Sebagai seseorang
yang sering mendapat tugas berkeliling tanah air tercinta ini, maka saya
termasuk orang yang mudah jatuh cinta pada lokasi-lokasi eksotik. Ketika sampai
di daerah ketapang banyuwangi saya menemukan sebuah spot lokasi yang sangat cantik,
menurut saya.
Lahan di ketinggian 50Meter dari permukaan lain
, tepat berada di jalan utama antar kota dan berjarak hanya 1Km dari pelabuahan Ketapang. Memiliki lahan ini pun datangnya tiba-tiba. Ketika saya mengunjungi lahan tersebut saya tidak mengenal siapa pemiliknya, saya hanya suka kepada pemandangan indah sekitarnya.
Saya memutuskan bermalam di banyuwangi. Dan pagi siang malam saya menikmati suasana di lahan tersebut sampai saya akhirnya di datengi oleh seseorang yang mengaku memiliki tanah tersebut dan dia menanyakan mengapa saya berada disana di lahan tersebut.
Lalu saya menceritakan bahwa saya secara tidak sengaja sedang istirahat dan mengisi bensin di bawah lalu melihat ke atas ada jalan kecil lalu iseng-iseng mengikuti insting melangkahkan kaki ketanah ini. Setelah jalan 300 meteran sampailah saya di puncak tertinggi lahan ini dan terkagum-kagum melihat pemandang sekitarnya. Itu di pagi hari.
Mengapa saya ada di banyuwangi? Peristiwa ini adalah tahun 2007 dimana saya sedang banyak pekerjaan di jawa timur salah satunya adalah mengurus pipa kami di sidoarjo yang patah karena lapindo, dan mencari peluang mengantikan lokasi bisnis di sidoarjo kearah pasuruan atau probolinggo. Dan tentunya karena bali adalah second basecamp dari organisasi kami maka bolak balik jawa bali melalui ketapang sangat sering.
Ketika saya berada di lahan ini saya terdiam lama. Lalu timbul kebiasaan adventure saya, saya menginap malamnya di hotel melati delat pelabuhan ketapang dan saya kembali berada dilokasi lahan ini hingga tengah malam. Keheningan suasana, pemandangan indah lampu menyala dari aktifitas pelabuhan, gerkanan cantik lampu seakan kunang-kunang menari membuat saya tidak terasa berada di lokasi hingga tengah malam. Saya suka sekali suasananya.
Demikian cerita ringkas saya kepada pak tua pemilik lahan tersebut.
Kemudian saya mohon pamit dan meninggalkan kartu nama saya kepadanya. Saya keesokan harinya melanjutkan perjalanan menuju bali. Saya pun segera melupakan tempat tersebut. namun kalau pas melewati tempat tersebut di bulan berikutnya saya selalu menyempatkan berhenti sejenak dan menikmati pemandangan alam tersebut. saya terpesona.
Tiba-tiba suatu hari saya mendapat telpon dari pak tua pemilik lahan tersebut. dia mengingatkan saya tentang pertemuan beberapa bulan lalu. Dia menceritakan bahwa dia mendapat mimpi berkali-kali bahwa lahan tersebut harus menjadi milik saya, atau harus dijual kepada saya. padahal dia tidak ada niat menjualnya namun di mimpi tersebut dia seakan mendapat pesan harus menjual kepada saya. dia diawalnya tidak akan menghubungi saya namun anehnya sekarang istrinya sudah 2 malam berturut –turut mendapat mimpi harus menjual lahan tersebut kepada seseroang kenalan suaminya. Padahal saya tidak pernah bertemu dengan istrinya.
Karena peristiwa itulah dia menghubungi saya. sedangkan bagi saya, tidak ada diawalnya saya ingin memiliki lahan tersebut namun kalau ditawari tentu saya tidak menolak masalah berikutnya adalah berapa harganya.
Ternyata tanah tersebut adalah HGB milik perusahaan pak Tua tersebut. dia dan istrinya. Dan mayoritas kepemilikan adalah nama istrinya. Jadi saya di minta membeli saham istrinya. Lahan tersebut cukup luas, 3,5 Ha. Dan saya berkata bahwa kalau pakai harga pasar saya tidak minat untuk beli karena ini bukan prioritas saya. lalu dia menyebutkan sebuah harga yang cukup mengejutkan saya, karena sangat miring. Lalu saya entah bagaimana menyebutkan bahwa kalau harga tersebut di cicil bagaimana? Namun balik nama asset segera. Dan tanpa berfikir panjang hal itu di ok in. wah saya terkejut bercampur senang.
Kurang dari 1 minggu setelah pembicaraan tersebut transaksi terjadi dan sesuai perjanjian saya menyicilnya. Dari tahun 2007 hingga saat ini masih belum lunas dan insyaAllah akan saya lunasi ditahun 2013 ini. Saat ini sudah 1 tahun lebih saya tidak menengok lahan tersebut, kangen juga saya sama pemandangan dan suasana hening disana. Dan saya mendapat informasi bahwa sekrang sudah ada penerbangan langsung ke banyuwangi jadi, bulan ini saya pasti menyempatkan kesana dengan keluarga. Kalau perlu camping, bertenda disana dengan anak-anak . mengajari anak-anak untuk melihat dan mencintai tanah air Indonesia yang indah ini. # peace be upon us
Lahan di ketinggian 50Meter dari permukaan lain
, tepat berada di jalan utama antar kota dan berjarak hanya 1Km dari pelabuahan Ketapang. Memiliki lahan ini pun datangnya tiba-tiba. Ketika saya mengunjungi lahan tersebut saya tidak mengenal siapa pemiliknya, saya hanya suka kepada pemandangan indah sekitarnya.
