Sebuah undangan
tebal berwarna coklat tua tergeletak di meja kerja saya di hari senin beberapa
bulan yang lalu. Undangan datang dari GHM Hotels sebuah jaringan pemilik banyak
hotel mewah di asia.
Saya pun mencoba mengingat hotel apa saja yang mereka miliki namun saya agak lupa sehingga seperti biasa lebih baik bertanya, suara keras saya menggema diseluruh ruang kantor di pagi jam 8 tersebut, mbak E..GHM hotels itu punya hotel mana aja ya? Sengaja saya memanggil nama mbak e karena saya kebetulan memiliki sekertaris, kasir akunting, dan resepsionis namanya depannya semua e, endang, elly, emma. Jadi gampang toh kalau mau nanya atau manggil pasti salah satu langsung hadir.
Yang di jawab dengar koor pagi itu..itu loh pak, pemilik hotel Chedi
Aaahh..jelas sudah. Rupanya GHM mau menerbitkan hotels baru. Saya pun membolak balik sambil mencari-cari informasi hotel apa dan dimana undangan tersebut yang di adakan. Yang membuat saya mengkerutkan dahi saya adalah, Chedi hotels akan membangun di Nusa Penida?, heh ngak salah nieh. Itu pulau kan masih nggak ada sarana apa-apa?
Mau bangun apaan? Secara pengalaman, membangun daerah baru adalah sebuah perjuangan yang mahal dan lama. Pasar harus di educated, promosi, gimmick, iklan, citra, harus di bangun jangka panjang. Sangat melelahkan. Sangat memeras pikiran dan keringat.
Seperti 15 an tahun yang lalu jika mengingat teman-teman yang membangun di nusa dua bali bisa berdarah-darah selama lebih dari 10 tahun. Berapa banyak pindah tangan kepemilikan sebuah hotel di daerah tersebut dimana kebanyakan jual hotel dalam jual rugi dan manajemen salesnya rendah sekali. Baru mungkin 5 tahun terakhir baru trend bali kearah daerah nusa dua secara massif di tengok turis kebanyakan. Dulu hanya orang asing kelas atas saja kesana. Sekarang lebih mix. Hampir semua kesana. Namun bertahan 15 tahun benar-benar membuat stamina turun ke titik rendah.
Promosi gencar, berita positif kerap di dengungkan, banyak cerita berusaha di bangkitkan, edukasi yang tidak sedikit memakan biaya dan dalam 15 tahun ini, atau saat-saat sekarang baru manfaat di dapatkan. Sahabat saya dari keluarga Mas agung pemilik Novotel nusa dua bisa menceritakan keluh kesahnya menahan dan bertahan dari goncangan sales rendah yang selalu di gerogoti biaya yang tinggi. Sehingga kalau di pembukuan tercatat“tidak rugi” itu sudah untung dan kalau pakai bunga bank, pastinya kurang dari 3 tahun asset itu sudah pasti pindah tangan di sita bank. Bisa di bayangkan invetasi besar tanpa loan pinjaman? Harus memutar otak dan kuat prihatinnya.
Jadi sewaktu Chedi mau bangun di nusa penida, pulau 20 menit seberang bali membuat saya mengerut dahi. Ini pasti gila atau dia punya ide sangat brilian. Karena gila atau brilian di mata saya beda-beda tipis. Pastinya kalau ide brilian pasti bermanfaat buat banyak orang setidaknya dirinya sendiri. Namun ide gila tersering hanya sensasi atau lebih banyak merugikan.
Jadi, ini ide gila atau brilian? Saya sangat penasaran ingin mengunjungi undangan tersebut. Ada nota di sebelah bawah dan terbaca sangat personal di bawah namanya saya “RSVP”. Wah..harus di confirm kehadiran rupanya.
Maka saya pun menelfon nomor yang ada di undangan tersebut, dimana acara tersebut akan di adakan di hotel bintang 5 terkemuka di Jakarta. Dan di sebrang telfon seorang pria berbahasa ingris yang aneh menerima saya. hello sir may I help you..
Saya pun menjelaskan maksud menelfon tersebut dan menanyakan ketersediaan menerima saya sebagai undangan. Sekali lagi nada bahasa ingrisnya agak nggak umum sehingga saya pun bertanya, xcuse me..where are you coming from?
I am from spain sir, the country where we delevelop a lot of art and hospitality, ujar nya dengan nada bangga
Ahh, that explain..katanya spontan
O why sir,, do you speak spain? puede habla espana?
