100 juta, ambil mobil ini, surat-surat dan saya tanda tangan 3 kali di kwitansi kosong.
Kalimat tersebut mungkin akan membuat anda berfikir lain. Kata-kata tidak kenal, tidak percaya mendadak ada counter prestasinya, dia ada BPKB, STNK, KTP yang mendukung bahwa dia bisa dipercaya.
Pertahanan anda mulai terbuka dan mulai melihat cahaya di ujung terowongan, bahkan anda melihat peluang selisih 100 juta di mata anda, saat itu juga. Dati tidak percaya bahkan melompat menjadi “harapan”.
Inilah yang di dalam teknik komunikasi F pertama Fascinate terpesona. Kalau anda oportunis maka otak “criminal streak” anda mulai jalan liar. Ada peluang nih, 100 juta!
Percayakan anda dalam sebuah studi dilakukan di jurusan psikologi di NYU New York University bahwa 90% orang akan mengambil peluang itu. Dan 60% orang yang di hadapkan dalam posisi ini, walaupun dia tidak memegang uang 100 juta, atau tidak memiliki uang 100 juta di tangan, mereka bisa mendapatkan uang tersebut dari mana saja sumbernya tepat sebelum waktu habis. Mereka bisa dapatkan modal atau uang 100 juta yang akan di belikan kendaraan setengah harga tersebut.
Ada sebuah cerita lain lagi, ini mungkin pernah saya tulis dalam tulisan sebelumnya, namun ngak apa-apa khan diulang sedikit, agar lebih faham mungkin ya.
Ada penjahat terkenal yang hampir selalu membunuh korbannya. Dia melarikan diri dari penjara. Lalu masuk ke rumah seseorang. Ambil contoh ekstreem kalau boleh dan tentunya pakai knock on wood, amit-amit. Ternyata orang tersebut masuk kerumah anda, dan menodong orang yang anda cintai, ibu anda.
Dia mengatakan ancamannya, kalau anda tidak menyerahkan uang 1 milyar dalam waktu 24 jam, orang yang anda cintai ini akan di bunuhnya.
Sekali lagi saya mengambil study yang dilakukan sahabat saya professor Jhon Barg dari New Yoprk University. Yang ternyata 100% responden dalam posisi ini akan bergerak dan 90% nya menyatakan bisa mencari uang 1 milyar dalam waktu 24 jam. Dari kepala mereka saja mereka tahu kemana mencarinya. Dalam study prof.Jhon Barg, dia menggunakan angka 1 juta dollar.
Terakhir, juga menggunakan Jhon Barg teori. Beliau menggunakan beberapa relawan ibu- ibu, sebelumnya anak kesayangannya di foto. Lalu dimasukan dalam ruang simulasi, dan dirinya di beri kacamata google 3D. dalam simulasi tersebut di buatkan video bahwa dia dari kejauhan dalam jarak 20 meter melihat anak kesayangannya itu berdiri dipinggir jalanan hendak menyebrang, akan menyebrang jalanan di depannya.
Disisi pandang lain yang anak itu tidak melihat, sekali lagi ini semua di buatkan simulasi dalam film 3 dimensi. Ada sebuah truk melaju dengan kencang yang anak itu tidak melihat.
Data yang sangat mengejutkan adalah, kesemua ibu-ibu tersebut dapat berlari dengan kecepatan luar biasa menyambar dan menyelamatkan anak kesayangan tersebut. Kalau record dunia 100m lari sprinter mencapai 9.7 detik. Maka kesemua ibu-ibu itu dalam jarak 20 meter menempuhnya dalam waktu 2 detik! Alias sama dengan kecepatan world class sprinter. Tanpa latihan tahunan, instant dan instintif!
Walau itu semua dalam simulasi gambaran namun gerakan lari 20 meter tersebut dilakukan dengan sebenarnya,.para ibu-ibu itu berlari kencang menghampiri objek yang berupa boneka beruang besar yang dalam simulasi tersebut di bayangan gambaran dalam google 3D tersebut adalah anak tersayangnya.
Apa yang sahabat dapat ambil hikmah dari cerita ketiganya. Apa moral of story-nya yang anda dapatkan sehubungan dengan pencapaian kemakmuran anda. Sampai disini anda boleh berhenti membaca tulisan ini dan merenung.
Baik, saya tidak membahasnya terlebih dahulu namun saya ingin anda melakukan hal ini sekarang, ambil kertas, dan tulislah kalimat ini di awalnya:
“Bagaimana caranya agar saya dalam satu tahun kedepan memiliki pendapatan 4 kali dari tahun lalu? “
Misalnya gajih amda 5 juta sebulan, anda kalikan 13 kali , lalu di tambah lain-lainya misalnya anda tahun lalu memperoleh uang sejumlah Rp 100 juta rupiah, dalam 1 tahun. Lalu pertanyaan diatas adalah bagaimana anda dalam 1 tahun kedepan anda mendapatkan uang sejumlah 400 juta rupiah.
Saya ulangi lagi pertanyaannya dan ditambah dengan, TULISKAN 10 cara agar saya mendapatkan pendapatan 4 kali lipat tahun lalu atau 400 juta rupiah dalam satu tahun kedepan.
Mulai lah anda menulis 10 cara tersebut dalam selembar kertas. Lakukan sekarang!
Kalau 10 hal tersebut sudah selesai, tambahkan lagi 10 cara lagi yang lain, jadi 20 cara agar anda memiliki pendapatan 4 kali dari tahun lalu. Selamat mengerjakan.
Saya yakin sekali baru menulis 5 saja sudah terhenti, ada yang berhenti di bilngan 11 adayangberhenti di bilangan 17 dan anda tak perlu gundah kalau anda tidak bisa mencapai angka 20 namun seklai lagi, anda harus mendapatkan 20 cara itu. Paksa diri anda untukmendapatkannya. Lakukan sekarang. Tulislah hal yang akan dan mampu anda lakukan 20 cara membuat pendapatan anda 4 kali lipat dari tahun lalu.
Saya akan melanjutkan tulisan ini tentunya jika anda telah memiliki 20 cara untuk mendapatkan pendapatan 4 kali lipat, maka tulisan berikutnya akan menjadi pelajaran yang bermanfaat. Jika tidak, hanya wacana, saying sekali loh. Sebaiknya dilaksanakan, anda pasti di untungkan, (bersambung) # may peace be upon us
Orang tersebut melanjutkan kalimatnya, eehh, begini pak/bu, saya butuh uang tunai buat setoran haji, tutup jam 3 siang ini. Sekarang sudah jam 11. Saya takut terlambat. Saya ada mobil inova tahun 2012. Ini BPKB nya, ini STNK nya, ini KTP saya , nama di BPKB, STNK nama saya pak/bu. Harga pasaran sekarang Rp 200 juta. Itu mobilnya, boleh cek, mulus. Saya perlu sekarang uang seratus juta.
Kalau bapak ibu punya uang 100 juta, ambil mobil ini, surat-surat dan saya tanda tangan 3 kali di kwitansi kosong.
Kalimat tersebut mungkin akan membuat anda berfikir lain. Kata-kata tidak kenal, tidak percaya mendadak ada counter prestasinya, dia ada BPKB, STNK, KTP yang mendukung bahwa dia bisa dipercaya.
Pertahanan anda mulai terbuka dan mulai melihat cahaya di ujung terowongan, bahkan anda melihat peluang selisih 100 juta di mata anda, saat itu juga. Dati tidak percaya bahkan melompat menjadi “harapan”.
Inilah yang di dalam teknik komunikasi F pertama Fascinate terpesona. Kalau anda oportunis maka otak “criminal streak” anda mulai jalan liar. Ada peluang nih, 100 juta!
Percayakan anda dalam sebuah studi dilakukan di jurusan psikologi di NYU New York University bahwa 90% orang akan mengambil peluang itu. Dan 60% orang yang di hadapkan dalam posisi ini, walaupun dia tidak memegang uang 100 juta, atau tidak memiliki uang 100 juta di tangan, mereka bisa mendapatkan uang tersebut dari mana saja sumbernya tepat sebelum waktu habis. Mereka bisa dapatkan modal atau uang 100 juta yang akan di belikan kendaraan setengah harga tersebut.
Ada sebuah cerita lain lagi, ini mungkin pernah saya tulis dalam tulisan sebelumnya, namun ngak apa-apa khan diulang sedikit, agar lebih faham mungkin ya.
Ada penjahat terkenal yang hampir selalu membunuh korbannya. Dia melarikan diri dari penjara. Lalu masuk ke rumah seseorang. Ambil contoh ekstreem kalau boleh dan tentunya pakai knock on wood, amit-amit. Ternyata orang tersebut masuk kerumah anda, dan menodong orang yang anda cintai, ibu anda.
Dia mengatakan ancamannya, kalau anda tidak menyerahkan uang 1 milyar dalam waktu 24 jam, orang yang anda cintai ini akan di bunuhnya.
Sekali lagi saya mengambil study yang dilakukan sahabat saya professor Jhon Barg dari New Yoprk University. Yang ternyata 100% responden dalam posisi ini akan bergerak dan 90% nya menyatakan bisa mencari uang 1 milyar dalam waktu 24 jam. Dari kepala mereka saja mereka tahu kemana mencarinya. Dalam study prof.Jhon Barg, dia menggunakan angka 1 juta dollar.
Terakhir, juga menggunakan Jhon Barg teori. Beliau menggunakan beberapa relawan ibu- ibu, sebelumnya anak kesayangannya di foto. Lalu dimasukan dalam ruang simulasi, dan dirinya di beri kacamata google 3D. dalam simulasi tersebut di buatkan video bahwa dia dari kejauhan dalam jarak 20 meter melihat anak kesayangannya itu berdiri dipinggir jalanan hendak menyebrang, akan menyebrang jalanan di depannya.
