Minggu, 25 Oktober 2015
“Setiap hari adalah HARI BESAR kalau anda mengerjakan hal yang anda cintai bersama orang yang anda cintai. yang membuat hari anda "biasa saja, atau bahkan hari buruk" adalah mengerjakan sesuatu yg anda benci apa lagi bersama orang yang tidak korporatif”
2 minggu yang lalu saya mendapat pesan dari sahabat lama yang menjadikan hal wajib dilaksanakan bahkan bisa langsung merubah jadwal hari tersebut. secara rencana sabtu malam minggu ada acara makan-makan dengan keluarga namun harus di geser ke minggu malam berhubung pesan singkat sahabat lama tersebut.
Isinya “ Hari sabtu ini 1 tahun bokap, (almarhum Ibrahim Risjad)..loe datang ya. Pengajian terus kumpul-kumpul saudara dan teman-teman di rumah bokap yang di pondok indah?!” . Mendapat pesan tersebut saya langsung rubah jadwal . saya pun langsung menuju tempat pengajian dan memenuhi undangan tersebut. beliau adalah salah satu putra pak Ibrahim Risjad yang saya kenal dekat lebih dari 25 tahun. Keluarga tersebut juga demikian saya kenal lama. Sehingga kalau menyeletuk ya seenaknya dan itu nyaman-nyaman saja. Canda dan gurauan sudah luar dalam kami saling mengenal. Bahkan di pertengahan tahun 90an kami memiliki usaha bersama namun kandas karena di terjang krisis ekonomi tahun 1998.
Saya secara pribadi memiliki beberapa kenangan dg pak Ibrahim risjad dimana misalnya di tahun 1996 sepulang berhaji saya menggunakan atribut gamis dan berjanggut datang ke kantor beliau. Itu adalah hal biasa bagi saya bergamis juga para sahabat di jamaah tablik, sama semua gayanya dan saya salah satunya. Melihat gaya berbusana dan penampilan tersebut ada di kantor pusat risjadson maka almarhum pak Ibrahim pernah berujar itu wowiek sekarang anggota GAM ya..hahaha ( catatan : kala itu jaman regim soeharto yg sedang malaksanakan DOM di aceh) tak ada orang berornamen seperti saya di jalan-jalan apa lagi berbisnis.
Noted : dalam saya menulis status ada hal yang saya tidak pernah saya singgung adalah mengenai perjalanan spiritual, keagamaan dan masalah dunia percintaan. Hal tersebut sangat pribadi dan tidak mungkin jadi konsumsi publik. Mohon maaf jadi cerita tentang gamis tadi berhenti sampai disini dan tidak dilanjutkan adapun maksud saya menulis cerita diatas untuk memberi gambaran kedekatan hubungan pertemanan kami . (note ini harusnya berhuruf miring jadi pakai imaginasi saja ya miringnya )
Jadi memory kenangan romatisme hubungan perkenalan lebih 25 tahun sejak masih kuliah merantau di negeri seberang hingga saat ini tentunya banyak kisah seru yang bisa jadi cerita bersambung. Namun fokus tulisan kali ini bukan seputar keluarga sahabat saya tersebut, juga bukan cerita hubungan kami, namun informasi terjadi dikala para pengusahaan itu berkumpul. Singkat kata,selesai pengajian dan doa bersama sampai lah acara ramah tamah di halaman belakang rumah. Maka berkumpulan para pengusaha, para mitra bisnis, para funder dan investor di halaman belakang tersebut.
kalau misalnya dalam board pasar saham bursa efek di Indonesia ada 400 an perusahaan yang berstatus tbk atau perusahaan terbuka maka mungkin 20% pemiliknya malam itu hadir disana. Benar-benar pertemuan informal yang langka. Dan disanalah saya semalaman. Kalau di tanya berapa yang saya kenal secara personal dari yang hadir di halaman belakang tersebut. bisa di katakan saya mengenal hampir 80% dengan rentang waktu perkenalan lebih dari 10-25 tahunan. Karena sebagaian kenalan di masa kuliah, kemudian sebagian adalah perkenalan dari bisnis meeting seperti ini. Tentunya walaupun saya no body, berasal dari keluarga biasa saja , namun ada pengaruhnya juga penampilan diri beberapa kali di layar kaca sebagai pengamat teroris dan terakhir sering diminta membaca ekspresi wajah atau disebut pakar ekspresi mikro dari wajah seseorang. Setidaknya nama saya atau tampang saya ada yang ingat.
Jelas, 6 tahun kuliah di negeri seberang, mempelajari ilmu terapan psikologi ini ada manfaatnya setelah 25 tahun dipelajari. Sehingga setiap bertemu dengan sabahat lama tersebut pasti bergunjing hal-hal seputar gossip seputar pusat pemerintahan dimina kesannya saya memiliki kedekatan dengan militer atau jajaran petinggi kepolisian terutama dunia intelegen. Dan secara bisnis informasi seperti ini yang mereka butuhkan sebagai pengusaha yang tidak berpolitik namun harus faham politik dan dekat dengan politik walau tetap berjarak.
Sehingga sepengatuhan saya, kalau mereka berada dikalangan yang mereka kenal baik maka informasi mereka berikan sangat terbuka, nyata dan akurat. Dan ini penting sekali untuk sebuah keputusan bisnis yang akan dilakukan. Dan malam itu adalah salah satunya. Saya bahkan terkejut-kejut dengan rencana bisnis yang mereka sedang garap.
