Mencari arsitek di
saat perekonomian lagi menggeliat naik seperti 2 tahun terakhir ekonomi
Indonesia memang sulit. Apa lagi membangun jika anda akan membangun gedung atau
public building. Berbeda kebiasaan arsitek yang sering membangun mall dengan
apartement, dengan mix used building di banding dengan office building. Semua punya keahlian
masing-masing.
Dan karena keterbatasan banyak factor maka kami harus memilih arsitek kelas dua. Tak berani kami masuk di arsitek papan atas apalagi untuk membangun di kota kecamatan seperti cepu. Namun tetap harus memiliki selera tinggi.
Rumus membangun gedung public adalah semuran-murahnya material, sehandal-handanya mutu stuktur dan civil work. Karena kurang dari 5 tahun harus ada hal yang di rubah, baik fasade atau lobby, atau di rubah entrance nya dan lain sebagainya, ini agar pelanggan tidak bosan dan melihat itu-itu lagi.
Akhirnya pilihan arsitek kami jatuhkan kepada arsitek muda berusia 33 tahun dari muads Indonesia. alasanya sederhana. Mereka baru sekali mendesign hotel, baru 2 kali mendesign public building, namun 5 rumah sakit sudah pernah mereka design dan sudah berdiri. Dan rumah sakit punya standar gedung 1 level lebih tinggi di banding hotel.
Jadi logikanya membangun rumah sakit kita pakai untuk membangun hotel, TOR hotel jadi ringan merancangnya karena hanya sebatas fungsi flow bisnis hotelnya. Urusan STP, WDP listrik, water system, dan lain sebagainya sang arsitek jauh lebih faham karena urusan limbah rumah sakit jauh lebih rumit di banding hotel.
Hari itu adalah pertemuan ke 10 kali lebih, dalam 2bulan sudah 4 kali ganti design bentuk bangunan. Sampai bulan mei belum juga ada gambar arsitek. Waktu semakin mepet. Wajah team arsitek terlihat bertekuk terus. Team swiss margos selalu menemukan hal yang lebih efisien, lebih efisien. Dimana dalam jangka panjang hal ini perlu agar cost atau biaya rendah bisa di capai.
Misalnya lebar koridor yang tadinya 150cm di rubah ke 120cm. lalu tadinya pakai etenit lalu di rubah pakai beton ekspose. Lalu menambah luasan restorant dan menambah ruang meeting. Setelah pertemuan ke 10 dan perubahan ke 4 kalinya atas bentuk dan fungsi, ternyata saya masih kurang puas karena luas banguan masih terlalu besar.
Saya ingin membangun 88 kamar gedung 4 lantai. Sehingga tidak memerlukan standar gedung tinggi cukup seperti membangun ruko pondasinya. Ruang meeting luas 500 meter untuk 400 orang dan 3 ruang meeting kecil lainnya kapasitas 100 orang masing-masing harus tersedia.
Dan hingga suatu hari saya bertemu dengan senior advisor saya, pak DJ. seorang yang saya anggap orangtua saya. dan menuurut saya dia adalah orang yang sangat out of the box pemikiranya. Dimana saat itu dia datang ke kantor menanyakan apa yang sedang saya lakukan.
Cerita singkat tentang hotel di cepu lalu dia melihat design yang saat ini sedang dip roses. Dia mengatakan..gedung kotak seperti itu tidak ada istimewanya sebaiknya coba berfikir keluar sebentar, jauh mengayalnya. Misalnya begini.
Lahan murah di cepu tersebut kau beli seluas 1 ha. Lalu kami bangun hotel. Bisa di bayangkan kah berapa harga tanah di sekitar hotel tersebut 2 tahun dari sekarang, akan diam saja harganya atau naik hingga 3 kali lipat atau lebih?
Tanpa saya jawab dia pun memeneruskan, pasti naik khan. Nah dari pada kerja keras kamu di panen orang lain sebaiknya kamu menyapu sekuat kamu lahan disekitar smapi 5 ha. Saya yakin nanti kamu akan kaget karena nilainya semua naik 3 kali lipat dalam 2 tahun.