Oh no sir ..jawab saya glagepan di Tanya begitu..you better speak English I understand you much much better, walau dalam hati saya berkata, logat aneh nya membuat terkadang saya tidak faham dia sedang berbahasa inggris atau apa, tapi pastinya saya jauh lebih faham ketimbang bahasa spanyol yang saya nggak kenal.
May I know you name sir..dia pun bertanya
I am mardigu
Ah, mr mardigu, we expecting you, you are very famous. Let me take the note
Am I famous, are you not mistaken me with somebody else , are you?
No sir, mr mardigu so famous in our company.
May be you know my name, but for sure I am not famous. Are you putting the right words sir? Saya berusaha bertanya apa kira-kita dia menggunakan kata yang salah, know kenal dengan famous terkenal.
Well sir, you are right, we know your name, sorry sir
Well thank you, no problemo, jawab saya setengah bercanda. sambil bertanya, bagaimana dia kenal nama saya.
O yes sir, your name is listing on our special VIP guess because we are neighbor in nusa penida.
How do you know that? Kata saya heran. I have only been the three time in a short time though..
But..we have a record that property location next to us, that why we are ver y eager to meet you!! Katanya mencoba menyakinkan saya untuk penting bahwa kita bertemu.
Well I probably has a little land, but not in large scale kata saya menjelaskan bahwa memang ada benarnya saya memiliki property kecil disana dan itupun bersama beberapa teman, dan sudah lama sekali tidak kesana.
Akhirnya, nama saya di catat dan hari minggu nya saya hadir di acara peluncuran produk high end very exclusive private villa tersebut. Chedi at nusa penida. Ber lokasi di teluk gamat. Presentasinya sangat meyakinkan. Mulai dari disediakannya free flow drink hingga presntasi TV yang menawan, hingga di kawal jago jago jualan kecap cantik ganteng orang-orang spanyol yang menawan. Mata biru, rambut gelap, kulit tan kecoklatan. Sangat sharp tajam penampilan bahasa mereka, santun di tambah suasana nyaman.
Menjelaskan ruman kaca coccon yang di buat di german, pre fabricated dilapis rotan. Villa mengantung di atas tanah, dan masing-masing menghadap laut sunset. Sangat indah.
Private copper di sediakan sejak turun dari bandara ngurah rai, dalam 10 menit mendarat di common area di nusa penida tepat di tengah resot mewah yang menggantung di atas tanah. Atau private jet jetty tersedia menanti tamu yang ekslusive. Sebuah presentasi yang sulit di tolak. An offer that no one could say no!.
Yang menarik lagi adalah, mereka sebenarnya menjual saham perusahaan tersebut. Jadi dari lahan 5 ha, mereka buat 103 unit villa, di bagi 80% kepemilikan, jadi kalau anda membayar anda akan mendapat kurang lebih 0,77% kepemilikan perusahaan yang sertifikatnya adalah villa di nusa penida. Menarik sekali idenya.
Sehingga, kita semua tahu membeli perusahaan itu tidak kena pajak pembelian karena masuk investasi. Kalau beli property adalah asset, kena pajak.
Sehingga keuntungannya berlapis, dapat deviden, boleh tinggal 50 hari dalam 1 tahun, bisa di jual lagi kepemilkan saham tersebut dengan gain tentunya, kenaikan nilai saham. Seperti bursa efek, hanya ini private placement. Ini konsep pembiayaan dan invetasi yang genius, menurut saya.
Yang saya kagum adalah, harga jualnya. Yang paling murah villa 150 m2 dengan saham 0.70% seniali USD 1,8 juta alias 19 milyar. Ini bener-benar harga yang mengagetkan saya.
Catatan lain adalah, hari minggu tersebut adalah hari kedua. Dimana dihari pertama pengunjung datang cukup banyak, karena di hari kedua villa yang terjual hanya sisa 37 unit. Ini yang buat saya geleng-geleng. Pembeli terbanyak warga singapura, lalu hongkong, lalu rusia, lalu jepang, sisanya Indonesia dan Negara eropa. Ini laporan langsung saya lihat dengan mata kepala.
