“Pak ini foto tiang
PLN di dekat dapur”. Begitu bunyi BB message masuk baru saja. Dimana sebelum
pesan tersebut terkirim foto dengan sebuah tiang baru berdiri tengah-tengah
ruangan. Membaca dan melihat dengan seksama foto tersebut mendadak darah naik
kekepala dengan cepat saya naik pitam hingga tangan saya bergetar.
Seketika saya menulis di group BB atas team kerja proyek tersebut. Kalimat saya itu sebaiknya tidak di tulis di sini karena sangat emosi, kecewa, kesal, dan merasa di bohongi. Itu mungkin ringkasan kalimat panjang saya jika di ambil sarinya.
Saya baru pulang dari perjalanan panjang melakukan inspeksi lapangan atas beberapa proyek kami. Di gresik ini memang bisa di kategorikan paling jarang di kunjungi. Dimana kami sedang membangun hotel dan konvensi. Disaat yang sama kami juga merenovasi hotel kami di Ciloto puncak dan Ciater Subang. Dan yang di Gresik masih konstruksi, baru rampung 80%.
Kepala saya terbelah 3 dalam membagi waktu. Walaupun prosedur project management disetiap proyek lengkap tertata, namun bagi sahabat yang pernah berada di dunia ini memahami sekali bahwa ada saja kesalahan baca gambar, salah komunikasi di fahami antara sesama. Karena itu kunjungan ke site setiap saat menjadi kerjaan rutin saya. hanya untuk “get the feeling” apakah hal ini masih on the right track apa tidak.
Untuk proyek gresik ini sebenarya saya agak tenang karena sejak awal MK adalah sahabat saya yg sudah lebih 10 tahun bersama sebagai teman tentunya. Namun ketika target awal tidak terpenuhi yaitu melakukan soft opening tanggal 1 november 2013 saya agak mengerutkan dahi dan banyak pertanyaan di benak saya.
Dia dengan tenangnya mengatakan kamar siap untuk di tempati pada tanggal 1. Ketika saya tiba di site tanggal 31 oktober tepat sehari sebelum di janjikan saya asli bingung. Water system belum terpasang, STP belum ada, ground tank belum terpasang, roof tank belum di test. System air panas dingin belum di commissioning. Dan dia dengan tenangnya berkata besok siap.
Saya pikir ini orang agak ngak waras pikirannya. Dia lihat ngak bahwa semua belum terpasang . saya geleng-geleng kepala dengan sikapnya yang tidak merasa bersalah. Lah, katanya sudah siap. Ini siap apanya? Kaca saja belum terpasang, pintu baru datang, system belum di test lalu kemarin bilang siap. Saya malamnya sampai mikir, ini orang teman saya apa bukan ya. Ya cengengesan begitu saja.
Kemudian esok harinya seperti rencana kami melakukan doa bersama warga sekitar ada lurah, rt, rw, pak camat dan perangkat desa lainnya. Saya malu sekali dengan kondisi saat soft opening tersebut namun karena di Jakarta dikatakan lapangan sudah siap saya ya percaya. Dan tanpa jeda setelah itu pastinya saya minta waktu untuk melakukan briefing lapangan.
Di dalam pertemuan yang di hadari semuanya tersebut saya hanya diam karena saya tidak kebagian berbicara banyak walaupun saya yang memimpin rapat. Karena yang kecewa bukan saya saja, juga direksi kami pak DB. Dia langsung mengebrak satu-satu dan mengupas masalah nya semua. Termasuk perilaku tak bersalah para kontraktor baik yang dilapangan atau yang di kantor pusat. Mulai dari soft drawing yang ngak pernah ada, daily meeting ngak ada, weekly review ngak ada, report ke pusat ngak ada, hingga pekerjaan-pekerjaan sipil dari pondasi, struktur yang jorok dan serba kasar.
Selesai rapat singkat yang isinya sudah pasti tidak bisa di bantah karena memang salah semua kamipun memeriksa lapangan dalam setiap langkahnya saya menunjuk banyak hasil kerja mereka. Asli banyak salah dan kejanggalan. Sampai saya Tanya kok ini ada dinding di samping resepsionis, ini harusnya kaca.
