Rabu, 28 Oktober 2015

Minat membara (passion) lebih dahsyat di banding bakat (talent)



Mohon dibayangkan sebelum anda menjawab pertanyaan yang akan diajukan di bawah ini. Jawab dengan cepat tanpa berfikir begitu bayangan jawaban muncul di benak anda. Anda bisa menjawabnya secara oral, dalam hati atau menggunakan tulisan. Jika anda ingin menulisnya, siapkan pensil dan kertas sebelum lanjut kelimat pertanyaan yang akan segera dilakukan. Bersiap..

jawab pertanyaan dibawah ini dengan cepat tanpa berfikir:
1. Sebutkan merek mobil yang anda tahu sebanyak-banyaknya? Jawab dengan segera dengan instant..
2. Sebutkan apa yang anda ingin minum jika anda kehausan ditengah gurun atau dengan kalimat lain, jika anda kehausan di padang gurun, minuman apa yang ingin anda teguk sekarang?
3. Sebutkan makanan favorit anda?

Baik, anda bisa menjawab dengan lancar pastinya. Sekarang coba perhatikan, kita semua bisa menyebutkan dengan lancar merek mobil yang kita tahu, benar. Namun coba sekali lagi perhatikan.. didalam kita menjawab tadi. Anda pastinya lancar di 3 sampai 5 merek, namun di atas tujuh merek kecepatan anda menjawab mulai pelan. Bahkan secara statistic 70% tidak melewati angka 7 didalam mengingat.

Misalnya seseorang menjawab Honda, Toyota, mercy, mazda, jaguar, terus pelan dan 70% terhenti di bilangan 7. Begitu juga dikategori lainnya seperti pertanyaan diatas. Yaitu ketika haus dipadang gurun minuman apa yang anda inginkan?

Juga dipertanyaan kategori diatas, yaitu makanan favorit..ada yang menjawab, ayam bakar, gurame gorang, gado-gado, mie kuah, dan seterusnya. Kita tahu ada ratusan bahkan ribuan nama makanan, namun hanya 7 hal yang nancep di pikiran.

Dalam dunia psikologi modern, istilah pikiran memiliki batasan slot untuk mengingat ada di bilangan angka tujuh disetiap kategorinya, namanya the Magnificent seven, itulah ke ajaiban angka 7. Anda boleh coba sendiri, ke diri anda anda tanya, sebutkan merek camera, sebutkan merek motor, sebutkan tempat liburan favorit anda dan lain sebagainya..secara alami dari puluhan pilihan dengan cepat di 7 awal pertama. Sisanya kita akan dengan sekuat tenaga berusaha mengingat.

Nah, jika anda pebisnis. Apa yang anda bisa dapatkan dari informasi the magnificent seven tersebut? anda pasti tahu jika di tanya sebutkan merek mobil, anda dengan lancar menjawabnya pastinya. Dan ketahuilah, bahwa dua jawaban pertama adalah Most Likely chosen, atau pilihan yang anda impikan. Maksudnya jika anda menyebutkan merek mobil Honda, mercy pada dua jawaban terawal maka ini adalah jawaban bawah sadar anda. Jika anda punya uang, pilihan mobil yang anda beli adalah kalau tidak Honda ya mercy?!. kalau anda lapar, maka anda pesan ayam bakar pakai nasi panas dan sambel terasi. benar, karena semua yang awal disebut spontan adalah pilihan utama anda kapanpun keputusan itu anda buat.

Bahasa lain dari pikiran tersebut adalah Top of Mind. Alias hal-hal berdasar kategori pikiran yang secara bawah sadar tercatat di dalam pikiran anda. Sederhananya, top of mind hanya mencatat 7 hal disetiap kategori didalam pikiran manusia. Lebih dari angka tujuh tersebut berarti diluar “Top of mind’s slot”.

Kembali kepertanyaan, jika anda pebisnis apa manfaatnya mengetahui top of mind seseorang? Pastinya jika produk anda, atau diri anda masuk dalam ketegori top of mind anda harus bersyukur, namun kalau anda berada diluarnya, ini tugas yang sulit untuk membawa produk anda atau diri anda ke level atas dalam data base pikiran bawah sadar seseorang.

Misalnya anda mengenal salah seorang sahabat anda menjadi sukses. Lalu anda ingin menjual sesuatu kepadanya. Misalnya anda adalah sales dari truk bertenaga listrik. Anda harus cek, apakah anda termasuk 7 orang yang dipercayanya? Atau truk listrik anda masuk 7 kebutuhannya akan transport?