Bagi saya, ini adalah crème de la crème market yang saya tidak terfikir akan pernah tersentuh oleh saya, namun melihat fenomenanya saya sangat terinspirasi. Begini salah satu cara memasukan dollar ke tanah air Indonesia. Chedi di nusa penida milik orang indoensia yang tidak mau di sebut namanya. Menggunakan design bintang 5, dibangun dengan world class kontraktor, menyediakan restorant dengan chef Michelin star, ber mitra dengan hotel operator dunia. Dollar pun masuk ke Indonesia dengan elegan. Bravo # may peace be upon us
Saya pun mencoba mengingat hotel apa saja yang mereka miliki namun saya agak lupa sehingga seperti biasa lebih baik bertanya, suara keras saya menggema diseluruh ruang kantor di pagi jam 8 tersebut, mbak E..GHM hotels itu punya hotel mana aja ya? Sengaja saya memanggil nama mbak e karena saya kebetulan memiliki sekertaris, kasir akunting, dan resepsionis namanya depannya semua e, endang, elly, emma. Jadi gampang toh kalau mau nanya atau manggil pasti salah satu langsung hadir.
Yang di jawab dengar koor pagi itu..itu loh pak, pemilik hotel Chedi
Aaahh..jelas sudah. Rupanya GHM mau menerbitkan hotels baru. Saya pun membolak balik sambil mencari-cari informasi hotel apa dan dimana undangan tersebut yang di adakan. Yang membuat saya mengkerutkan dahi saya adalah, Chedi hotels akan membangun di Nusa Penida?, heh ngak salah nieh. Itu pulau kan masih nggak ada sarana apa-apa?
Mau bangun apaan? Secara pengalaman, membangun daerah baru adalah sebuah perjuangan yang mahal dan lama. Pasar harus di educated, promosi, gimmick, iklan, citra, harus di bangun jangka panjang. Sangat melelahkan. Sangat memeras pikiran dan keringat.
Seperti 15 an tahun yang lalu jika mengingat teman-teman yang membangun di nusa dua bali bisa berdarah-darah selama lebih dari 10 tahun. Berapa banyak pindah tangan kepemilikan sebuah hotel di daerah tersebut dimana kebanyakan jual hotel dalam jual rugi dan manajemen salesnya rendah sekali. Baru mungkin 5 tahun terakhir baru trend bali kearah daerah nusa dua secara massif di tengok turis kebanyakan. Dulu hanya orang asing kelas atas saja kesana. Sekarang lebih mix. Hampir semua kesana. Namun bertahan 15 tahun benar-benar membuat stamina turun ke titik rendah.
Promosi gencar, berita positif kerap di dengungkan, banyak cerita berusaha di bangkitkan, edukasi yang tidak sedikit memakan biaya dan dalam 15 tahun ini, atau saat-saat sekarang baru manfaat di dapatkan. Sahabat saya dari keluarga Mas agung pemilik Novotel nusa dua bisa menceritakan keluh kesahnya menahan dan bertahan dari goncangan sales rendah yang selalu di gerogoti biaya yang tinggi. Sehingga kalau di pembukuan tercatat“tidak rugi” itu sudah untung dan kalau pakai bunga bank, pastinya kurang dari 3 tahun asset itu sudah pasti pindah tangan di sita bank. Bisa di bayangkan invetasi besar tanpa loan pinjaman? Harus memutar otak dan kuat prihatinnya.
Jadi sewaktu Chedi mau bangun di nusa penida, pulau 20 menit seberang bali membuat saya mengerut dahi. Ini pasti gila atau dia punya ide sangat brilian. Karena gila atau brilian di mata saya beda-beda tipis. Pastinya kalau ide brilian pasti bermanfaat buat banyak orang setidaknya dirinya sendiri. Namun ide gila tersering hanya sensasi atau lebih banyak merugikan.
Jadi, ini ide gila atau brilian? Saya sangat penasaran ingin mengunjungi undangan tersebut. Ada nota di sebelah bawah dan terbaca sangat personal di bawah namanya saya “RSVP”. Wah..harus di confirm kehadiran rupanya.
Maka saya pun menelfon nomor yang ada di undangan tersebut, dimana acara tersebut akan di adakan di hotel bintang 5 terkemuka di Jakarta. Dan di sebrang telfon seorang pria berbahasa ingris yang aneh menerima saya. hello sir may I help you..
Saya pun menjelaskan maksud menelfon tersebut dan menanyakan ketersediaan menerima saya sebagai undangan. Sekali lagi nada bahasa ingrisnya agak nggak umum sehingga saya pun bertanya, xcuse me..where are you coming from?
I am from spain sir, the country where we delevelop a lot of art and hospitality, ujar nya dengan nada bangga
Ahh, that explain..katanya spontan
O why sir,, do you speak spain? puede habla espana?
