Itulah tulisan yang ada di detik.com jam 11
siang tanggal 13 November 2012 setelah dari pagi rapat di gedung MK. Bagi
sebagian orang pasti bertanya-tanya ada apa gerangan. Namun bagi kami efeknya
jauh lebih
membingungkan.
Sebagai pengusaha yang bersentuhan dengan BP migas, kami cukup gelagepan, kami lagi di jawa tengah dan jawa timur harus segera balik kejakrta untuk melihat konstalasi tindakan pemerintah. 3 buah kontrak kami sedang berlangsung dan 2 lagi dalam tahap HOA head of agreement. Ini membuat banyak pengusahan merasa lemahnya kekuatan hukum di indoensia yang bisa berubah haluannya hingga taraf tak terduga seperti sebuah lembaga yang dijalankan 2001 ternyata cacat hukum. Lembaga ini sangat powerful dimana ada lebih 300 kontrak karya yang terlibat disana mendadak menjadi bingung semua. Karena semua menjadi tidak pasti.
‘
Benar secata teknis kedaulatan BP Migas di tutup di pindahkan ke kementrian ESDM yang nota bene tidak siap. Dirjen migas saat ini ibu Evita langsung dibebani pekerjaan yang overload. Adalagi masalah yang membingungkan. Anggaran 300juta USD pertahun BP migas untuk 600 karyawan menmbuat kita semua ternganga karena artinya rata2 biaya per karyawan bisa 1 milyar pertahun. Hebat sekali gajih pegawai BP Migas tersebut, siapa yang nagging sekarang mentri ESDM denagn gajih eselon berapa..mana kuat kementrian menaggung salary 600 karyawan yang sudah keenakan selama 11 tahun!
Sebagai informasi, saya yakin selama 3-6 bulan ke depan mentri ESDM pasti tidak akan membuat HOA baru apalagi GSA atau Gas Sales Agreement baru. lalu bagaimana dengan sumur gas di berbagai daerah yang akan berproduksi di tahun 2014-2015. Seperti sumur BD huskey, sumur terang sirasun batur, sumur MDA, sumur poleng, sumur west kangean ? ada lebih dari 500MMSFC/day produksi yang tidak terserap karena GSA tidak ditanda tangani. Atau 15 000 MT /hari equivalen gasoline oil.
Dimana itu semua menjadi potensi kerugian Negara perhari.
Saya tahu sekali kesalahan BP Migas salah satunya adalah tidak menyiapkan gas untuk PLN sehingga PLN harus menggunakan diesel oil sebagai picker atau sebagai fuel burner dari power plant. Power plant di Indoensia 50% saat ini menggunakan batubara dimana harga per KWH adalah Rp 880. Dengan gas sebagai feuled power plant harga menjadi Rp 1250. Namun menggunakan gasoline harga menjadi Rp 4.100 per kwh.
Inilah yang membuat PLN merugi. Power plant tambak lorok disemarang harus di tutup karena tidak tersedia gas!!! Kenapa saya bisa tahu samapi detail sekali akan hal ini?!. Ini karena perusahaan saya PT SPP sampai 5 tahun meminta gas tersebut yang berlebihan, yang terbuang, yang menjadi flare di bakar tidak pernah di luluskan permintaaanya, dan kemudian baru di beri dengan jumlah sedikit sekali. Karena kami pribumi, karena kami local, karena kami tidak mempunyai gandolan politik dan banyak lain alasan lagi kekurangan kami. Namun sampai kapanpun kami tidak berubah, tetap local, tetap tidak berpolitik.
Dilain masalah lagi ada hal yang gampang di analisa. Misalnya pengusaha batu bara, mereka memiliki konsesi, IUP dan lain sebgainya sejumalh 300 juta Metric ton cadangannya. Lalu tanpa digali, sertifikat isi perut bumi tadi di jaminkan. Ini bankable, ini bisa mengeduk duit dimuka dari para investor di bursa saham. Baru di explorasi!
Di Indonesia cadangan minyak dan gas selama 60 tahun ke depan diperkirakan secara kasar senilai USD 55.000 triliun dolar ( catatan hutang kita 1200 triliun rupiah) bisa di forward di jamikan seperti kasus diatas sehingga kita bisa memiliki uang sekarang (present). dan kalau saja 5% cadangan tersebut di jaminkan atau menjadi kolateral maka hutang Indonesia sudah lunas). Mirisnya cadangan tersebut dipegang asing. Asing lah yang menggadaikan dan menjaminkan masa depan isi bumi tanah air Indonesia. Ini sebuah ke goblok an sistemik!!! Murka sekali saya dan saya jujur, menyetujui putusan MK membubarkan BP MIgas ini, walaupun bagian dari kebingungan namun untuk kebaikan bangsa, saya setuju.