Disisi pandang lain yang anak itu tidak melihat, sekali lagi ini semua di buatkan simulasi dalam film 3 dimensi. Ada sebuah truk melaju dengan kencang yang anak itu tidak melihat.
Data yang sangat mengejutkan adalah, kesemua ibu-ibu tersebut dapat berlari dengan kecepatan luar biasa menyambar dan menyelamatkan anak kesayangan tersebut. Kalau record dunia 100m lari sprinter mencapai 9.7 detik. Maka kesemua ibu-ibu itu dalam jarak 20 meter menempuhnya dalam waktu 2 detik! Alias sama dengan kecepatan world class sprinter. Tanpa latihan tahunan, instant dan instintif!
Walau itu semua dalam simulasi gambaran namun gerakan lari 20 meter tersebut dilakukan dengan sebenarnya,.para ibu-ibu itu berlari kencang menghampiri objek yang berupa boneka beruang besar yang dalam simulasi tersebut di bayangan gambaran dalam google 3D tersebut adalah anak tersayangnya.
Apa yang sahabat dapat ambil hikmah dari cerita ketiganya. Apa moral of story-nya yang anda dapatkan sehubungan dengan pencapaian kemakmuran anda. Sampai disini anda boleh berhenti membaca tulisan ini dan merenung.
Baik, saya tidak membahasnya terlebih dahulu namun saya ingin anda melakukan hal ini sekarang, ambil kertas, dan tulislah kalimat ini di awalnya:
“Bagaimana caranya agar saya dalam satu tahun kedepan memiliki pendapatan 4 kali dari tahun lalu? “
Misalnya gajih amda 5 juta sebulan, anda kalikan 13 kali , lalu di tambah lain-lainya misalnya anda tahun lalu memperoleh uang sejumlah Rp 100 juta rupiah, dalam 1 tahun. Lalu pertanyaan diatas adalah bagaimana anda dalam 1 tahun kedepan anda mendapatkan uang sejumlah 400 juta rupiah.
Saya ulangi lagi pertanyaannya dan ditambah dengan, TULISKAN 10 cara agar saya mendapatkan pendapatan 4 kali lipat tahun lalu atau 400 juta rupiah dalam satu tahun kedepan.
Mulai lah anda menulis 10 cara tersebut dalam selembar kertas. Lakukan sekarang!
Kalau 10 hal tersebut sudah selesai, tambahkan lagi 10 cara lagi yang lain, jadi 20 cara agar anda memiliki pendapatan 4 kali dari tahun lalu. Selamat mengerjakan.
Saya yakin sekali baru menulis 5 saja sudah terhenti, ada yang berhenti di bilngan 11 adayangberhenti di bilangan 17 dan anda tak perlu gundah kalau anda tidak bisa mencapai angka 20 namun seklai lagi, anda harus mendapatkan 20 cara itu. Paksa diri anda untukmendapatkannya. Lakukan sekarang. Tulislah hal yang akan dan mampu anda lakukan 20 cara membuat pendapatan anda 4 kali lipat dari tahun lalu.
Saya akan melanjutkan tulisan ini tentunya jika anda telah memiliki 20 cara untuk mendapatkan pendapatan 4 kali lipat, maka tulisan berikutnya akan menjadi pelajaran yang bermanfaat. Jika tidak, hanya wacana, saying sekali loh. Sebaiknya dilaksanakan, anda pasti di untungkan, (bersambung) # may peace be upon us
“ Pilihlah PILIHAN yang anda sanggup menanggung konsekuensinya”
“Pak, bisnis sekarang lagi sunrise?”, mas Fandi Hernanto adalah seorang
yang sangat antusias dalam belajar bisnis. Kami sering berbicara via
chat line. Seperti pagi ini ia menyempatkan menyapa saya. saya jawab : “Binsis makanan , start up e commerse , dan bisnis retail mas.”
Lalu ia melanjutkan pertanyaannya : “Bagaimana cara tahu ini bisnis lg sunrise atau sunset pak?”
“Data statistik pasar + berkumpul sama pelaku nya”, saya jelaskan sebentar, bagi sahabat sebagian pasti mengenal kebiasaan saya yang menggilai data statistic dan observasi psikologi. Tentunya keduanya yang ada hubungan dengan bisnis. Kebetulan saya ada sahabat di Bloomberg. Data statistic market dan bisnis saya valid. Bahkan infromasi dari perilaku pasarnya sendiri yang saya dapat membandingkan dengan data statsitik tersebut.
Contohnya misalnya data statistic quarter pertama tahun 2015 ini. Penjualan property turun 50%. Penjualan kendaraan bermotor (mobil & motor) turn 16% di banding tahun lalu quarter pertama. Bisnis nikel drop 120%. Keuntungan/laba bank papan atas di quarter pertama tahun 2015 ini dibanding tahun lalu turun hingga 90%.
Data itu valid dan dari data itulah saya baru melakukan tindakan.
Sebelum data quarter 1 tahun 2015 maka saya ingat sekali trend tersebut “terasa mulai pertengahan tahun 2014. Karena saya berdiskusi langsung dengan pemainnya. Saya berdiskusi dengan direksi bank BCA, diskusi dengan sahabat saya yang country manajer Citibank, diskusi dengan petinggi astra, juga diskusi dengan pemilik beberapa usaha tambang seperti nikel, pasir koarsa, yang selalu saya lakukan disela-sela kesibukan mereka dengan kalimat undangan, brader..kapan breakfast diskusi kita boleh kita adakan? Minggu depan bisa? Kalimat undangan breakfast meeting atau lunch ini lah menjadi kebiasaan saya selama tahunan.
Dari mereka dari getaran vibrasi mereka para pelakua bisnis tersebut, saya bawa dalam RUPS holding di tahun 2014 kami memutuskan melakukan “hibernate” sejak bulan oktober 2014. Kami akan diam selama 6 – 9 bulan. Persis seperti beruang kutub memasuki masa musim dingin. Makan banyak, terus diam.
Sejak September oktober siap-siap dan melaklukannya di bulan November. Tidak melakukan bisnis baru. Hanya konsolidasi, mengurangi gerak, mengurangi karyawan kontrak. Tidak ada aktifitas non bisnis. Diam. Dan ternyata keputusan tersebut 80% benar kalau melihat data quarter pertama tahun 2015 ini. Saat ini sekarang dimana undangan RUPS hadir di depan saya untuk saya diminta menyiapkan data di akhir bulan mei untuk paparan apa rencana kedepan. Saya pastinya sudah punya rencana, yang pagi ini sedang saya siapkan paparannya.
Kembali kepertanyaan mas Fandi, saya melanjutkan jawaban saya kepadanya. “Mas..bisnis itu bukan "apa" yg dikerjakan, tetapi "siapa" yang mengerjakan”.
Yang di jawab olehnya, “Berarti cara terbaik itu mengkombinasikan antara bisnis yg lagi sunrise sama yg lagi sunset ya pak.. Oh ya cara mengetahui bisnis yg blue ocean bagaimana pak?”
Saya jawab chat nya: “blue ocean ngak punya competitor. bisnisnya baru dan unik. baik jenis nya juga pasarnya terkadamg tidak ada. Pemain blue ocean menciptakan pasar. Mohon diperhatikan, “pasar tidak ada” belum tentu kebutuhan tidak ada. pebisnis yang mumpuni itu melihat "kebutuhan" seseroang. baru menciptakan pasar. kalau ngak ada kebutuhan, lupakan saja. itu buka blue ocean, tapi black ocean”.
Pertanyaan diawal kalimatnya sengaja saya tidak jawab, yaitu pertanyaan “cara terbaik adalah kombinasi sunsire sama sunset”. Karena saya ingin mas Fandi menjawabnya sendiri. biar melakukan perenungan dan action nya atas teorinya tersebut.
Mas Fandi melanjutkan pertanyaannya, “Strategi pak wowiek kalau dapat peluang tapi disana pak wowiek tidak menguasai bidangnya bagaimana? Cari orang ahli?
Saya jawab, “mas, saya taat sama duit mas. selama kerja tersebut akan "menghasilkan" saya pasti masuk walau saya tidak faham. saya sabar untuk belajar. saya tidak taat pada jenis usaha tertentu atau kerja tertentu. kalau ada pilihan tidak kerja dan dapat uang pasti itu saya kerjakan”.
Diapun memberikan pernyataan, “Lebih ke fleksibel dan mau belajar ya pak”
Saya jawab, “ kira-kira demikian mas, seperti saat ini saya lagi belajar start up e commerse, sudah 1 tahun belum beta test juga, belum test run juga. Tiap hari ada kali 2-3 jam selama 1 tahun ini otak saya muter-muter terus di bidang ini. Dari mencari bacaan buku, nonton dokumentari film, diskusi dengan pakar, pemain pebisnisnya, pemakai aplikatornya semua saya pepet terus. Makin kesini sih makin ngerti, Cuma kalau di bilang pinter ya ngak juga, masih jauh mas. Wassalam”.
Maaf diskusi singkat ini saya buatkan tulisan untuk para sahabat. Ini adalah dialog pagi-pagi tadi di hari minggu dimana mas Fandi Hernanto chating dengan saya di FB . Beliau seorang pembelajar sejati dan seorang yang merangkak dari bawah dimana saat ini sedang menulis sejarah hidupnya sendiri dalam membangun kemapanan ekonomi. Diksusi singkat saya up load saja di status, semoga berkenan. #may peace be upon us
Lalu ia melanjutkan pertanyaannya : “Bagaimana cara tahu ini bisnis lg sunrise atau sunset pak?”
“Data statistik pasar + berkumpul sama pelaku nya”, saya jelaskan sebentar, bagi sahabat sebagian pasti mengenal kebiasaan saya yang menggilai data statistic dan observasi psikologi. Tentunya keduanya yang ada hubungan dengan bisnis. Kebetulan saya ada sahabat di Bloomberg. Data statistic market dan bisnis saya valid. Bahkan infromasi dari perilaku pasarnya sendiri yang saya dapat membandingkan dengan data statsitik tersebut.