Jadi, disinilah saya sering wanti-wanti mengatakan, kata siapa bisnis itu gampang? Kata siapa jualan itu mudah? Ada banyak factor yang anda harus menangi setiap pertempurannya. Factor produk, factor lokasi, faktir jebis usaha, factor pasar, factor jaringan, factor pemodalan, factor SDM, dan masih banyak lagi. Mana ada yang mudah?

Tulisan ini awalnya adalah diskusi ringan dengan istri. Sudah dua minggu ini dia terfikir ingin membuat restoran skala warung namun lebih besar dikit. Warung sunda. Begitu seseorang entrepreneurshipnya ke pancing saya suka sekali, apalagi istri sendiri. Dan seperti kebiasaan saya, saya tidak membantu banyak dalam hal detail. Saya biarkan seseorang berimprovasi. Bahkan jika dalam bisnis awal saya tahu ini tidak akan jalan, saya tetap diamkan. Alasan saya hanyasatu, pelajaran terbaik adalah dengan mengalami.

Saya ini kalau jadi mentor bukan mentor yang baik. Yang kasih nasehat, yang kasih contoh. Ngak, saya diam saja, saya benarkan semuanya. Tugas saya cuma satu, membuat terus semangat, itu tok!.demikian pula terhadap sang istri tercinta ini.

Istri saya menilai saat ini kami memang memiliki pembantu yang luar biasa jago masaknya. Masakanya enak sekali dan apapun bisa dimasak. Misalnya kami baru makan disebuah restoran lalu kami bawa pulang makanan yang menurut kami enak. Lalu dia di suruh masak, dalam 2 atau 3 kali percobaan rasanya mirip. Sehingga memiliki pembantu seperti mbak Juju ini sama dengan memiliki chef. Dan pujian mengenai rasa makanan ini bukan dari kami sekeluarga saja, namun dari semua saudara dan tamu yang pernah kerumah semua komentar sama. Enak masakannya!. Nah, dari sisi inilah istri saya menilai bahwa kalau mbak juju hanya buat di rumah saja kapasitasnya tidak maksimum namun kalau di buatkan warung susundaan makanan sunda akan lebih banyak faedah didapat.

Keputusan istri membuat warung sunda bukan karena dia kental berdarah campuran ciwidey dan pandegelang saja namun setelah observasi panjang. Dari 5 pilihan menu yang umum di lidah orang Indonesia, masakan china, sea food, masakan padang, warteg, sunda maka dia melihat masakan sunda lebih menarik dimasuki. Itu adalah pilihan yang menurut saya masuk dalam magnificent seven di benak setiap orang Indonesia.

Kalau pilihan makanan, koki, sudah di kuasai maka berikutnya adalah lokasi. Karena sifatnya tropism aka sudah menjadi umum bahwa bangsa Indonesia ngak doyan dengan yang namanya matahari dan panas. Sudah bosen kita. Sementara bangsa eropa, amerika, china, jepang doyan banget sama matahari dan panas. Jadi, masuk di mall adalah pilihan banyak orang. Walaupun hanya buat cuci mata dan ngadem dinginin badan. Ini bukan perilaku bangsa Indonesia saja, di philipina sama saja, semua ngumpul di mall juga, Singapore dan Malaysia alias semua perilaku asean mirip!.

Berbisnis di mall, modalnya besar. Sewanya mahal. Interiornya juga tidak murah ditambah maintenancenya. Namun trafik pasti di dapat. Bagi kita yang di butuhkan adalah trafik banyaknya orang lalu lalang. Pertanyaan berikutnya, adakah restorant tersebut sudah masuk dalam top of mind di mall? Bagaimana strategi untuk menjadi top of mind?

Pilihan berikutnya adalah mendekatkan pasar misalnya ke gedung kantor dimana kebutuhan makan siang dan malam tinggi sekali. Dimana kompetisi lebih sedikit sehingga mudah masuk ke Top of Mind seseorang. Pertanyaan berikutnya adalah adakah lokasi tersedia?

Saya biarkan istri saya melakukan semuanya. Terserah dia leluasa bergerak. Yang penting semangatnya terus menyala. Yang penting dia berani memulainya, berani menyebur dan berenang di dunia bisnis kuliner. Pelajaran yang penting juga agar anak-anak tahu dan menghargai proses orang tuanya mencoba survive menghidupi keluarga dengan beragam cara. Yang nantinya menjadi bekal mereka membina turunan-turunan mereka dengan contoh perilaku dan pengalaman. # may peace be upon us