Saya memutuskan bermalam di banyuwangi. Dan pagi siang malam saya menikmati suasana di lahan tersebut sampai saya akhirnya di datengi oleh seseorang yang mengaku memiliki tanah tersebut dan dia menanyakan mengapa saya berada disana di lahan tersebut.
Lalu saya menceritakan bahwa saya secara tidak sengaja sedang istirahat dan mengisi bensin di bawah lalu melihat ke atas ada jalan kecil lalu iseng-iseng mengikuti insting melangkahkan kaki ketanah ini. Setelah jalan 300 meteran sampailah saya di puncak tertinggi lahan ini dan terkagum-kagum melihat pemandang sekitarnya. Itu di pagi hari.
Mengapa saya ada di banyuwangi? Peristiwa ini adalah tahun 2007 dimana saya sedang banyak pekerjaan di jawa timur salah satunya adalah mengurus pipa kami di sidoarjo yang patah karena lapindo, dan mencari peluang mengantikan lokasi bisnis di sidoarjo kearah pasuruan atau probolinggo. Dan tentunya karena bali adalah second basecamp dari organisasi kami maka bolak balik jawa bali melalui ketapang sangat sering.
Ketika saya berada di lahan ini saya terdiam lama. Lalu timbul kebiasaan adventure saya, saya menginap malamnya di hotel melati delat pelabuhan ketapang dan saya kembali berada dilokasi lahan ini hingga tengah malam. Keheningan suasana, pemandangan indah lampu menyala dari aktifitas pelabuhan, gerkanan cantik lampu seakan kunang-kunang menari membuat saya tidak terasa berada di lokasi hingga tengah malam. Saya suka sekali suasananya.
Demikian cerita ringkas saya kepada pak tua pemilik lahan tersebut.
Kemudian saya mohon pamit dan meninggalkan kartu nama saya kepadanya. Saya keesokan harinya melanjutkan perjalanan menuju bali. Saya pun segera melupakan tempat tersebut. namun kalau pas melewati tempat tersebut di bulan berikutnya saya selalu menyempatkan berhenti sejenak dan menikmati pemandangan alam tersebut. saya terpesona.
Tiba-tiba suatu hari saya mendapat telpon dari pak tua pemilik lahan tersebut. dia mengingatkan saya tentang pertemuan beberapa bulan lalu. Dia menceritakan bahwa dia mendapat mimpi berkali-kali bahwa lahan tersebut harus menjadi milik saya, atau harus dijual kepada saya. padahal dia tidak ada niat menjualnya namun di mimpi tersebut dia seakan mendapat pesan harus menjual kepada saya. dia diawalnya tidak akan menghubungi saya namun anehnya sekarang istrinya sudah 2 malam berturut –turut mendapat mimpi harus menjual lahan tersebut kepada seseroang kenalan suaminya. Padahal saya tidak pernah bertemu dengan istrinya.
Karena peristiwa itulah dia menghubungi saya. sedangkan bagi saya, tidak ada diawalnya saya ingin memiliki lahan tersebut namun kalau ditawari tentu saya tidak menolak masalah berikutnya adalah berapa harganya.
Ternyata tanah tersebut adalah HGB milik perusahaan pak Tua tersebut. dia dan istrinya. Dan mayoritas kepemilikan adalah nama istrinya. Jadi saya di minta membeli saham istrinya. Lahan tersebut cukup luas, 3,5 Ha. Dan saya berkata bahwa kalau pakai harga pasar saya tidak minat untuk beli karena ini bukan prioritas saya. lalu dia menyebutkan sebuah harga yang cukup mengejutkan saya, karena sangat miring. Lalu saya entah bagaimana menyebutkan bahwa kalau harga tersebut di cicil bagaimana? Namun balik nama asset segera. Dan tanpa berfikir panjang hal itu di ok in. wah saya terkejut bercampur senang.
Kurang dari 1 minggu setelah pembicaraan tersebut transaksi terjadi dan sesuai perjanjian saya menyicilnya. Dari tahun 2007 hingga saat ini masih belum lunas dan insyaAllah akan saya lunasi ditahun 2013 ini. Saat ini sudah 1 tahun lebih saya tidak menengok lahan tersebut, kangen juga saya sama pemandangan dan suasana hening disana. Dan saya mendapat informasi bahwa sekrang sudah ada penerbangan langsung ke banyuwangi jadi, bulan ini saya pasti menyempatkan kesana dengan keluarga. Kalau perlu camping, bertenda disana dengan anak-anak . mengajari anak-anak untuk melihat dan mencintai tanah air Indonesia yang indah ini. # peace be upon us