Contohnya misalnya data statistic quarter pertama tahun 2015 ini. Penjualan property turun 50%. Penjualan kendaraan bermotor (mobil & motor) turn 16% di banding tahun lalu quarter pertama. Bisnis nikel drop 120%. Keuntungan/laba bank papan atas di quarter pertama tahun 2015 ini dibanding tahun lalu turun hingga 90%.
Data itu valid dan dari data itulah saya baru melakukan tindakan.
Sebelum data quarter 1 tahun 2015 maka saya ingat sekali trend tersebut “terasa mulai pertengahan tahun 2014. Karena saya berdiskusi langsung dengan pemainnya. Saya berdiskusi dengan direksi bank BCA, diskusi dengan sahabat saya yang country manajer Citibank, diskusi dengan petinggi astra, juga diskusi dengan pemilik beberapa usaha tambang seperti nikel, pasir koarsa, yang selalu saya lakukan disela-sela kesibukan mereka dengan kalimat undangan, brader..kapan breakfast diskusi kita boleh kita adakan? Minggu depan bisa? Kalimat undangan breakfast meeting atau lunch ini lah menjadi kebiasaan saya selama tahunan.
Dari mereka dari getaran vibrasi mereka para pelakua bisnis tersebut, saya bawa dalam RUPS holding di tahun 2014 kami memutuskan melakukan “hibernate” sejak bulan oktober 2014. Kami akan diam selama 6 – 9 bulan. Persis seperti beruang kutub memasuki masa musim dingin. Makan banyak, terus diam.
Sejak September oktober siap-siap dan melaklukannya di bulan November. Tidak melakukan bisnis baru. Hanya konsolidasi, mengurangi gerak, mengurangi karyawan kontrak. Tidak ada aktifitas non bisnis. Diam. Dan ternyata keputusan tersebut 80% benar kalau melihat data quarter pertama tahun 2015 ini. Saat ini sekarang dimana undangan RUPS hadir di depan saya untuk saya diminta menyiapkan data di akhir bulan mei untuk paparan apa rencana kedepan. Saya pastinya sudah punya rencana, yang pagi ini sedang saya siapkan paparannya.
Kembali kepertanyaan mas Fandi, saya melanjutkan jawaban saya kepadanya. “Mas..bisnis itu bukan "apa" yg dikerjakan, tetapi "siapa" yang mengerjakan”.
Yang di jawab olehnya, “Berarti cara terbaik itu mengkombinasikan antara bisnis yg lagi sunrise sama yg lagi sunset ya pak.. Oh ya cara mengetahui bisnis yg blue ocean bagaimana pak?”
Saya jawab chat nya: “blue ocean ngak punya competitor. bisnisnya baru dan unik. baik jenis nya juga pasarnya terkadamg tidak ada. Pemain blue ocean menciptakan pasar. Mohon diperhatikan, “pasar tidak ada” belum tentu kebutuhan tidak ada. pebisnis yang mumpuni itu melihat "kebutuhan" seseroang. baru menciptakan pasar. kalau ngak ada kebutuhan, lupakan saja. itu buka blue ocean, tapi black ocean”.
Pertanyaan diawal kalimatnya sengaja saya tidak jawab, yaitu pertanyaan “cara terbaik adalah kombinasi sunsire sama sunset”. Karena saya ingin mas Fandi menjawabnya sendiri. biar melakukan perenungan dan action nya atas teorinya tersebut.
Mas Fandi melanjutkan pertanyaannya, “Strategi pak wowiek kalau dapat peluang tapi disana pak wowiek tidak menguasai bidangnya bagaimana? Cari orang ahli?
Saya jawab, “mas, saya taat sama duit mas. selama kerja tersebut akan "menghasilkan" saya pasti masuk walau saya tidak faham. saya sabar untuk belajar. saya tidak taat pada jenis usaha tertentu atau kerja tertentu. kalau ada pilihan tidak kerja dan dapat uang pasti itu saya kerjakan”.
Diapun memberikan pernyataan, “Lebih ke fleksibel dan mau belajar ya pak”
Saya jawab, “ kira-kira demikian mas, seperti saat ini saya lagi belajar start up e commerse, sudah 1 tahun belum beta test juga, belum test run juga. Tiap hari ada kali 2-3 jam selama 1 tahun ini otak saya muter-muter terus di bidang ini. Dari mencari bacaan buku, nonton dokumentari film, diskusi dengan pakar, pemain pebisnisnya, pemakai aplikatornya semua saya pepet terus. Makin kesini sih makin ngerti, Cuma kalau di bilang pinter ya ngak juga, masih jauh mas. Wassalam”.
Maaf diskusi singkat ini saya buatkan tulisan untuk para sahabat. Ini adalah dialog pagi-pagi tadi di hari minggu dimana mas Fandi Hernanto chating dengan saya di FB . Beliau seorang pembelajar sejati dan seorang yang merangkak dari bawah dimana saat ini sedang menulis sejarah hidupnya sendiri dalam membangun kemapanan ekonomi. Diksusi singkat saya up load saja di status, semoga berkenan. #may peace be upon us
“Terkadang, banyak kebenaran itu di letakan di tempat yang anda tidak sukai”
Mas, anda di minta pergi dari kantor tersebut? Kok bisa? Andakan
pemegang saham, andakan pendiri dan anda kan komisaris? Ini pertanyaan
beruntun dari seorang teman yang selalu menyempatkan hadir jika lewat
dekat kantor saya. Peristiwa ini sebenarnya sudah lama, namun
ketika sedang sarapan pagi membuka email saya mendapatkan pesan panjang
tertulis dalam email saya tentang sebuah rencana bisnis darinya. Pikiran
saya bukan ke proposal itu namun teringat dia mengajak pertemuan makan
siang yang dengan “kepo” nya sebenarnya dia ingin menanyakan apa yang
terjadi kenapa saya di usir dengan tidak hormat dari kantor saya
sendiri.
Benar dalam 25 tahun saya menjalankan kehidupan berbisnis mulai dari bekerja dengan perusahaan kecil, lalu berganti keperusahaan besar dengan banyaknya anak tangga menuju puncak, hingga keperusahaan besar namun isinya keluarga, lalu keperusahaan yang banyak intrik dan jurus kodok dilakukan sikut sana, injek sini, sehingga memutuskan berwirausaha, dari yang pegawainya sedikit, lalu membentuk yang lain, yang labour intensif dimana banyak pegawai. Lalu dari jenis usaha yang padat modal, 24 jam bekerja, dan banyak lagi ragamnya.
Ada hal yang juga menjadi pertimbangan adalah ada yang saham mayoritas dan ada yang kepemiliknya minoritars. Ada yang saham minoritas namun eksekutif manajemen di pegang sehinga berdaulat, ada yang saham mayoritas namun tidak memegang kendali operasional, 100% profeional dan termasuk bidang yang tidak faham banget, juga da macam-macamnya.
Dari puluhan usaha yang saya bangun, beragam bidang dan beragam pengelolaannya. Walau sebagai pendiri, dikala saham minoritas dan tidak memegang manajemen inilah yang kejadian seperti di atas. Entah mengapa stake holder memutuskan saya tidak mendapat ruangan kerja lagi di tempat tersebut.
Suatu hari selagi dalam perjalanan dinas yang saya kerjakan dengan terpaksa karena manajemen sibuk da nada kunjungan dari calon lender, pemberikrdit tidak ada yang menemani kelapangan sehingga saya pun terpaksa berangkat. Kalau tidak salah hari itu hari jumat. Jarak proyek tidak terlalu jauh dari Jakarta sehingga bisa berangkat pagi pulang sore.
Sayapun menyetujui menemani para lender dan banker tersebut. Toh yang datang adalah mereka yang berada dalam jajaran pengambilan keputusan. Pasti saya setuju, 6-7 jam bersama penyandang dana adalah sebuah kehormatan. Saya sebenarnya mau nanya 3 direksi kok mendadak sibuk semua, maka saya komisaris satu-satunya yang bisa di handalkan saat itu.
Dan disinilah hari yang menurut saya aneh karena sekertaris komisaris utama perusahaan tersebut menelfon saya dalam perjalanan pulang. Pak wowiek bapak kapan bisa mengosongkan ruangan bapak? Saya tidak terkejut mendengar kalimat tersebut, namun saya hanya tidak suka saja atas sifat ketidak jantanan organisasi ini.
Bisa senin kosong pak, soalnya mau di pakai direksi baru. Kalimat trersebut keluar beruntun melanjutkan kalimat diawal tadi. Saya berfikir sejenak dan tanpa merubah nada dasar intonasi saya berkata, 1 minggu deh kira-kira. Saya menjawab. Ok pak, satu minggu ya, senin depannya lagi.
Lalu setengah iseng karena ingin tahu saya bertanya, apakah ada ruangan di belakang buat saya bisa pindahkan kantor saya. yang di jawab oleh sekertaris tersebut, tidak ada ruangan untuk bapak disini.
Asiiik, dalam hati saya. sebuah hal yang bagi banyak orang pasti tersinggung berat namun saya tidak merasakan apa-apa. saya tidak marah, saya tidak kesal. Saya dalam hati hanya berkata, ini gila kali ya perusahaan ini. Data dari mana dan apa isi kepala boss atau orang yang memerintahkan saya keluar ruang namun tidak mengatakan langsung atau pakai surat, hanya menyuruh sekertarisnya dan saya bahkan berfikir ini akal-akalan segelitir orang yang ngak suka saya untuk mengeluarkan saya dari kantor tersebut sehingga memberikan masukan berdasar like and dislike.
Apa yang mau saya ceritakan disini aslinya saya bukan mau curhar kok hehe, sebenarnya begini. Perlu diingat ini adalah peristiwa beberapa tahun yang lalu, sudah lewat namun saya mencoba membuat pemahanan kepada sahabat pentingnya pikiran selalu netral.