Bagi saya ada hala yang taboo saya ucapkan yaitu kami belum punya dana untuk menutup lahan sekitar walau ada peluang di kemudian hari. Saya pun diam dan otak berfikir keras dari mana saya memulainya lagi. saya seakan di paksa kelimit dengan dialog di awal tersebut. lalu beliau menambahkan kamna beru sebaiknya jangan membuat hotel saja, kecil itu. Kamu sebaiknya membuat Cepu Oil Center. sebuah oase business center ayng melayani seluruh kebutuhan industry perminyakan.
Saya terkejut juga dengan idenya. Lalu coba buat sebuah monument di mana setiap orang kalau melihat akan mengambil foto dimana saat ini banyak orang yang senang ber narsis di status media social. Maka memiliki tempat yang banyak di kunjungi dan di foto adalah sebuah kebanggaan. Dan itu mendatangkan bisnis yangbagus karena berhasil mendatangkan trafik orang datang ke lokasi kamu.
Entah ada yang merencanakan sebelumnya memang saya memerintahkan topografi bukan di buat hanya di lahan 1 ha namun saya meminta dibuatkan togografi lebih luas yaitu 7 ha. Jadi data topografie sudah ada untuk arsitek bisa bekerja. Dan karena sang arsitek beserta team sedang ada di tempat saya maka saya mohon pak DJ mengulangi lagi apa yang di terangkan kepada saya. dan pak DJ menjelaskan lebih rinci lagi misalnya di Cepu Oil Center tersebut ada kantor untuk perusahaan minyak dan sub kontraktornya yang lebih dari 50 perusahaan sekitar blok cepu.
Lalu ada resto arcade seperti mini citos, ada supermarket, ada residensial untuk para expatriate. Danjangan lupa ciptakan sebuah landmark disana sebagai icon.
Saya lihat team arsitek agak berkerut keningnya, dan dengan semangat mereka menjawab, kasih waktu satu minggu maka kami akan keluar dengan ide gila. Kebetulan TOR dari hotel sudah final tinggal melakukan bill of quatity, dan spek teknis detail material. 1 minggu kita akan presentasi lengkap. Di lahan 5 ha.
Melihat semngat pak DJ dan semengat juang team arsitek saya dan team empora yang berkerut. Lahan yang 4 ha belum kita miliki. Masak kita mendesign di lahan orang. Jadi kita harus bebaskan. Saya melakukan semuanya hanya insting, asli hanya intuitif jadi team empora langsung atur skedul kelapangan ke esokan harinya. Saya memerintahkan pak lurah untuk meminta bertemu dengan 9 pemilik lahan di sekitarnya yang kira-kira membuat lahan menjadi bisa menambah 4 ha.
Saya pede sekali dengan ide saya. lahan yang kami beli 1 ha dari pak lurah masih perawan, belum di apa-apakan. Mereka belum tahu mau di apakan lahan tersebut bahkan kayaknyapun belum tahu kalau sudah pindah tangan. Saya bilang ke pak lurah. Kalau transaksi ada jodoh maka dia akan dapat 3% komisi. Ini uang halal pak bukan korupsi saya bilang begitu.
Lalu pada saat berkumpul saya mengatakan bahwa kalau bapak semua berminat menjual lahanya say amau beli. Dan alhmdulilahnya mereka semua ingin menjual. Karena lahan tidak produktif, dan harganya hanya setengah dari harga tanah di depan milik pak lurah yang memang luas akses jalannya ke jalan raya. Tanah mereka tidak ada akses.
Lalu saya mengatakan, pak ini masing-masing saya kasih uang panjer tanda jadi Rp 50 juta ingih pak ngih. Surat PPJB dari ibu notaries bapak dan saya pegang. Akta tanah belum di balik nama, masih nama bapak yang di taruh di notaries, kalau dalam 6 bulan saya tidak melunasi monggo silahkan bapak ambil uang panjer uang muka tersebut dan sertifkat tanah balik kembali kepada bapak-bapak. Uang saya hangus.
Bapak tidak rugi toh? Semua di untungkan. Dan sekali lagi mereka semua mengangguk setuju dan saat itu juga menanda tangani surat PPJB dan esok harinya semua saya bayar 50 jutaan sebagai uang muka.