Misalnya (maaf saya tidak sebut nama namun hanya initial) si K yang merupakan kerabat liem swie liong sedang membangun pelabuhan besar di jawa barat. Dia memaparkan bahwa jalur laut pengiriman barang di jawa barat saat ini maih bergantung pada tanjung priok . bisa di bayangkan, hasil textile bandung, atau produksi tasikmalaya, garut, kerawang, cikampek semua ke tanjung priok lewat Jakarta. Ini membuat tidak efektif dan berbiaya mahal. Mengirim via Cirebon pelabuhanya belum layak malah sudah lebih focus ke terminal batubara. Maka mereka membangun di lokasi dekat Cirebon, sekitar 100 KM barat Cirebon, sehingga dari berbagai kota sekitar bisa menggunakan pelabuhan tersebut. tanah 5000 ha sdh di bebaskan, izin lengkap, depo kilang minyak sdh siap, power plant sedang progress, captive buyer dari banyaknya pengusaha jepang yang memindahkan pabrik dari jepang ke jawa barat 5 tahun kedepan ada lebih dari 1500 perusahaan sudah MOU. Itu proyek gila, dan pengeraknya swasta murni. Business to business. Yang nantinya jika beroperasi penuh ditahun 2020 bisa menyerap 1 juta pekerja.
Seorang lagi sedang membangun kawasan industry untuk integrated smelter di Kalimantan. Sehingga nickel, copper, iron ore, batubara dll di pusatkan terintegrasi di sana. Ita semua tahu bahwa kita tidak boleh lagi mengeksport bahan baku, harus barang jadi. Kawasan ini bisa menjadi pengumpul bahan jadi dari proses smelter tadi.begitu kami diperlihatkan masterplannya..asli, it’s a jaw dropping membuat rahang menganga, mengagumkan. Jika beroperasi di tahun 2017/18 seluruhnya memerlukan 200.000 tenaga kerja disana.
Yang satu lagi , sama dikalimantan juga membangun pabrik ethanol dan methanol berbahan baku low grade coal. Dimana saat ini Negara Indonesia meng-import ethanol dan methanol dalam jumlah besar salah satunya adalah untuk bahan hi octane gasoline. Kalau pabrik itu jadi indoensia tidak mengimport lagi ethanol dan methanol tersebut. kita bisa swadaya dan ketahanan nasional energy terjaga. Pengusaha ini tidak tanggung-tanggung bermitra dengan pertamina sendiri.
Lalu sampailah paparan dari pengusaha minyak pelumas kelas dunia menceritakan proyek agresivenya di bidang property di Bali. Secara skala ini gila world class. Persis seperti Palm Jumeirah di Dubai, gila out of mind. Bener-benar tidak di sangka. Dia menceritakan proyek ini consortium 5 pengusaha papan atas Indonesia. Dan informasi menarik darinya adalah…loe bayangin ya..siapa disini sekarang yang lagi pada membangun gedung? Tanpa komando lagi lebih dari 15 orang mengangkat tangannya. Dan dia melanjutkan: loe sudah bangun sekarang apa segera akan bangun. Kalo akan bangun gw kasih berita buruk ..saat ini di Indonesia kekurangan Crane alat konstruksi untuk hi rise building. Seluruh indoensia, barang kurang. Gw aja ngantri sampaii 5 bulan depan baru dapat crane.
Saya cukup terkejut setengah tidak percaya. Lalu dia melanjutkan…arsitek papan atas, hampir dipastikan over job, kelebihan job. Design yang biasanya 2-3 bulan bisa setahun kelarnya. Lalu dia menceritakan nama, dan siapa-siapa saja yang sduah di hubungi dan smua full sehingga mereka pakai designer arsitek Singapore hongkong dll. Local full!
Sepulangnya dari acara tersebut kepala terasa penat dengan informasi terkini, ada banyak lagi sebenarnya namun tahu sedikit saja kepala langsung penuh. Hal mengenai crane dan arsitek sungguh mengena di saya, mengingat hal ini dekat dengan dunia saya. esok hari saya menelfon sahabat saya arsitek senior di hadiprana. Benar, kerjaannya sampai nunggu 3 proyek ngantri. Padalah rasanya puluhan arsitek disana. Atelier 6 arsitek senior ITB juga demikian, penuh. Ada sih yang muda-muda namun jika harus mendesign public building seperti mall, hotel, rumah sakit, kantor, mix used, apartemen,commercial building atau pasar mereka belum bisa.
Tanya kepada sahabat saya direktur wika, membenarkan bahwa pekerjaan konstruksi civil lagi tinggi-tingginya saat ini. Pastinya, ada banyak tafsir mengartikan informasi ini namun bagi saya informasi tersebut membuktikan satu hal . Indonesia ditahun 2020 pasti masuk 10 besar negara dunia. Dan saya memahami sekali bahwa di level pengusaha papan atas, mereka sudah menjaga jarak dengan politik dan kekuasaan. Dimana disebuah Negara yang berbudaya tinggi, ekonomi dan politik terpisah jauh walau tetap saking terkait.Dan Indonesia terlihat mulai kearah sana. Bagi kita, sebaiknya menyiapkan tenaga-tenaga siap pakai professional tahun kedepan tahun semakin kompetitif jangan terbuai dengan acara TV yang selalu mengutamakan politik. Tinggalkan politik. Mari membangun Indonesia, ada banyak jalur perjuangan, pilihlah bidang ekonomi. # peace be upon us