Bayangkan, misalnya : anda berdua memulai bisnis. Anda menggunakan kekuatan nama besar mitra anda sebagai corporate ganrantee. Anda hanya memberikan eksperties saja, anda dapat 20% kepemilikan. Anda lalu menjadi orang nomor satu.
Dia meletakan 3 orangnya dalam organisasi ini, di bagian keuangan dan operasional. Dalam 2 tahun asset naik 5 kali lipat dari pinjaman. Lalu saya membuat rencana bisnis dan perlu penambahan pinjaman dimana saya yakin bahwa pinjaman double dua kali lipat namun asset akan naik 10 kali lipat. Lalu partner saya memanggil beberapa professional yang menurutnya "mengerti" bidang yang saya kerjakan. Saran mereka ternyata di dengar mitra saya. pilihannya, tidak menambah pinjaman.
Saya kalah suara, saya beda pendapat, saya tidak nyaman, saya memilih mundur dari CEO. Jadi komisaris. Dua bulan kemudian peristiwa “pengusiran” terjadi seperti di atas. Itu adalah ringkas ceritanya. Bagi banyak orang pasti akan “ngamuk” jika anda di beginikan. Merasa tidak dihargai, merasa dikhianati. Merasa di hina. Diusir!
Tapi saya biasa aja tuh. Tidak kesel tidak marah. Pindah, ya pindah saja, saya memiliki beberapa kantor yang saya bisa jadikan base camp saya itu mungkin satu alasan, namun alasan yang paling kuat adalah, saya merasa, orang-orang sekitar perusahaan ini memang“ngabot-ngaboti” dalam bahasa kampung saya dulu, terjemahan bebasnya, mberat mberati. Membenani saya.
Begini sederhananya, jika seseroang akan mentas, terbang, akan lebih ringan kalau beban itu di tinggalkan, atau di kurangi. Sulit ada akan cepat melesat kalau beban anda berat.
Jika orang disekeliling anda memberatkan anda, kehidupan itu ajaib, Allah itu ajaib. Ada saja cara kehidupan melakukannya, anda dengan sadar melepaskan diri atau keadaan membuat anda melepaskan diri. Dalam posisi saya, alam yang membuat saya terlepas.
Jadi semua kejadian tidak ada yang tidak direncanakan. Sesungguhnya saya sendiri yang memintanya, hanya datangnya saja tidak seperti yang kita inginkan. Jadi semua kejadian yang menurut kita menyebalkan dan membuat marah, adalah hanya “the harder stone to make your knife sharp”, hanya batu keras yang membuat pisau anda menjadi tajam. Janganlah lama-lama menganalisa peristiwa yang sudah terjadi, jangan bertanya mengapa peristiwa terjadi, namun lebih baik mengerjakan sesuatu yang membuat kebaikan sekarang dan masa akan datang.
Kemarahan merusak suasana hati, kecewa sebentar, sebel sebentar itu manusiawi. Intinya, jangan lama lama berada di tempat yang tidak menyenangkan hati. # May peace be upon us
Benar dalam 25 tahun saya menjalankan kehidupan berbisnis mulai dari bekerja dengan perusahaan kecil, lalu berganti keperusahaan besar dengan banyaknya anak tangga menuju puncak, hingga keperusahaan besar namun isinya keluarga, lalu keperusahaan yang banyak intrik dan jurus kodok dilakukan sikut sana, injek sini, sehingga memutuskan berwirausaha, dari yang pegawainya sedikit, lalu membentuk yang lain, yang labour intensif dimana banyak pegawai. Lalu dari jenis usaha yang padat modal, 24 jam bekerja, dan banyak lagi ragamnya.
Ada hal yang juga menjadi pertimbangan adalah ada yang saham mayoritas dan ada yang kepemiliknya minoritars. Ada yang saham minoritas namun eksekutif manajemen di pegang sehinga berdaulat, ada yang saham mayoritas namun tidak memegang kendali operasional, 100% profeional dan termasuk bidang yang tidak faham banget, juga da macam-macamnya.
Dari puluhan usaha yang saya bangun, beragam bidang dan beragam pengelolaannya. Walau sebagai pendiri, dikala saham minoritas dan tidak memegang manajemen inilah yang kejadian seperti di atas. Entah mengapa stake holder memutuskan saya tidak mendapat ruangan kerja lagi di tempat tersebut.
Suatu hari selagi dalam perjalanan dinas yang saya kerjakan dengan terpaksa karena manajemen sibuk da nada kunjungan dari calon lender, pemberikrdit tidak ada yang menemani kelapangan sehingga saya pun terpaksa berangkat. Kalau tidak salah hari itu hari jumat. Jarak proyek tidak terlalu jauh dari Jakarta sehingga bisa berangkat pagi pulang sore.
Sayapun menyetujui menemani para lender dan banker tersebut. Toh yang datang adalah mereka yang berada dalam jajaran pengambilan keputusan. Pasti saya setuju, 6-7 jam bersama penyandang dana adalah sebuah kehormatan. Saya sebenarnya mau nanya 3 direksi kok mendadak sibuk semua, maka saya komisaris satu-satunya yang bisa di handalkan saat itu.
Dan disinilah hari yang menurut saya aneh karena sekertaris komisaris utama perusahaan tersebut menelfon saya dalam perjalanan pulang. Pak wowiek bapak kapan bisa mengosongkan ruangan bapak? Saya tidak terkejut mendengar kalimat tersebut, namun saya hanya tidak suka saja atas sifat ketidak jantanan organisasi ini.
Bisa senin kosong pak, soalnya mau di pakai direksi baru. Kalimat trersebut keluar beruntun melanjutkan kalimat diawal tadi. Saya berfikir sejenak dan tanpa merubah nada dasar intonasi saya berkata, 1 minggu deh kira-kira. Saya menjawab. Ok pak, satu minggu ya, senin depannya lagi.
Lalu setengah iseng karena ingin tahu saya bertanya, apakah ada ruangan di belakang buat saya bisa pindahkan kantor saya. yang di jawab oleh sekertaris tersebut, tidak ada ruangan untuk bapak disini.
Asiiik, dalam hati saya. sebuah hal yang bagi banyak orang pasti tersinggung berat namun saya tidak merasakan apa-apa. saya tidak marah, saya tidak kesal. Saya dalam hati hanya berkata, ini gila kali ya perusahaan ini. Data dari mana dan apa isi kepala boss atau orang yang memerintahkan saya keluar ruang namun tidak mengatakan langsung atau pakai surat, hanya menyuruh sekertarisnya dan saya bahkan berfikir ini akal-akalan segelitir orang yang ngak suka saya untuk mengeluarkan saya dari kantor tersebut sehingga memberikan masukan berdasar like and dislike.
Apa yang mau saya ceritakan disini aslinya saya bukan mau curhar kok hehe, sebenarnya begini. Perlu diingat ini adalah peristiwa beberapa tahun yang lalu, sudah lewat namun saya mencoba membuat pemahanan kepada sahabat pentingnya pikiran selalu netral.
Bayangkan, misalnya : anda berdua memulai bisnis. Anda menggunakan kekuatan nama besar mitra anda sebagai corporate ganrantee. Anda hanya memberikan eksperties saja, anda dapat 20% kepemilikan. Anda lalu menjadi orang nomor satu.
Dia meletakan 3 orangnya dalam organisasi ini, di bagian keuangan dan operasional. Dalam 2 tahun asset naik 5 kali lipat dari pinjaman. Lalu saya membuat rencana bisnis dan perlu penambahan pinjaman dimana saya yakin bahwa pinjaman double dua kali lipat namun asset akan naik 10 kali lipat. Lalu partner saya memanggil beberapa professional yang menurutnya "mengerti" bidang yang saya kerjakan. Saran mereka ternyata di dengar mitra saya. pilihannya, tidak menambah pinjaman.
Saya kalah suara, saya beda pendapat, saya tidak nyaman, saya memilih mundur dari CEO. Jadi komisaris. Dua bulan kemudian peristiwa “pengusiran” terjadi seperti di atas. Itu adalah ringkas ceritanya. Bagi banyak orang pasti akan “ngamuk” jika anda di beginikan. Merasa tidak dihargai, merasa dikhianati. Merasa di hina. Diusir!
Tapi saya biasa aja tuh. Tidak kesel tidak marah. Pindah, ya pindah saja, saya memiliki beberapa kantor yang saya bisa jadikan base camp saya itu mungkin satu alasan, namun alasan yang paling kuat adalah, saya merasa, orang-orang sekitar perusahaan ini memang“ngabot-ngaboti” dalam bahasa kampung saya dulu, terjemahan bebasnya, mberat mberati. Membenani saya.
Begini sederhananya, jika seseroang akan mentas, terbang, akan lebih ringan kalau beban itu di tinggalkan, atau di kurangi. Sulit ada akan cepat melesat kalau beban anda berat.
Jika orang disekeliling anda memberatkan anda, kehidupan itu ajaib, Allah itu ajaib. Ada saja cara kehidupan melakukannya, anda dengan sadar melepaskan diri atau keadaan membuat anda melepaskan diri. Dalam posisi saya, alam yang membuat saya terlepas.
Jadi semua kejadian tidak ada yang tidak direncanakan. Sesungguhnya saya sendiri yang memintanya, hanya datangnya saja tidak seperti yang kita inginkan. Jadi semua kejadian yang menurut kita menyebalkan dan membuat marah, adalah hanya “the harder stone to make your knife sharp”, hanya batu keras yang membuat pisau anda menjadi tajam. Janganlah lama-lama menganalisa peristiwa yang sudah terjadi, jangan bertanya mengapa peristiwa terjadi, namun lebih baik mengerjakan sesuatu yang membuat kebaikan sekarang dan masa akan datang.