Dalam waktu 6 bulan kedepan empora harus berfikir dan bekerja ekstra keras untuk membuat semua menjadi milik kami. Dan bisnis berjalan seperti semestinya .# may peace be upon us
Dan karena keterbatasan banyak factor maka kami harus memilih arsitek kelas dua. Tak berani kami masuk di arsitek papan atas apalagi untuk membangun di kota kecamatan seperti cepu. Namun tetap harus memiliki selera tinggi.
Rumus membangun gedung public adalah semuran-murahnya material, sehandal-handanya mutu stuktur dan civil work. Karena kurang dari 5 tahun harus ada hal yang di rubah, baik fasade atau lobby, atau di rubah entrance nya dan lain sebagainya, ini agar pelanggan tidak bosan dan melihat itu-itu lagi.
Akhirnya pilihan arsitek kami jatuhkan kepada arsitek muda berusia 33 tahun dari muads Indonesia. alasanya sederhana. Mereka baru sekali mendesign hotel, baru 2 kali mendesign public building, namun 5 rumah sakit sudah pernah mereka design dan sudah berdiri. Dan rumah sakit punya standar gedung 1 level lebih tinggi di banding hotel.
Jadi logikanya membangun rumah sakit kita pakai untuk membangun hotel, TOR hotel jadi ringan merancangnya karena hanya sebatas fungsi flow bisnis hotelnya. Urusan STP, WDP listrik, water system, dan lain sebagainya sang arsitek jauh lebih faham karena urusan limbah rumah sakit jauh lebih rumit di banding hotel.
Hari itu adalah pertemuan ke 10 kali lebih, dalam 2bulan sudah 4 kali ganti design bentuk bangunan. Sampai bulan mei belum juga ada gambar arsitek. Waktu semakin mepet. Wajah team arsitek terlihat bertekuk terus. Team swiss margos selalu menemukan hal yang lebih efisien, lebih efisien. Dimana dalam jangka panjang hal ini perlu agar cost atau biaya rendah bisa di capai.
Misalnya lebar koridor yang tadinya 150cm di rubah ke 120cm. lalu tadinya pakai etenit lalu di rubah pakai beton ekspose. Lalu menambah luasan restorant dan menambah ruang meeting. Setelah pertemuan ke 10 dan perubahan ke 4 kalinya atas bentuk dan fungsi, ternyata saya masih kurang puas karena luas banguan masih terlalu besar.
Saya ingin membangun 88 kamar gedung 4 lantai. Sehingga tidak memerlukan standar gedung tinggi cukup seperti membangun ruko pondasinya. Ruang meeting luas 500 meter untuk 400 orang dan 3 ruang meeting kecil lainnya kapasitas 100 orang masing-masing harus tersedia.
Dan hingga suatu hari saya bertemu dengan senior advisor saya, pak DJ. seorang yang saya anggap orangtua saya. dan menuurut saya dia adalah orang yang sangat out of the box pemikiranya. Dimana saat itu dia datang ke kantor menanyakan apa yang sedang saya lakukan.
Cerita singkat tentang hotel di cepu lalu dia melihat design yang saat ini sedang dip roses. Dia mengatakan..gedung kotak seperti itu tidak ada istimewanya sebaiknya coba berfikir keluar sebentar, jauh mengayalnya. Misalnya begini.
Lahan murah di cepu tersebut kau beli seluas 1 ha. Lalu kami bangun hotel. Bisa di bayangkan kah berapa harga tanah di sekitar hotel tersebut 2 tahun dari sekarang, akan diam saja harganya atau naik hingga 3 kali lipat atau lebih?
Tanpa saya jawab dia pun memeneruskan, pasti naik khan. Nah dari pada kerja keras kamu di panen orang lain sebaiknya kamu menyapu sekuat kamu lahan disekitar smapi 5 ha. Saya yakin nanti kamu akan kaget karena nilainya semua naik 3 kali lipat dalam 2 tahun.
