Minggu, 25 Oktober 2015
“Banyak orang melihat orang sukses hanya di ujung hasil akhirnya saja. Mereka tidak melihat sejarah dibelakangnya dan apa saja yang sudah dilaluinya. Padahal itu intinya yang harus anda lihat”.
Berapa bapak dapat tranferan 1 bulannya? Saya bertanya mencoba memahami sekali lagi pernyataan beliau.
Saya dapat kira-kira 700 ribu dolar sebulan pak, di jawab olehnya dengan logat Madura kental.
Itu penjualn bapak? Saya menyelidik
O ndak pak, itu untung kotor. Kalau sales saya kira-kira 4 juta dolar sebulan pak. Dijawab polos dan lugas dan dengan cengkok maduranya.
Sudah berapa lama pak, bapak menjadi nasabah di bank ini? Kembali saya mencari data baru
Hampir dua poloh taon pak. Saya ini buta uruf, saya di suruh boss di yunani sana buka rekening di bank ini ya saya nurut saja. Lalu saya ketemu sama customer service yang cantik itu ya saya ikut saja. Saya ndak ngerti bank pak, saya orang kampung.
Tiap bulan boss saya kirim ke rekening ini lalu saya datangbuat atur-atur transaksi bulanan. transfer-tranfer. Kira-kira 2000 an transaksi sebulannya pak. Ya semua yang urus bank nya pak, saya datang, kasih keterangan lalu semua orangbank yang lalukan, saya tinggal teken teken saja. Lah sisa keuntungan kotor tersebut sebagian buat biaya kantor sebagian saya taro di bank ini pak.
Ini adalah sekilas interview saya dengan seorang nasabah berkaitan dengan kasus yang terjadi disebuah bank papan atas. Beliau seorang yang mungkin berusia 50 tahunan, sekitar 52 tahun. Saya ketika melihat rekeningnya terkejut melihat jumlahnya, namun itu tak seberapa terkejutnya dibandingkan dengan apa sebenar bisnis yang di jalaninya.
Saya ingat perkataan Aristotle onasis jika anda bisa menghitung berapa uang anda, artinya anda belum terlalu kaya. Namun kalau anda tidak tahu berapa kekayaan anda, itu tandanya ada benar-benar kaya.
Dan orang dihadapan saya saat itu memiliki criteria tersebut, tidak tau dengan pas berapa uang miliknya. Pastinya alasan dia buta huruf bukan alasan utama. Orang buta huruf bukan berarti buta rupiah atau dolar. Tau mereka itu. Namun seseorang yang 20 tahun berbisnis seperti pria Madura ini bisa jadi tidak tahu dengan pas berapa hartanya.
Kemudian kembali saya bertanya, boleh kah saya di kasih tau bagaimana bapak membangun ini semua.
Dia menyederkan badannya di kursi dan matanya mulai kearah atas. Dia mulai mengingat kembali..begini katanya. Di usia 14 tahun saya harus berjuang untuk hidup mencari makan. Orang tua saya miskin di bangkalan sana pak. Lalu karena saya ndak tau sekolah ya, ya saya ikut berlayar. Pertama hanya laut jawa, lama-lama tanjung harapan afrika selatan yang ombaknya terkenal ganas saya larungi pak.
Entah berapa taon kemudian saya tiba di laut mediteranian. Saya saat itu memilih pekerjaan baru sebagai jongos di kapal pesiar. Disana enak pak dibanding pelaut yang mengarungi samudra bawa barang cargo. Dikapal peseiar saya kerja dari tukang cuci dek bawah kapal sampai menjadi tukang bersih kamar dan 10 tahun kemudian saya sudah melakukan semuanya di kapal pesiar kecuali nyetir perahu mewah itu pak..( noted: saya kalau ingat gaya bicara dan kepolosanya saat sharing berdua saya tertawa, lucu sekali dia)
Lalu saya balik kampung setelah 20 tahun tidak lihat bangkalan pak. Dan ada pesan dari kapten kapal tersebut, jangan lupa bawa orang buat jadi pekerja dikapal pesiarnya. Katanya orang seperti saya kerjanya gigih, jujur, ngak banyak bicara dan tidak suka ribut . kemudian saya cari orang dan saya ajari sedikit-sedikit. Lalu cuti saya abis saya bawa 10 orang balik ke kapal pesiar. 6 bulan kemudian kapten kapal minta orang lagi dan kali ini 50 orang lebih yang sudah terlatih. Lalu saya pulang kampung dan cari orang dan saya kirim ke kapal pesiar, eehh semua bagus.