Kemarahan merusak suasana hati, kecewa sebentar, sebel sebentar itu manusiawi. Intinya, jangan lama lama berada di tempat yang tidak menyenangkan hati. # May peace be upon us
“Do you hear yourself when you talk ? ”
Pertemuan mingguan
dengan mitra sambil makan bacang pagi ini sebenarnya melunasi pelajaran
minggu lalu akan karakter extrovert versus introvert. Dan karena ada
tambahan satu sahabat lama pembicaraan menjadi sedikit mengulang
ringkasan minggu lalu. Kehadiran pak Bun adalah tamu ngak
diundang sebenarnya. Karena kami berdua pas datang sudah ada pak Bun
yang ternyata sedang menunggu tamunya yang ternyata di cancel. Ya apa
boleh buat, kehadiran dirinya bukan orangbaru dan kami tidak masalah.
Bahkan saya pribadi kenal beliau sudah 20 tahun kami tidak pernah berbisnis bersama atau bermitra namun banyak proyek saya yang dibantu olehnya. Bisnis utamanya adalah alat berat dan trucking. Jadi kalau saya perlu beckhoe, excavator, bulldozer, truk tronton angkut curah atau bulk, atau flat deck truk. Ngak ada orang lain di kepala saya , hanya ada pak Bun ini.
Booming bisnis batubara 5 tahun yang lalu juga membuatnya mengalami up swing ikut menikmati sukses pengusaha batubara.
Sama seperti booming tambang emas di pantai barat amerika di akhir tahu 1880 an, dimana ribuan quarry tambang emas di gali, jutaan orangpindah dari amreika timur. Dan hanya 5% yang sukses kaya raya sisanya rugi, bangkrut atau hanya impas-impas saja.
Namun penjual dan pembuat sovel atau sekop, merekalah yang panen. Dapat tidak dapat emas, bisnis mereka terjual laris. Begitu juga dunia batubara di tanah air 5-7 tahun yang lalu booming besar-besaran. Yang kaya dan sukses hanya 5%, yang lainnya...mirip cerita penambang emas di pantai barat tadi. Impas atau bangkrut.
Namun pengusaha alat berat dan transportasi, kalau dia tajam tidak masuk di bisnis batubara, akan berkibar. Begitu juga pak Bun ini. dia tajam, hanya berbisnis yang dia paling faham, alat berat dan transportasi darat. Truknya berjumlahlebih dari 1000 unit dan ratusan heavy equipment nya menjadi kontributor bisnis batu bara di kalimantan selatan dan sumatera selatan di era keemasaanya tersebut.
Jadi, kehadiran seorang pak Bun merupakan berkah, apalagi kami bertiga yang memang tidak ada agenda penting, silaturahmi begini yang berdasar pengalaman akan memberikan inside menarik.
Saya membuka komunikasi dengan, kang mas, lanjut mengenai perilaku orang yang extrovet dan introvertnya sama sehingga dia tidak masuk kiri tidak masuk kanan. Tetapi masuk di zona atas bawah. Benar demikian kan.
Atas itu intuitive bawah itu sensing atau sensory.
Ya bener, manusia intuitif bekerja dengan imaginatif kreatifnya, manusia senosry bekerja dengan waktu presisi dan data.
Sebentar, sebentar..pak Bun menyela cerita lanjutnya. Aku faham diskusi ini, kami orang china tau banget hal seperti ini. kami punya kita I ching sudah ribuan tahun yang mempelajari karakter manusia seperti tadi kang mas bicarakan..demikian pak Bun nyerocos dengan bahasa betawi-betawian dengan logat suroboyoan. Wis kalo di denger ngak pas lah , tapi lucu.
Untung milyuner dia, kalau milyuner aneh di bilang nyentrik, kalo kere aneh ya di bilang katro kampungan hehehe.
Gini, katanya yang atas ganti istilah, aku iki wong katro, wong ndeso. Yang atas jadi kaum langitan, yang bawah manusia bumi. Nah begini lebih sederhana. Dari pada sesory, intuitif, aku mengartikannya aja bingung. Katanya sambil cengengesan.
Ini pelajaran standar yang semua pebisnis china tau. Dari engkong aku dulu ya ini diajarinya.
Orang langitan ini senengnya mencipta dan berkreasi. Dibawah tekanan malah mereka semakin kreatif. Mereka ini ngak telaten sama waktu. Mereka ini apa istilahnya, last minute person kali ya. Seneng kerja mepet-mepet waktu.
Hobby mereka menciptakan sesuatu. Apa yangbaru pasti dikerjakan dengan semangat namun jangan heran kalau mereka tidak bisa atau jarang menyelesaikan apa yang mereka kerjakan. Karena..ada sesuatu yangbaru lagi.
Mereka juga tidak tidak bagus bermain sebagai “team player”. Itu kelemahan mereka, dan mereka bisa sukses dengan satu jurus. Harus mendelegasikan. Mereka tidak bisa mendelegasikan karyanya, mereka jalan di tempat.
Cerita pak Bun tadi membuat kami berdua menikmati teh camomile hangat menjadi seru. Lanjut pak..hanya itu yang keluar dari mulut saya.
Ok, kalau manusia bumi, ciri utama nya ada dua hal, nomor satu mereka suka sekali atau pandai berdagang, jual beli. Mereka membuat keuntungan dari “dealing”. Yang kedua adalah, mereka sangat tepat waktu. Manusia yang sangat perduli sama waktu.
Berlawanan 180 derajat dengan kaum langitan yang selalu telat dan tidak menghargai waktu. Manusia bumi memperhatikan waktu. Timing adalah kunci sukses lain dari mereka. Menentukan kapan membeli, kapan menjual dimana selisih keduanya bisa sangat extreem jauh di saat beli di harga terendah dan jual di harga tertinggi.
Bangsa china dasarnya adalah manusia bumi. Mereka bisa di bilang kurang kreatif. Buktinya , mereka hanya bisa mengopi, niru. Semua niru, itu bukti kurang kreatif nya bangsa saya ini.
Kayak seperti semester pertama tahun 2015 ini. banyak orang menahan bergerak. Namun manusia bumi sudah mulai gerilya menyetok barang. Apapun jenisnya, tanah, emas, semua di beli. Dan mulai membeli. Namun jangan salah, mereka tawar setengah harga atau lebih. Kerana banyak orang yang ngak tahan memegang harta di jaman lagi ekonomi turun ini. pengen lepas, ada yang masalah bunga ada yang masalah dagang rugi atau impas-impasan namun rugi ongkos. Lebih baik lepas.
Manusia bumi jadi penadahnya, karena harga murah, timing tepat. Mereka masuk.
Sementara kaum langitan, dimasa seperti ini mereka membuat terobosan inovasi. Begitu kreasi mereka jadi, masa atau waktunya sudah bergeser. Sehingga produk mungkin benar tetapi waktu nya salah. Mereka bekerja karena spontanitas, dan ciri mereka..salah waktu. Namanya juga doyan menciptakan sesuatu yang baru.
Terus pak Bun, kan manusia itu tidak selamanya mutlak satu karakter murni. Pasti ada kombinasi. Dalam i ching ada ngak karakter tersebut di diskusikan. Saya mencoba mengkonfirmasi versi sederhananya.
Pak Bun diam sebentar, opo yo namanya. Mitra saya yang sedari tadi menikmati monolog pak Bun menimpali, begini mas.. kombinasi kaum langitan dan extrover introvert itu menciptakan unsur baru. Shio baru kira-kira bahasa gaulnya.
Manusia tidak melulu langitan murni pasti ada unsur lain yang bisa mempengaruhi hidupnya. Kalau dia bukan yang 50:50 extrover introvertnya maka masuk shio baru. Misalnya extrovertnya 70%, langitannya 60%.
Karakter ini meyukai orang dan kreatif. Seperti artis, presenter, MC. Masuk kategori karakter ini. mereka bisa improvisasi keadaan membuat suasana seru. Dan dua kelemahan mereka , karena membawa unsur langitan, ngak bisa peganguang dan tidak bisa mengelola waktu.
Kalau ada uang, uang itu kemungkinan besar di gunakan untuk mempersolek penampilannya. Karena mereka sangat perduli pendapat orang akan diri mereka.
Saya dalam diskusi ini banyak mencatatnya. Sebagian secara aplikasi psikologi saya faham, namun menggabungkan dengan bisnis ya pendekatan mereka jauh lebih membumi. Bisa saya terima dengan sederhana.
Mitra saya melanjutkan lagi. Kalau kaum langitan dengan introvert juga membuat karater baru. Karena orang introvert adalah system person. Maka jika bercampur dengan langitan karater dirinya adalah penyempurna kreatifitas. Dilengkapinya dengan sistem. Mereka senang mengutak-ngatik yang sudah ada, di kasih sistem, di kasih pelengkap.
Kelemahan karakter ini adalah di penduplikasian. Mereka sulit di tiru. Kalau mereka tidak bisa membuat manajemen untuk meniru sistemnya. Mereka tidak akan bisa besar.
Lanjut kang mas, saya menikmati dongengan ini dengan terus meneguk teh hangat camomile.
Introvert dengan manusia bumi membuat seroang yang pelit dan lambat mengambil keputusan. Mereka sangat mempertimbangkan waktu namun harus bersama sistem. Karakter ini bisa dikatakan karakter paling aman. Tidak suka spekulasi. Main aman. Dan yang menjadi cirinya adalah pelit.
Untuk gampang membandingkan, mereka 180 derajat berlawanan dengan kaum langitan yang extrovert itu. Yang satu boros, yang satu pelit. Yang satu banci tampil, yang satu ngumpet.
Sedangkan manusia bumi dikombinasi extrovert adalah manusia yang sangat jago dalam dealing, jago dalam negosiasi, duta atau ambasodor, seroang jago tawar menawar. Kemampuannya meng-konek dengan orang lain adalah kekuatannya. Kelemahannya, kalau tidak ada produk atau produknya jelek, mereka jalan di tempat.