Bagi saya ada hala yang taboo saya ucapkan yaitu kami belum punya dana untuk menutup lahan sekitar walau ada peluang di kemudian hari. Saya pun diam dan otak berfikir keras dari mana saya memulainya lagi. saya seakan di paksa kelimit dengan dialog di awal tersebut. lalu beliau menambahkan kamna beru sebaiknya jangan membuat hotel saja, kecil itu. Kamu sebaiknya membuat Cepu Oil Center. sebuah oase business center ayng melayani seluruh kebutuhan industry perminyakan.
Saya terkejut juga dengan idenya. Lalu coba buat sebuah monument di mana setiap orang kalau melihat akan mengambil foto dimana saat ini banyak orang yang senang ber narsis di status media social. Maka memiliki tempat yang banyak di kunjungi dan di foto adalah sebuah kebanggaan. Dan itu mendatangkan bisnis yangbagus karena berhasil mendatangkan trafik orang datang ke lokasi kamu.
Entah ada yang merencanakan sebelumnya memang saya memerintahkan topografi bukan di buat hanya di lahan 1 ha namun saya meminta dibuatkan togografi lebih luas yaitu 7 ha. Jadi data topografie sudah ada untuk arsitek bisa bekerja. Dan karena sang arsitek beserta team sedang ada di tempat saya maka saya mohon pak DJ mengulangi lagi apa yang di terangkan kepada saya. dan pak DJ menjelaskan lebih rinci lagi misalnya di Cepu Oil Center tersebut ada kantor untuk perusahaan minyak dan sub kontraktornya yang lebih dari 50 perusahaan sekitar blok cepu.
Lalu ada resto arcade seperti mini citos, ada supermarket, ada residensial untuk para expatriate. Danjangan lupa ciptakan sebuah landmark disana sebagai icon.
Saya lihat team arsitek agak berkerut keningnya, dan dengan semangat mereka menjawab, kasih waktu satu minggu maka kami akan keluar dengan ide gila. Kebetulan TOR dari hotel sudah final tinggal melakukan bill of quatity, dan spek teknis detail material. 1 minggu kita akan presentasi lengkap. Di lahan 5 ha.
Melihat semngat pak DJ dan semengat juang team arsitek saya dan team empora yang berkerut. Lahan yang 4 ha belum kita miliki. Masak kita mendesign di lahan orang. Jadi kita harus bebaskan. Saya melakukan semuanya hanya insting, asli hanya intuitif jadi team empora langsung atur skedul kelapangan ke esokan harinya. Saya memerintahkan pak lurah untuk meminta bertemu dengan 9 pemilik lahan di sekitarnya yang kira-kira membuat lahan menjadi bisa menambah 4 ha.
Saya pede sekali dengan ide saya. lahan yang kami beli 1 ha dari pak lurah masih perawan, belum di apa-apakan. Mereka belum tahu mau di apakan lahan tersebut bahkan kayaknyapun belum tahu kalau sudah pindah tangan. Saya bilang ke pak lurah. Kalau transaksi ada jodoh maka dia akan dapat 3% komisi. Ini uang halal pak bukan korupsi saya bilang begitu.
Lalu pada saat berkumpul saya mengatakan bahwa kalau bapak semua berminat menjual lahanya say amau beli. Dan alhmdulilahnya mereka semua ingin menjual. Karena lahan tidak produktif, dan harganya hanya setengah dari harga tanah di depan milik pak lurah yang memang luas akses jalannya ke jalan raya. Tanah mereka tidak ada akses.
Lalu saya mengatakan, pak ini masing-masing saya kasih uang panjer tanda jadi Rp 50 juta ingih pak ngih. Surat PPJB dari ibu notaries bapak dan saya pegang. Akta tanah belum di balik nama, masih nama bapak yang di taruh di notaries, kalau dalam 6 bulan saya tidak melunasi monggo silahkan bapak ambil uang panjer uang muka tersebut dan sertifkat tanah balik kembali kepada bapak-bapak. Uang saya hangus.
Bapak tidak rugi toh? Semua di untungkan. Dan sekali lagi mereka semua mengangguk setuju dan saat itu juga menanda tangani surat PPJB dan esok harinya semua saya bayar 50 jutaan sebagai uang muka.
Dalam waktu 6 bulan kedepan empora harus berfikir dan bekerja ekstra keras untuk membuat semua menjadi milik kami. Dan bisnis berjalan seperti semestinya .# may peace be upon us