Yang di jawab sama MK oh, disini ada ruang security. Saya pun kaget mendengar jawaban tersebut.
Lah ini bukannya waktu rapat sebulan yang lalu di Jakarta di putuskan untuk di pindahkan ke tempat lain, dan sudah keluar gambar baru dan dia sebagai MK bisa-bisanya bicara ini “ada ruang security?!”
Dalam hati saya bilang. Ini orang kok ngak tau ya. Bukanya dia pemimpin lapangan dan kontraktor? Kok bisa ngomong salah kayak begini. Lah kalau hal seperti ini salah data dikepalanya, jangan –jangan kedepan lebih parah lagi. itu ada terbersit di benak saya.
Kemudian inspeksi ke kamar tidur. Padangan mata saya langsung tertatap pada dinding ruangan kamar dankoridor yang baru terlewati. Keriting bergelombang!!
Saya mencoba menahan emosi saya. ini dinding pakai sheer wall melengkung?! Kalau ini naik bata atau hebel atau batako boleh melintir dan bisa di papras atau di aci namun sheer wall ada cetakannya dan untuk hotel mutu tinggi supaya dinding lurus ya pakai sheerwall namun bisa melengkung dan gelombang!! mulai naik temparatur di kepala.
Begitu melihat cor-coran saya sudah ngak tahan lagi. saya keluar ruangan dan keluar gedung seketika. Data tersebut semua saya catat, dalam pikiran saya. saya hafal dengan sekali lihat apa saja masalahnya dan saya melihat wall to wall ngak ada yang bener dan mata saya menatap lantai serta dak atas…komplit sudah ke bodohan orang lapangan ini semua menurut saya.
Perlu di catat, apa yang saya inspeksi kalau di mata orang kebanyakan mungkin tidak terasa adanya. Karena setelah finishing semua bisa hilang dan tertutup rapih. Namun dimata orang seperti saya. ada sisa kayu di cor an atau terlihatnya besi di cor an dan batuan nya memberikan saya satu kesimpulan, ini mandornya lemah, pelaksananya salah, site manajer salah, MK salah.
Sayapun tanpa banyak bicara lagi segera angkat kaki. Saya memberikan kesempatan untuk lapangan memperbaiki. Inilah tujuan utamanya inspeksi dan sisanya biar saya rapatkan di Jakarta kantor pusat senin nya. Tanggal 1 nov kebetulan adalah hari jumat dengan full team. Dilapangan saya berkata akan kembali menginspeksi tanggal 17 nov. dan disana pula sang MK manajemen konstruksi teman saya lama tersebut berkata bahwa tanggal 17 nov bisa soft opening. Jawaban saya, ngak mungkin kalau lihat kondisi begini bisa 1 desemebr sudah hebat. Dia bilang , akan di butikan.
Saya dalam hati bilang, kamu ini ngak pakai otak kalinya. Apanya yang bisa membuat tanggal 17 november bisa operasi saya bingung. Pakai landasan apa kata-kata itu keluar dari mulutnya.
Dijakarta tanggal 4 november saya yangmendominasi kemarahan dan segala macam kesalahan disengaja serta tindakan kebodohan semua saya rinci dengan panjang lebar. Saya minta merubah metode kerja. Sama seperti juru masak. Ingredient atau bumbu-bumbu bisa sama, yang membedakan rasa adalah method of cooking. Jadi saya minta mereka merubah method of construct nya. Itu tujuan rapat pagi itu dan setelah rapat pikiran saya terpecah dengan hal yang tidak kalah pentingnya. Yaitu holding perusahaan saya akan ulang tahun ke 33 dimana saya adalah salah satu komisaris disana.
Tempat yang dipapaki hotel kami di ciloto, yang juga harus di renovasi dengan cepat. 200 pekerja dengan 3 shift saya harus kordinasikan. MKnya lain lagi, kontraktornya lain lagi. team ini saya menyebutnya pasukan Bandung Bondowoso. Karena mampu bekerja full 24 jam. Ini juga langgganan kontraktor kami.
Dan, karena acara corporate gathering tersebut diadakan tanggak 17 nov maka saya menggeser pertemuan lapangan ke 20 november kemarin. Setibanya di lapangan, pandangan saya langsung menyapu seluruh gedung dan ruangan. Dalam sekali pandang saya bisa melihat dan dalam waktu bersamaan badan saya mulai trembelling bergetar….(to be continued) # may the peace be upon us.