Beri mereka produk setengah bagus, mereka bisa ledakan dengan deal yang luar biasam apa lagi produknya bagus. Jadi raja mereka.
Ok ok, kalau saya apa ya karakternya kira-kira, pak Bun kenal saya lama, kang mas juga...mereka celingukan keduanya..pak Bun nyeletuk, kayaknya kamu bukan kaum langitan bukan manusia bumi, kamu itu asshole jadi sepertinya kamu dari neraka kayaknya...#may peace be upon us
Bahkan saya pribadi kenal beliau sudah 20 tahun kami tidak pernah berbisnis bersama atau bermitra namun banyak proyek saya yang dibantu olehnya. Bisnis utamanya adalah alat berat dan trucking. Jadi kalau saya perlu beckhoe, excavator, bulldozer, truk tronton angkut curah atau bulk, atau flat deck truk. Ngak ada orang lain di kepala saya , hanya ada pak Bun ini.
Booming bisnis batubara 5 tahun yang lalu juga membuatnya mengalami up swing ikut menikmati sukses pengusaha batubara.
Sama seperti booming tambang emas di pantai barat amerika di akhir tahu 1880 an, dimana ribuan quarry tambang emas di gali, jutaan orangpindah dari amreika timur. Dan hanya 5% yang sukses kaya raya sisanya rugi, bangkrut atau hanya impas-impas saja.
Namun penjual dan pembuat sovel atau sekop, merekalah yang panen. Dapat tidak dapat emas, bisnis mereka terjual laris. Begitu juga dunia batubara di tanah air 5-7 tahun yang lalu booming besar-besaran. Yang kaya dan sukses hanya 5%, yang lainnya...mirip cerita penambang emas di pantai barat tadi. Impas atau bangkrut.
Namun pengusaha alat berat dan transportasi, kalau dia tajam tidak masuk di bisnis batubara, akan berkibar. Begitu juga pak Bun ini. dia tajam, hanya berbisnis yang dia paling faham, alat berat dan transportasi darat. Truknya berjumlahlebih dari 1000 unit dan ratusan heavy equipment nya menjadi kontributor bisnis batu bara di kalimantan selatan dan sumatera selatan di era keemasaanya tersebut.
Jadi, kehadiran seorang pak Bun merupakan berkah, apalagi kami bertiga yang memang tidak ada agenda penting, silaturahmi begini yang berdasar pengalaman akan memberikan inside menarik.
Saya membuka komunikasi dengan, kang mas, lanjut mengenai perilaku orang yang extrovet dan introvertnya sama sehingga dia tidak masuk kiri tidak masuk kanan. Tetapi masuk di zona atas bawah. Benar demikian kan.
Atas itu intuitive bawah itu sensing atau sensory.
Ya bener, manusia intuitif bekerja dengan imaginatif kreatifnya, manusia senosry bekerja dengan waktu presisi dan data.
Sebentar, sebentar..pak Bun menyela cerita lanjutnya. Aku faham diskusi ini, kami orang china tau banget hal seperti ini. kami punya kita I ching sudah ribuan tahun yang mempelajari karakter manusia seperti tadi kang mas bicarakan..demikian pak Bun nyerocos dengan bahasa betawi-betawian dengan logat suroboyoan. Wis kalo di denger ngak pas lah , tapi lucu.
Untung milyuner dia, kalau milyuner aneh di bilang nyentrik, kalo kere aneh ya di bilang katro kampungan hehehe.
Gini, katanya yang atas ganti istilah, aku iki wong katro, wong ndeso. Yang atas jadi kaum langitan, yang bawah manusia bumi. Nah begini lebih sederhana. Dari pada sesory, intuitif, aku mengartikannya aja bingung. Katanya sambil cengengesan.
Ini pelajaran standar yang semua pebisnis china tau. Dari engkong aku dulu ya ini diajarinya.
Orang langitan ini senengnya mencipta dan berkreasi. Dibawah tekanan malah mereka semakin kreatif. Mereka ini ngak telaten sama waktu. Mereka ini apa istilahnya, last minute person kali ya. Seneng kerja mepet-mepet waktu.
Hobby mereka menciptakan sesuatu. Apa yangbaru pasti dikerjakan dengan semangat namun jangan heran kalau mereka tidak bisa atau jarang menyelesaikan apa yang mereka kerjakan. Karena..ada sesuatu yangbaru lagi.
Mereka juga tidak tidak bagus bermain sebagai “team player”. Itu kelemahan mereka, dan mereka bisa sukses dengan satu jurus. Harus mendelegasikan. Mereka tidak bisa mendelegasikan karyanya, mereka jalan di tempat.
Cerita pak Bun tadi membuat kami berdua menikmati teh camomile hangat menjadi seru. Lanjut pak..hanya itu yang keluar dari mulut saya.
Ok, kalau manusia bumi, ciri utama nya ada dua hal, nomor satu mereka suka sekali atau pandai berdagang, jual beli. Mereka membuat keuntungan dari “dealing”. Yang kedua adalah, mereka sangat tepat waktu. Manusia yang sangat perduli sama waktu.
Berlawanan 180 derajat dengan kaum langitan yang selalu telat dan tidak menghargai waktu. Manusia bumi memperhatikan waktu. Timing adalah kunci sukses lain dari mereka. Menentukan kapan membeli, kapan menjual dimana selisih keduanya bisa sangat extreem jauh di saat beli di harga terendah dan jual di harga tertinggi.
Bangsa china dasarnya adalah manusia bumi. Mereka bisa di bilang kurang kreatif. Buktinya , mereka hanya bisa mengopi, niru. Semua niru, itu bukti kurang kreatif nya bangsa saya ini.
Kayak seperti semester pertama tahun 2015 ini. banyak orang menahan bergerak. Namun manusia bumi sudah mulai gerilya menyetok barang. Apapun jenisnya, tanah, emas, semua di beli. Dan mulai membeli. Namun jangan salah, mereka tawar setengah harga atau lebih. Kerana banyak orang yang ngak tahan memegang harta di jaman lagi ekonomi turun ini. pengen lepas, ada yang masalah bunga ada yang masalah dagang rugi atau impas-impasan namun rugi ongkos. Lebih baik lepas.
Manusia bumi jadi penadahnya, karena harga murah, timing tepat. Mereka masuk.
Sementara kaum langitan, dimasa seperti ini mereka membuat terobosan inovasi. Begitu kreasi mereka jadi, masa atau waktunya sudah bergeser. Sehingga produk mungkin benar tetapi waktu nya salah. Mereka bekerja karena spontanitas, dan ciri mereka..salah waktu. Namanya juga doyan menciptakan sesuatu yang baru.
Terus pak Bun, kan manusia itu tidak selamanya mutlak satu karakter murni. Pasti ada kombinasi. Dalam i ching ada ngak karakter tersebut di diskusikan. Saya mencoba mengkonfirmasi versi sederhananya.
Pak Bun diam sebentar, opo yo namanya. Mitra saya yang sedari tadi menikmati monolog pak Bun menimpali, begini mas.. kombinasi kaum langitan dan extrover introvert itu menciptakan unsur baru. Shio baru kira-kira bahasa gaulnya.
Manusia tidak melulu langitan murni pasti ada unsur lain yang bisa mempengaruhi hidupnya. Kalau dia bukan yang 50:50 extrover introvertnya maka masuk shio baru. Misalnya extrovertnya 70%, langitannya 60%.
Karakter ini meyukai orang dan kreatif. Seperti artis, presenter, MC. Masuk kategori karakter ini. mereka bisa improvisasi keadaan membuat suasana seru. Dan dua kelemahan mereka , karena membawa unsur langitan, ngak bisa peganguang dan tidak bisa mengelola waktu.
Kalau ada uang, uang itu kemungkinan besar di gunakan untuk mempersolek penampilannya. Karena mereka sangat perduli pendapat orang akan diri mereka.
Saya dalam diskusi ini banyak mencatatnya. Sebagian secara aplikasi psikologi saya faham, namun menggabungkan dengan bisnis ya pendekatan mereka jauh lebih membumi. Bisa saya terima dengan sederhana.
Mitra saya melanjutkan lagi. Kalau kaum langitan dengan introvert juga membuat karater baru. Karena orang introvert adalah system person. Maka jika bercampur dengan langitan karater dirinya adalah penyempurna kreatifitas. Dilengkapinya dengan sistem. Mereka senang mengutak-ngatik yang sudah ada, di kasih sistem, di kasih pelengkap.
Kelemahan karakter ini adalah di penduplikasian. Mereka sulit di tiru. Kalau mereka tidak bisa membuat manajemen untuk meniru sistemnya. Mereka tidak akan bisa besar.
Lanjut kang mas, saya menikmati dongengan ini dengan terus meneguk teh hangat camomile.
Introvert dengan manusia bumi membuat seroang yang pelit dan lambat mengambil keputusan. Mereka sangat mempertimbangkan waktu namun harus bersama sistem. Karakter ini bisa dikatakan karakter paling aman. Tidak suka spekulasi. Main aman. Dan yang menjadi cirinya adalah pelit.
Untuk gampang membandingkan, mereka 180 derajat berlawanan dengan kaum langitan yang extrovert itu. Yang satu boros, yang satu pelit. Yang satu banci tampil, yang satu ngumpet.
Sedangkan manusia bumi dikombinasi extrovert adalah manusia yang sangat jago dalam dealing, jago dalam negosiasi, duta atau ambasodor, seroang jago tawar menawar. Kemampuannya meng-konek dengan orang lain adalah kekuatannya. Kelemahannya, kalau tidak ada produk atau produknya jelek, mereka jalan di tempat.
Beri mereka produk setengah bagus, mereka bisa ledakan dengan deal yang luar biasam apa lagi produknya bagus. Jadi raja mereka.