Lalu saya di panggil boss besar yang punya puluhan kapal pesiar yang katanya minta saya jadi penyedia jasa pekerja industry kapal pesiar ini. Ya saya nurut saja. Saya pulang kampung saya buat usaha seperti yang dia minta. Lalu diapun saran saya buka rekening di bank yang ini pak. Dia mengatakan bahwa setiap pegawai saya yang gajih. Mereka transfer kesaya, saya urus gajih mereka.
Rata-rata satu bulan bayaran anak-anak sekitar 1500 – 2000 dolar pak. Saya menawarkan mereka rata rata 1000-1500 alias saya ada untung kotor 500 dolaran. Itu juga merupakan saran dari boss saya. nah sudah berjalan hampir 20 tahun sekarang saya punya anak-anak di eropa ada 2000 an orang dan di amerika utara 500 an anak. Dari situ pak saya dapat rezeki.
Mendengar cerita tersebut saya kagum. Ini orang polos sekali menjalini kehidupannya. Orangnya bersahaja, ramah, mudah tertawa, walaupun perawakannya besar dan wajahnya keras. Namun semua perjalanan hidupnya sungguh bermakna. Dia seorang yang unik, bisnisnya unik, tajam dan blue ocean. Sulit di tandingi. Trust kepercayaan boss nya penuh, kepuasan tinggi. Saya yakin bisnisnya akan sustain jangka panjang.
Saya pun pamit. Karena masih interview dengan nasabah lain lagi. kali ini seorang bapak usia diatas 70 tahun. Diapun memiliki rekening yang dia tidak tau dengan persis berapa jumlahnya. Hampir mirip dengan pelaut Madura inipun secara regular setiap bulan mendapatkan uang dollar stabil dengan jumalah fluktuasi namun besarnya cukup membuat saya menganga.
Sampai di rumahnya yang asri dibilangan Jakarta selatan, saya di sambut dengan seorang santun jawa asli yang ramah. Monggo mas, saya sudah tunggu njenengan dateng . apa yang bisa saya bantu? Semua dengan intonasi datar dan merendah.
Nggih pak, saya mau sedikit interview mengenai arus dan bapak, namun sebelumnya bapak bisa menceritakan sedikit kalau berkenan apa bisnis bapak.
Tanpa jeda kalimat saya pun di jawab. Saya ini guru karawitan mas. Saya sejak kecil ngurusi gending, gamelan dan karawitan. Saya ini pemusik , guru gamelan. Selama tahunan saya keliling dunia mengajar di cornel university, yale, Cambridge, Stanford dan mungkin ada lebih 50 universitas di amerika.mengajar music gending jawa dan karawitan. Saya juga mencipta langgam dan mematenkan banyak karya. Jadi dana yang masuk tersebut ada yang royalty, ada yang jasa saya mengajar, ada yang penjualan gending dan dia menceritakan seluruh sejarah karawitannya di hampir seluruh amerika selama 25 tahunan. Dari sanalah setiap bulan dia bisa menikmati pension nya sebagai guru gamelan dan karawitan.
Namun yang mengejutkan, setidaknya bagi saya adalah kalau di rupiahkan nilainya 9 digit setiap bulannnya. Bayangkan, gamelan, karawitan kalau sudah world standard ternyata juga di hargai dan sangat layak.
Setelah saya menginterview orang kedua tersebut, otak saya bekerja keras. Aneh ya jalan uang datang kepada seseorang dan menjadi sukses, dan dalam list berikutnya setelah interview kedua orang di atas ada beberapa nasabah lagi yang saya harusinterview. Dan begitu saya melihat list berikutnya, asli..benar-benar jaw dropping, buat rahang jatuh kelantai, menganga. Lebih tidak masuk pikiran saya dunia mereka, tidak umum. Namun harus di batasi tulisannya kalau tidak diprotes para sobat, kepanjangaaaaan. # peace be upon us