Seketika saya menulis di group BB atas team kerja proyek tersebut. Kalimat saya itu sebaiknya tidak di tulis di sini karena sangat emosi, kecewa, kesal, dan merasa di bohongi. Itu mungkin ringkasan kalimat panjang saya jika di ambil sarinya.
Saya baru pulang dari perjalanan panjang melakukan inspeksi lapangan atas beberapa proyek kami. Di gresik ini memang bisa di kategorikan paling jarang di kunjungi. Dimana kami sedang membangun hotel dan konvensi. Disaat yang sama kami juga merenovasi hotel kami di Ciloto puncak dan Ciater Subang. Dan yang di Gresik masih konstruksi, baru rampung 80%.
Kepala saya terbelah 3 dalam membagi waktu. Walaupun prosedur project management disetiap proyek lengkap tertata, namun bagi sahabat yang pernah berada di dunia ini memahami sekali bahwa ada saja kesalahan baca gambar, salah komunikasi di fahami antara sesama. Karena itu kunjungan ke site setiap saat menjadi kerjaan rutin saya. hanya untuk “get the feeling” apakah hal ini masih on the right track apa tidak.
Untuk proyek gresik ini sebenarya saya agak tenang karena sejak awal MK adalah sahabat saya yg sudah lebih 10 tahun bersama sebagai teman tentunya. Namun ketika target awal tidak terpenuhi yaitu melakukan soft opening tanggal 1 november 2013 saya agak mengerutkan dahi dan banyak pertanyaan di benak saya.
Dia dengan tenangnya mengatakan kamar siap untuk di tempati pada tanggal 1. Ketika saya tiba di site tanggal 31 oktober tepat sehari sebelum di janjikan saya asli bingung. Water system belum terpasang, STP belum ada, ground tank belum terpasang, roof tank belum di test. System air panas dingin belum di commissioning. Dan dia dengan tenangnya berkata besok siap.
Saya pikir ini orang agak ngak waras pikirannya. Dia lihat ngak bahwa semua belum terpasang . saya geleng-geleng kepala dengan sikapnya yang tidak merasa bersalah. Lah, katanya sudah siap. Ini siap apanya? Kaca saja belum terpasang, pintu baru datang, system belum di test lalu kemarin bilang siap. Saya malamnya sampai mikir, ini orang teman saya apa bukan ya. Ya cengengesan begitu saja.
Kemudian esok harinya seperti rencana kami melakukan doa bersama warga sekitar ada lurah, rt, rw, pak camat dan perangkat desa lainnya. Saya malu sekali dengan kondisi saat soft opening tersebut namun karena di Jakarta dikatakan lapangan sudah siap saya ya percaya. Dan tanpa jeda setelah itu pastinya saya minta waktu untuk melakukan briefing lapangan.
Di dalam pertemuan yang di hadari semuanya tersebut saya hanya diam karena saya tidak kebagian berbicara banyak walaupun saya yang memimpin rapat. Karena yang kecewa bukan saya saja, juga direksi kami pak DB. Dia langsung mengebrak satu-satu dan mengupas masalah nya semua. Termasuk perilaku tak bersalah para kontraktor baik yang dilapangan atau yang di kantor pusat. Mulai dari soft drawing yang ngak pernah ada, daily meeting ngak ada, weekly review ngak ada, report ke pusat ngak ada, hingga pekerjaan-pekerjaan sipil dari pondasi, struktur yang jorok dan serba kasar.
Selesai rapat singkat yang isinya sudah pasti tidak bisa di bantah karena memang salah semua kamipun memeriksa lapangan dalam setiap langkahnya saya menunjuk banyak hasil kerja mereka. Asli banyak salah dan kejanggalan. Sampai saya Tanya kok ini ada dinding di samping resepsionis, ini harusnya kaca.
Yang di jawab sama MK oh, disini ada ruang security. Saya pun kaget mendengar jawaban tersebut.