Ok ok, kalau saya apa ya karakternya kira-kira, pak Bun kenal saya lama, kang mas juga...mereka celingukan keduanya..pak Bun nyeletuk, kayaknya kamu bukan kaum langitan bukan manusia bumi, kamu itu asshole jadi sepertinya kamu dari neraka kayaknya...#may peace be upon us
“kalau anda merasa berat membangun impian sendiri, coba berhenti lalu menjadi pegawai kembali dan mulailah membangun impian orang lain.
Mana lebih berat?!”
Menjadi pemegang saham minoritas tidak apa-apa selama dapat jatah di executive dewan direksi. Atau sebagai salah satu komisaris sebagai lembaga legislative di perusahaan. Jadi angota DPR di perusahaan. Tapi, di posisi minoritas secara suara tidak berada di executive juga di komisarsi, praktis tidak bisa mengikuti dinamika keseharian di dalam organisasi.
Persis seperti anggota biasa di sebuah partai.
Yang bermain ya di kedua posisi tadi, kita hanya pendukung, team sorak. Kalau putusan mereka benar kita senang, kalau salah ya kita terima kalah. Yang jadi masalah adalah kalau anda memiliki capbilitas, kemampuan dan ketrampilan di bidang tersebut tapi tidka di executive dan tidak di legislative. Ini persis seperti laskar tak berguna.
Inilah agaknya yang membuat banyak individu memecah diri membentuk partai baru, agar berdaulat, agar ada pipilie, corong buat aspirasi. Enaknya di sisi pengusaha adalah kita tidak perlu membuat keluar partai dan membuat partai baru. Anda bisa tetap di perusahaan tersebut sebagai minority owner, duduk manis. Kalau anda mau buat baru lagi juga ngak apa-apa. buat perusahaan sejenis, masuk pasar lagi.
Perusahaan yang lama tidak bisa apa-apa juga pemegang saham mayoritasnya. Ngak ada aturan yang melarang anda tidak boleh membuat perusahaan sejenis dengan mitra baru.
Inilah yang dialog kami dalam diskusi RUPS lanjutan hari ini seharian. Saya tetap tidak mau equity call? Porsi saya minta tetap non-deluted, golden share!!. Mengenai pemenuhan kewajiban pinjaman 11,4M saya sarankan pinjam menggunakan bank, atau di refinance bahasa lainnya.
Nah disinilah perdebatan terjadi . ngak bisa pak wowiek, kami sebagai pemegang saham mayoritas tidak setuju pinjaman lagi. Kami memilih equity. Benar yang dikatakan saya minoritas. Bahkan kalau voting saya kalah suara. Maka saya tidak mau voting.
Begini pak, anda semua boleh punya pendapat, namun hal ini hingga posisi saat ini kontribusi masing-masing sebenarnya sama, anda semua (mitra saya korporasi besar sehingga kalau RUPS direksi 4 orang datang) sementara saya adalah pstikulir, sendiri. saya lanjutkan, dari asset 600 juta di awal saat ini memiliki atau akan memiliki 95% dari 21 M adalah ketrampilan financial engineering yang di setujui bersama di awal kita memulainya.
Saat ini dengan equty call, anda paksa saya mengecilkan saham dan itu ngak fair, karena ada gain yang hak saya dimakan. Kakalu dengan mitra40 tidak ada masalah itu. Mereka hanya lost opportunities. Kalau saya adalah lost gain. Hilang pendapatan.
Pak wowiek, maaf..kami ngak niat mendelusi bapak, kata satu direksi keuangan yang memang sopan orangnya. Tapi kami terpaksa pak. Posisi kami kalau loan atau pinjaman akan menjadi beban tambahan jika “shit happen” cicilan dan pokok tidak bisa dicapai oleh proyek itu. Katakanlah dalam 6 bulan proyek tyersebut shut down apapun alasannya, maka kewajiban bunga dan pokok akan menjadi tanggungan kita dan kita kedapan selama 2 tahun sedang melakukan hal yang besar kapitalisasinya.
Pasti ke call kita sama bank, call 5 terjadi proyek kita ini hilang pak. Bukan untung malah bunting. Karena itu kita minta equity call sesuai porsi saham atau saham bapak terdelusi. Sebenarnya harta bapak tidak berkurang. Hanya porsi saham mengecil. Kalau bapak lihat peluang sebaiknya bapak setor sesuai porsi pak.
Saya lihat peluang pak, jawab saya. ini untung sudah ditangan. Tinggal cara mengambilnya saja yang beda. Bapak mau equity saya mau pinjam refinance. Pinjam tanggung bersama. Ini seperti beli laptop saja pak. Mau tunai 12 juta atau dibayar 12 kali dengan kredit card. Ada beban bunga memang tapi laptopnya kan buat kerja, yang bisa menghasilkan 12 juta dalam setahun kira-kira.
Saya beranalogi.
Benar pak, tapi kalau dalam kurun waktu “shit happen” pak. Bagaimana? Kami hanya ingin aman saja pak. Bukan mau delute bapak, mohon di pahami.
Saya memahami posisi mereka dimana saya katakana lagi, pak resiko itu ada, tapi kita ada 3 kontrak yang membuat secure dalam 5 tahun kedepan dan itu sangat calculated, alias marketing risk nya hampir zero. Resiko penjualan dan revenue hampir tidak ada. Saya berargumen.
Yaitu pak, kenapa bapak ngak nyetor saja, tanya direksi satu lagi kepada saya.
Ini dia nih dalam hati saya, orang kalau sudah punya mau sulit di tekuk. Ketampilan negosiasi dilapangan begini ngak ada di dunia kursus motivasi. Bisa-bisa trainernya masih umur duapuluhan, duduk di hadapan professional bangkotan belum pernah sama sekali.
Saya mulai mangkel kalau beda pendapat yang keras kepala begini. Namun saya ingat, vibrasi kesal saya naik, mereka akan tangkap dan baca dan pasti saya kalah. Kalau berhadapan sama macam tatap terus mata mereka. Sekali anda geming berpaling anda di terkamnya. Apa lagi “your enemy can smell your fear”, musuh mu bisa mencium rasa takut mu.
Menjaga vibrasi jauh lebih penting dari pada memilih kata yang tepat. Memilih micro ekspresi terpancar dengan benar agar mereka tidak bisa membaca anda jauh lebih penting. Kunci keduanya adalah menjaga hati stabil, tenang. Teori dikursus-kursus seperti mirroring, pacing leading dan banyak lagi istikah bisa jadi bubar karena mulai kesal atau panik. Black belt karateka jurusnya bisa bubar ketemu preman pasar tukang tusuk. Apa lagi dikeroyok.
Saya memilih ke toilet sebentar. Itu adalah cara saya menjaga jeda. Itulah cara saya biar mereka berdiskusi. Saya tahu pasti ada value yang saya argumenkan kena di salah satu mereka, biar mereka diskusi saya juga atur nafas dan grounding sebentar. Saya gibberish sebentar.
Ketika saya masuk, saya buka pertanyaan, bagaimana? Ada alternative lain di usulkan. Tadi kita diskusi satu ketimu satu ke barat. Kalau ada saran lain yang bisa sama sama senang bisa saya pertimbangkan.
Ada pak, kata si tukang senyum namun agak tipis sih senyum nya, senyum orang pinter, pinter keminter sih hahaha. Bagaimana kalau kami BUY OUT saham bapak di nilai appraisal saat ini. Ini harga terbaik pak., kami ambil alih resikonya.
Dalam hati, pinter aja loe ngomong ambil resiko, orang resiko ngak ada .
Saya tidak boleh berekspresi, harus poker face pooolll.
Setekah jeda sebentar, ke 4 orang yang duduk di hadapan saya, di tambah satu komisaris di sisi kanan ujung meja, di tambah 2 orang legal di samping saya, saya tatap satu persatu.
Lalu saya katakan, bagaimana kalau nilai sekarang kalikan 1,5 kali dari nilai sekarang saya ambil saham bapak-bapak 100% dan proyek anda di P. saya tahu itu kalian mau lepas. Saya beli bulk price. No bargain. Harga borongan dan ngak mau di tawar.
Sekarang mereka bergeming, wajah ke lima orang di depan saya bergeser mikro ekspresinya. Kebanyakan ekspresi kaget, namun ada juga yang melihat peluang namun ada yang menatap sebel dan terbaca benci, dan marah. Kesan tidak suka pastinya.
Ekspresi ini bisa juga di artikan ide saya di setujui tapi gue ngak mau kalau loe yang ambil, begitu kira-kita. Bagi saya hafal sudah ekspresi-ekspresi seperti ini. Selain makan sekolah 6 tahun, 25 tahun di dunia korporasi plus pengusaha membuat snap judgement saya kecil melesatnya, walaupun bisa saja salah.
Mereka menjawa, kami minta waktu pak. Dan saya jawab, jangan, saya tidak bisa menunggu, ya atau tidak itu saja putuskan. Toh yang rapat juga kalian berlima, waktu sekrang saja. Ini yang saya tahu “minta waktu” bisa membuat scenario bubar. BUY NOW dan scarcity keterbatasan yang saya gunakan. Saya ngak punya waktu, keluar ruangan ini ngak ada keputusan, penawaran batal.
Saya tahu sekali di proyek P mereka sudah desperade, itu mungkin advantage posisi saya. mereka tidak focus di proyek PT A sekarang. Penawaran yang tidak bisa di tolak adalah solusi di proyek P tersebut. Info sebelum meeting akan persoalan mereka di P menjadi solusi bersama sekarang. Mereka keluar saya dapat aset solvabilitas baru.