Sekali lagi, jangan lah di kasih itu asing asing menjajah bangsa ini untuk yang keberapa kalinya. Stop lah kebodohan dengan keuntungan sesaat. Ini semua milik anak cucu bangsa indoensia. Mulai sekarang dan selanjutnya harus diberi prosi terbesar putra bangsa Indonesia. Kita bisa mengelola minyak dan gas bumi ini. Kita punya SDM kita punya segalanya. MARI BUNG REBUT KEMBALI ! # peace be upon us
Sebagai pengusaha yang bersentuhan dengan BP migas, kami cukup gelagepan, kami lagi di jawa tengah dan jawa timur harus segera balik kejakrta untuk melihat konstalasi tindakan pemerintah. 3 buah kontrak kami sedang berlangsung dan 2 lagi dalam tahap HOA head of agreement. Ini membuat banyak pengusahan merasa lemahnya kekuatan hukum di indoensia yang bisa berubah haluannya hingga taraf tak terduga seperti sebuah lembaga yang dijalankan 2001 ternyata cacat hukum. Lembaga ini sangat powerful dimana ada lebih 300 kontrak karya yang terlibat disana mendadak menjadi bingung semua. Karena semua menjadi tidak pasti.
‘
Benar secata teknis kedaulatan BP Migas di tutup di pindahkan ke kementrian ESDM yang nota bene tidak siap. Dirjen migas saat ini ibu Evita langsung dibebani pekerjaan yang overload. Adalagi masalah yang membingungkan. Anggaran 300juta USD pertahun BP migas untuk 600 karyawan menmbuat kita semua ternganga karena artinya rata2 biaya per karyawan bisa 1 milyar pertahun. Hebat sekali gajih pegawai BP Migas tersebut, siapa yang nagging sekarang mentri ESDM denagn gajih eselon berapa..mana kuat kementrian menaggung salary 600 karyawan yang sudah keenakan selama 11 tahun!
Sebagai informasi, saya yakin selama 3-6 bulan ke depan mentri ESDM pasti tidak akan membuat HOA baru apalagi GSA atau Gas Sales Agreement baru. lalu bagaimana dengan sumur gas di berbagai daerah yang akan berproduksi di tahun 2014-2015. Seperti sumur BD huskey, sumur terang sirasun batur, sumur MDA, sumur poleng, sumur west kangean ? ada lebih dari 500MMSFC/day produksi yang tidak terserap karena GSA tidak ditanda tangani. Atau 15 000 MT /hari equivalen gasoline oil.
Dimana itu semua menjadi potensi kerugian Negara perhari.
Saya tahu sekali kesalahan BP Migas salah satunya adalah tidak menyiapkan gas untuk PLN sehingga PLN harus menggunakan diesel oil sebagai picker atau sebagai fuel burner dari power plant. Power plant di Indoensia 50% saat ini menggunakan batubara dimana harga per KWH adalah Rp 880. Dengan gas sebagai feuled power plant harga menjadi Rp 1250. Namun menggunakan gasoline harga menjadi Rp 4.100 per kwh.
Inilah yang membuat PLN merugi. Power plant tambak lorok disemarang harus di tutup karena tidak tersedia gas!!! Kenapa saya bisa tahu samapi detail sekali akan hal ini?!. Ini karena perusahaan saya PT SPP sampai 5 tahun meminta gas tersebut yang berlebihan, yang terbuang, yang menjadi flare di bakar tidak pernah di luluskan permintaaanya, dan kemudian baru di beri dengan jumlah sedikit sekali. Karena kami pribumi, karena kami local, karena kami tidak mempunyai gandolan politik dan banyak lain alasan lagi kekurangan kami. Namun sampai kapanpun kami tidak berubah, tetap local, tetap tidak berpolitik.
Dilain masalah lagi ada hal yang gampang di analisa. Misalnya pengusaha batu bara, mereka memiliki konsesi, IUP dan lain sebgainya sejumalh 300 juta Metric ton cadangannya. Lalu tanpa digali, sertifikat isi perut bumi tadi di jaminkan. Ini bankable, ini bisa mengeduk duit dimuka dari para investor di bursa saham. Baru di explorasi!
Di Indonesia cadangan minyak dan gas selama 60 tahun ke depan diperkirakan secara kasar senilai USD 55.000 triliun dolar ( catatan hutang kita 1200 triliun rupiah) bisa di forward di jamikan seperti kasus diatas sehingga kita bisa memiliki uang sekarang (present). dan kalau saja 5% cadangan tersebut di jaminkan atau menjadi kolateral maka hutang Indonesia sudah lunas). Mirisnya cadangan tersebut dipegang asing. Asing lah yang menggadaikan dan menjaminkan masa depan isi bumi tanah air Indonesia. Ini sebuah ke goblok an sistemik!!! Murka sekali saya dan saya jujur, menyetujui putusan MK membubarkan BP MIgas ini, walaupun bagian dari kebingungan namun untuk kebaikan bangsa, saya setuju.
Sekali lagi, jangan lah di kasih itu asing asing menjajah bangsa ini untuk yang keberapa kalinya. Stop lah kebodohan dengan keuntungan sesaat. Ini semua milik anak cucu bangsa indoensia. Mulai sekarang dan selanjutnya harus diberi prosi terbesar putra bangsa Indonesia. Kita bisa mengelola minyak dan gas bumi ini. Kita punya SDM kita punya segalanya. MARI BUNG REBUT KEMBALI ! # peace be upon us