Lah ini bukannya waktu rapat sebulan yang lalu di Jakarta di putuskan untuk di pindahkan ke tempat lain, dan sudah keluar gambar baru dan dia sebagai MK bisa-bisanya bicara ini “ada ruang security?!”
Dalam hati saya bilang. Ini orang kok ngak tau ya. Bukanya dia pemimpin lapangan dan kontraktor? Kok bisa ngomong salah kayak begini. Lah kalau hal seperti ini salah data dikepalanya, jangan –jangan kedepan lebih parah lagi. itu ada terbersit di benak saya.
Kemudian inspeksi ke kamar tidur. Padangan mata saya langsung tertatap pada dinding ruangan kamar dankoridor yang baru terlewati. Keriting bergelombang!!
Saya mencoba menahan emosi saya. ini dinding pakai sheer wall melengkung?! Kalau ini naik bata atau hebel atau batako boleh melintir dan bisa di papras atau di aci namun sheer wall ada cetakannya dan untuk hotel mutu tinggi supaya dinding lurus ya pakai sheerwall namun bisa melengkung dan gelombang!! mulai naik temparatur di kepala.
Begitu melihat cor-coran saya sudah ngak tahan lagi. saya keluar ruangan dan keluar gedung seketika. Data tersebut semua saya catat, dalam pikiran saya. saya hafal dengan sekali lihat apa saja masalahnya dan saya melihat wall to wall ngak ada yang bener dan mata saya menatap lantai serta dak atas…komplit sudah ke bodohan orang lapangan ini semua menurut saya.
Perlu di catat, apa yang saya inspeksi kalau di mata orang kebanyakan mungkin tidak terasa adanya. Karena setelah finishing semua bisa hilang dan tertutup rapih. Namun dimata orang seperti saya. ada sisa kayu di cor an atau terlihatnya besi di cor an dan batuan nya memberikan saya satu kesimpulan, ini mandornya lemah, pelaksananya salah, site manajer salah, MK salah.
Sayapun tanpa banyak bicara lagi segera angkat kaki. Saya memberikan kesempatan untuk lapangan memperbaiki. Inilah tujuan utamanya inspeksi dan sisanya biar saya rapatkan di Jakarta kantor pusat senin nya. Tanggal 1 nov kebetulan adalah hari jumat dengan full team. Dilapangan saya berkata akan kembali menginspeksi tanggal 17 nov. dan disana pula sang MK manajemen konstruksi teman saya lama tersebut berkata bahwa tanggal 17 nov bisa soft opening. Jawaban saya, ngak mungkin kalau lihat kondisi begini bisa 1 desemebr sudah hebat. Dia bilang , akan di butikan.
Saya dalam hati bilang, kamu ini ngak pakai otak kalinya. Apanya yang bisa membuat tanggal 17 november bisa operasi saya bingung. Pakai landasan apa kata-kata itu keluar dari mulutnya.
Dijakarta tanggal 4 november saya yangmendominasi kemarahan dan segala macam kesalahan disengaja serta tindakan kebodohan semua saya rinci dengan panjang lebar. Saya minta merubah metode kerja. Sama seperti juru masak. Ingredient atau bumbu-bumbu bisa sama, yang membedakan rasa adalah method of cooking. Jadi saya minta mereka merubah method of construct nya. Itu tujuan rapat pagi itu dan setelah rapat pikiran saya terpecah dengan hal yang tidak kalah pentingnya. Yaitu holding perusahaan saya akan ulang tahun ke 33 dimana saya adalah salah satu komisaris disana.
Tempat yang dipapaki hotel kami di ciloto, yang juga harus di renovasi dengan cepat. 200 pekerja dengan 3 shift saya harus kordinasikan. MKnya lain lagi, kontraktornya lain lagi. team ini saya menyebutnya pasukan Bandung Bondowoso. Karena mampu bekerja full 24 jam. Ini juga langgganan kontraktor kami.
Dan, karena acara corporate gathering tersebut diadakan tanggak 17 nov maka saya menggeser pertemuan lapangan ke 20 november kemarin. Setibanya di lapangan, pandangan saya langsung menyapu seluruh gedung dan ruangan. Dalam sekali pandang saya bisa melihat dan dalam waktu bersamaan badan saya mulai trembelling bergetar….(to be continued) # may the peace be upon us.