Oh no sir ..jawab saya glagepan di Tanya begitu..you better speak English I understand you much much better, walau dalam hati saya berkata, logat aneh nya membuat terkadang saya tidak faham dia sedang berbahasa inggris atau apa, tapi pastinya saya jauh lebih faham ketimbang bahasa spanyol yang saya nggak kenal.
May I know you name sir..dia pun bertanya
I am mardigu
Ah, mr mardigu, we expecting you, you are very famous. Let me take the note
Am I famous, are you not mistaken me with somebody else , are you?
No sir, mr mardigu so famous in our company.
May be you know my name, but for sure I am not famous. Are you putting the right words sir? Saya berusaha bertanya apa kira-kita dia menggunakan kata yang salah, know kenal dengan famous terkenal.
Well sir, you are right, we know your name, sorry sir
Well thank you, no problemo, jawab saya setengah bercanda. sambil bertanya, bagaimana dia kenal nama saya.
O yes sir, your name is listing on our special VIP guess because we are neighbor in nusa penida.
How do you know that? Kata saya heran. I have only been the three time in a short time though..
But..we have a record that property location next to us, that why we are ver y eager to meet you!! Katanya mencoba menyakinkan saya untuk penting bahwa kita bertemu.
Well I probably has a little land, but not in large scale kata saya menjelaskan bahwa memang ada benarnya saya memiliki property kecil disana dan itupun bersama beberapa teman, dan sudah lama sekali tidak kesana.
Akhirnya, nama saya di catat dan hari minggu nya saya hadir di acara peluncuran produk high end very exclusive private villa tersebut. Chedi at nusa penida. Ber lokasi di teluk gamat. Presentasinya sangat meyakinkan. Mulai dari disediakannya free flow drink hingga presntasi TV yang menawan, hingga di kawal jago jago jualan kecap cantik ganteng orang-orang spanyol yang menawan. Mata biru, rambut gelap, kulit tan kecoklatan. Sangat sharp tajam penampilan bahasa mereka, santun di tambah suasana nyaman.
Menjelaskan ruman kaca coccon yang di buat di german, pre fabricated dilapis rotan. Villa mengantung di atas tanah, dan masing-masing menghadap laut sunset. Sangat indah.
Private copper di sediakan sejak turun dari bandara ngurah rai, dalam 10 menit mendarat di common area di nusa penida tepat di tengah resot mewah yang menggantung di atas tanah. Atau private jet jetty tersedia menanti tamu yang ekslusive. Sebuah presentasi yang sulit di tolak. An offer that no one could say no!.
Yang menarik lagi adalah, mereka sebenarnya menjual saham perusahaan tersebut. Jadi dari lahan 5 ha, mereka buat 103 unit villa, di bagi 80% kepemilikan, jadi kalau anda membayar anda akan mendapat kurang lebih 0,77% kepemilikan perusahaan yang sertifikatnya adalah villa di nusa penida. Menarik sekali idenya.
Sehingga, kita semua tahu membeli perusahaan itu tidak kena pajak pembelian karena masuk investasi. Kalau beli property adalah asset, kena pajak.
Sehingga keuntungannya berlapis, dapat deviden, boleh tinggal 50 hari dalam 1 tahun, bisa di jual lagi kepemilkan saham tersebut dengan gain tentunya, kenaikan nilai saham. Seperti bursa efek, hanya ini private placement. Ini konsep pembiayaan dan invetasi yang genius, menurut saya.
Yang saya kagum adalah, harga jualnya. Yang paling murah villa 150 m2 dengan saham 0.70% seniali USD 1,8 juta alias 19 milyar. Ini bener-benar harga yang mengagetkan saya.
Catatan lain adalah, hari minggu tersebut adalah hari kedua. Dimana dihari pertama pengunjung datang cukup banyak, karena di hari kedua villa yang terjual hanya sisa 37 unit. Ini yang buat saya geleng-geleng. Pembeli terbanyak warga singapura, lalu hongkong, lalu rusia, lalu jepang, sisanya Indonesia dan Negara eropa. Ini laporan langsung saya lihat dengan mata kepala.
Bagi saya, ini adalah crème de la crème market yang saya tidak terfikir akan pernah tersentuh oleh saya, namun melihat fenomenanya saya sangat terinspirasi. Begini salah satu cara memasukan dollar ke tanah air Indonesia. Chedi di nusa penida milik orang indoensia yang tidak mau di sebut namanya. Menggunakan design bintang 5, dibangun dengan world class kontraktor, menyediakan restorant dengan chef Michelin star, ber mitra dengan hotel operator dunia. Dollar pun masuk ke Indonesia dengan elegan. Bravo # may peace be upon us