Saya keluar ruangan berfikir. Bagaimana cara saya bayar nilai 1,5 kali nilai proyek tersebut. Dalam dunia poker… Ini bluffing gertakan, gebrakan di meja ,saya masuk dengan cek tertulis . Kartu saya sebenarnya hanya dua pair. Kartu mereka saya yakin lebih baik minimum ada threes bahkan full house, namun saya yakin mereka keder jiper dengan tarohan di meja saja saat ini yang saya letakan. Sekarang saya sudah tulis cek di meja, cek itu masih kosong. Saya berfikir keras bagaimana mengisinya. # May peace be upon us
Menjadi pemegang saham minoritas tidak apa-apa selama dapat jatah di executive dewan direksi. Atau sebagai salah satu komisaris sebagai lembaga legislative di perusahaan. Jadi angota DPR di perusahaan. Tapi, di posisi minoritas secara suara tidak berada di executive juga di komisarsi, praktis tidak bisa mengikuti dinamika keseharian di dalam organisasi.
Persis seperti anggota biasa di sebuah partai.
Yang bermain ya di kedua posisi tadi, kita hanya pendukung, team sorak. Kalau putusan mereka benar kita senang, kalau salah ya kita terima kalah. Yang jadi masalah adalah kalau anda memiliki capbilitas, kemampuan dan ketrampilan di bidang tersebut tapi tidka di executive dan tidak di legislative. Ini persis seperti laskar tak berguna.
Inilah agaknya yang membuat banyak individu memecah diri membentuk partai baru, agar berdaulat, agar ada pipilie, corong buat aspirasi. Enaknya di sisi pengusaha adalah kita tidak perlu membuat keluar partai dan membuat partai baru. Anda bisa tetap di perusahaan tersebut sebagai minority owner, duduk manis. Kalau anda mau buat baru lagi juga ngak apa-apa. buat perusahaan sejenis, masuk pasar lagi.
Perusahaan yang lama tidak bisa apa-apa juga pemegang saham mayoritasnya. Ngak ada aturan yang melarang anda tidak boleh membuat perusahaan sejenis dengan mitra baru.
Inilah yang dialog kami dalam diskusi RUPS lanjutan hari ini seharian. Saya tetap tidak mau equity call? Porsi saya minta tetap non-deluted, golden share!!. Mengenai pemenuhan kewajiban pinjaman 11,4M saya sarankan pinjam menggunakan bank, atau di refinance bahasa lainnya.
Nah disinilah perdebatan terjadi . ngak bisa pak wowiek, kami sebagai pemegang saham mayoritas tidak setuju pinjaman lagi. Kami memilih equity. Benar yang dikatakan saya minoritas. Bahkan kalau voting saya kalah suara. Maka saya tidak mau voting.
Begini pak, anda semua boleh punya pendapat, namun hal ini hingga posisi saat ini kontribusi masing-masing sebenarnya sama, anda semua (mitra saya korporasi besar sehingga kalau RUPS direksi 4 orang datang) sementara saya adalah pstikulir, sendiri. saya lanjutkan, dari asset 600 juta di awal saat ini memiliki atau akan memiliki 95% dari 21 M adalah ketrampilan financial engineering yang di setujui bersama di awal kita memulainya.
Saat ini dengan equty call, anda paksa saya mengecilkan saham dan itu ngak fair, karena ada gain yang hak saya dimakan. Kakalu dengan mitra40 tidak ada masalah itu. Mereka hanya lost opportunities. Kalau saya adalah lost gain. Hilang pendapatan.
Pak wowiek, maaf..kami ngak niat mendelusi bapak, kata satu direksi keuangan yang memang sopan orangnya. Tapi kami terpaksa pak. Posisi kami kalau loan atau pinjaman akan menjadi beban tambahan jika “shit happen” cicilan dan pokok tidak bisa dicapai oleh proyek itu. Katakanlah dalam 6 bulan proyek tyersebut shut down apapun alasannya, maka kewajiban bunga dan pokok akan menjadi tanggungan kita dan kita kedapan selama 2 tahun sedang melakukan hal yang besar kapitalisasinya.
Pasti ke call kita sama bank, call 5 terjadi proyek kita ini hilang pak. Bukan untung malah bunting. Karena itu kita minta equity call sesuai porsi saham atau saham bapak terdelusi. Sebenarnya harta bapak tidak berkurang. Hanya porsi saham mengecil. Kalau bapak lihat peluang sebaiknya bapak setor sesuai porsi pak.
Saya lihat peluang pak, jawab saya. ini untung sudah ditangan. Tinggal cara mengambilnya saja yang beda. Bapak mau equity saya mau pinjam refinance. Pinjam tanggung bersama. Ini seperti beli laptop saja pak. Mau tunai 12 juta atau dibayar 12 kali dengan kredit card. Ada beban bunga memang tapi laptopnya kan buat kerja, yang bisa menghasilkan 12 juta dalam setahun kira-kira.
Saya beranalogi.
Benar pak, tapi kalau dalam kurun waktu “shit happen” pak. Bagaimana? Kami hanya ingin aman saja pak. Bukan mau delute bapak, mohon di pahami.
Saya memahami posisi mereka dimana saya katakana lagi, pak resiko itu ada, tapi kita ada 3 kontrak yang membuat secure dalam 5 tahun kedepan dan itu sangat calculated, alias marketing risk nya hampir zero. Resiko penjualan dan revenue hampir tidak ada. Saya berargumen.
Yaitu pak, kenapa bapak ngak nyetor saja, tanya direksi satu lagi kepada saya.
Ini dia nih dalam hati saya, orang kalau sudah punya mau sulit di tekuk. Ketampilan negosiasi dilapangan begini ngak ada di dunia kursus motivasi. Bisa-bisa trainernya masih umur duapuluhan, duduk di hadapan professional bangkotan belum pernah sama sekali.
Saya mulai mangkel kalau beda pendapat yang keras kepala begini. Namun saya ingat, vibrasi kesal saya naik, mereka akan tangkap dan baca dan pasti saya kalah. Kalau berhadapan sama macam tatap terus mata mereka. Sekali anda geming berpaling anda di terkamnya. Apa lagi “your enemy can smell your fear”, musuh mu bisa mencium rasa takut mu.
Menjaga vibrasi jauh lebih penting dari pada memilih kata yang tepat. Memilih micro ekspresi terpancar dengan benar agar mereka tidak bisa membaca anda jauh lebih penting. Kunci keduanya adalah menjaga hati stabil, tenang. Teori dikursus-kursus seperti mirroring, pacing leading dan banyak lagi istikah bisa jadi bubar karena mulai kesal atau panik. Black belt karateka jurusnya bisa bubar ketemu preman pasar tukang tusuk. Apa lagi dikeroyok.
Saya memilih ke toilet sebentar. Itu adalah cara saya menjaga jeda. Itulah cara saya biar mereka berdiskusi. Saya tahu pasti ada value yang saya argumenkan kena di salah satu mereka, biar mereka diskusi saya juga atur nafas dan grounding sebentar. Saya gibberish sebentar.
Ketika saya masuk, saya buka pertanyaan, bagaimana? Ada alternative lain di usulkan. Tadi kita diskusi satu ketimu satu ke barat. Kalau ada saran lain yang bisa sama sama senang bisa saya pertimbangkan.
Ada pak, kata si tukang senyum namun agak tipis sih senyum nya, senyum orang pinter, pinter keminter sih hahaha. Bagaimana kalau kami BUY OUT saham bapak di nilai appraisal saat ini. Ini harga terbaik pak., kami ambil alih resikonya.
Dalam hati, pinter aja loe ngomong ambil resiko, orang resiko ngak ada .
Saya tidak boleh berekspresi, harus poker face pooolll.
Setekah jeda sebentar, ke 4 orang yang duduk di hadapan saya, di tambah satu komisaris di sisi kanan ujung meja, di tambah 2 orang legal di samping saya, saya tatap satu persatu.
Lalu saya katakan, bagaimana kalau nilai sekarang kalikan 1,5 kali dari nilai sekarang saya ambil saham bapak-bapak 100% dan proyek anda di P. saya tahu itu kalian mau lepas. Saya beli bulk price. No bargain. Harga borongan dan ngak mau di tawar.
Sekarang mereka bergeming, wajah ke lima orang di depan saya bergeser mikro ekspresinya. Kebanyakan ekspresi kaget, namun ada juga yang melihat peluang namun ada yang menatap sebel dan terbaca benci, dan marah. Kesan tidak suka pastinya.
Ekspresi ini bisa juga di artikan ide saya di setujui tapi gue ngak mau kalau loe yang ambil, begitu kira-kita. Bagi saya hafal sudah ekspresi-ekspresi seperti ini. Selain makan sekolah 6 tahun, 25 tahun di dunia korporasi plus pengusaha membuat snap judgement saya kecil melesatnya, walaupun bisa saja salah.
Mereka menjawa, kami minta waktu pak. Dan saya jawab, jangan, saya tidak bisa menunggu, ya atau tidak itu saja putuskan. Toh yang rapat juga kalian berlima, waktu sekrang saja. Ini yang saya tahu “minta waktu” bisa membuat scenario bubar. BUY NOW dan scarcity keterbatasan yang saya gunakan. Saya ngak punya waktu, keluar ruangan ini ngak ada keputusan, penawaran batal.
Saya tahu sekali di proyek P mereka sudah desperade, itu mungkin advantage posisi saya. mereka tidak focus di proyek PT A sekarang. Penawaran yang tidak bisa di tolak adalah solusi di proyek P tersebut. Info sebelum meeting akan persoalan mereka di P menjadi solusi bersama sekarang. Mereka keluar saya dapat aset solvabilitas baru.
Saya keluar ruangan berfikir. Bagaimana cara saya bayar nilai 1,5 kali nilai proyek tersebut. Dalam dunia poker… Ini bluffing gertakan, gebrakan di meja ,saya masuk dengan cek tertulis . Kartu saya sebenarnya hanya dua pair. Kartu mereka saya yakin lebih baik minimum ada threes bahkan full house, namun saya yakin mereka keder jiper dengan tarohan di meja saja saat ini yang saya letakan. Sekarang saya sudah tulis cek di meja, cek itu masih kosong. Saya berfikir keras bagaimana mengisinya. # May peace be upon us
Langganan:
Postingan (Atom)