Selasa, 27 Oktober 2015

MELIHAT SISI LAIN INDONESIA



Selama tujuh hari melakukan perjalanan panjang bersama dengan beberapa pengusaha dan professional untuk memenuhi permintaan dari pejabat negara bersama petinggi pemerintahan cukup banyak hal baru yang saya dapatkan. Salah satu yang menarik adalah cara pandang pengusaha dan profesional di sekeliling saya. Salah satu yang menjadi topik hangat kami adalah posisi Indonesia berada di negara urutan ke-15 paling besar ekonominya, dan tiga tahun terakhir masuk dalam tiga besar negara dengan pertumbuhan positif di atas 6 persen per tahunnya.
Benar saat ini banyak yang menganggap pemerintah di bawah SBY lamban. Namun di sisi pengusaha di sekeliling saya selama delapan tahun pemerintahan SBY mereka pengusaha tersebut berhasil meningkatkan pertumbuhan bisnis hingga lebih sepuluh kali lipat atau lebih 1000 persen! Bahkan lima tahun yang lalu nama mereka tidak terdengar sama sekali namun sekarang banyak perusahaan mereka yang masuk di daftar seratus pembayar pajak terbesar di Indonesia.
Kelas menengah di Indonesia telah berhasil naik kelas. Populasi kelas menengah ini meningkat tajam. Dan salah seorang professional membuat catatan, Indonesia persis seperti negara Amerika di tahun 1955 yaitu sepuluh tahun paska perang dunia kedua di mana terjadi lonjakan awal ekonomi yang sangat signifikan.
Saat itu era mobil cepat, musle car dan mobil keluarga di puncak produksinya, era James Dean gerakan pemuda anti kemapanan berkreasi bebas, gerakan kulit berwarna mulai memerdekakan diri di mana Amerika masih rasis dan penuh SARA menjadi negara terbuka, di mana saat musik rock n roll Elvis Presley & The Beatles masuk ke dunia komersial, di mana olahraga mulai menjadi family favorite time leisure tempat santai keluarga, di mana dunia hiburan mulai bergerak ke arah puncak tangga tertinggi yaitu Vegas, Hollywood, Motown, dan lain-lain. Di mana kampus-kampus pendidikan tinggi membuka kelas-kelas jurusan baru memecah banyak dari juruan-jurusan besar menjadi lebih spesifik lagi, dunia obat-obatan menemukan banyak medicine baru, teknik surgery membaik berkali lipat dibanding jaman perang dunia , di bidang science Einstein dan lain sebagainya mulai menguak rahasia semesta untuk mempermudah umat manusia berteknologi IT, aeronotika, maritim dan lain sebagainya.
Di Indonesia saat ini, akan terjadi paradox gas alam yang banyak dan berlimpah di tahun 2015 ke atas. Sehingga Indonesia menjadi pemain gas alam terbesar di dunia, sumber pertanian kokoa, karet, sawit, sudah menjadi pemain dunia dan juga saat ini Indonesia pemain batubara terbesar dunia, dan jika semua dioreintasikan untuk kebutuhan di dalam negeri maka akan terjadi kelimpahan energi sehingga listrik dan bahan bakar dasar untuk kebutuhan bisnis akan melimpah.
Ini akan membuat Indonesia menjadi negara tujuan bagi negara Eropa atau Amerika Utara untuk memindahkan produksinya ke Indonesia dalam waktu lima tahun kedepan dengan sangat signifikan. Inilah yang akan membuat Indonesia akan menjadi negara produsen produksi berbasis sumber daya alam terbesar di dunia.
Secara master plan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan seperti Pelindo akan membangun pelabuhan baru dan memperbesar kapasitas pelabuhan yang ada. Tanjung Priok akan meningkat kapasitas angkut dan bongkar menjadi empat kali lipat, begitu juga pelabuhan lainnya dalam lima tahun ke depan. Bandara udara dibangun besar-besaran sebagai pintu gerbang nasional dan internasional diawali dengan Bandara Soekarno Hatta ditingkatkan tiga kali lipat dari 20 juta kapasitas penumpang menjadi 60 juta kapasitas penumpang per tahunnya. Begitu juga banyak bandara-bandara di bawah Angkasa Pura lainnya.
Garuda Indonesia, Lion Air, Air Asia dan lainnya menambah lebih dari tiga ratus armada pesawat terbang baru untuk mencukupi permintaan 100 juta air traveler yang terus meningkat 25 persen pertahunnya di mana tahun 2017 bisa mencapai 200 juta air traveler.
Group besar property membangun super blok lebih dari seratus property baru di seluruh Indonesia dengan ratusan ribu unit rumah dan apartemen baru dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Pemain pertanian besar seperti Sang Hyang Seri, Polowijo dan lain sebagainya membuka lahan sawah baru ribuan hektar. Dan pihak swasta bermain gula serta tebu yang dapat membuat beberapa group besar seperti Sampoerna bisa menjadikan diri mereka menjadi sugar baron atau raja gula di dunia.
Pembangunan power plant pembangkit listrik di seluruh provinsi berbasis batubara dan gas combustion meningkat lebih, mendapatkan pasokan dalam sepuluh tahun ke depan lebih dari 100.000 megawatt. Di Medan, Jambi, Palembang, Lampung, terus hingga Papua.
Master plan Jakarta yang sudah disiapkan oleh Menteri Perhubungan dan BUMN adalah 24 jalur kereta bawah tanah, subway sistem di Jakarta tersedia dalam sepuluh tahun ke depan dan hampir semua kota besar meniru kesuksesan kota Solo memiliki trem sehingga tranportasi berbasis rel akan ada tersedia di banyak kota juga dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Impor solar untuk produksi dan transportasi publik bisa dipangkas hingga 50 persen dengan menggantikan tranportasi berbasis CNG gas dan LNG.
Melihat geliat data di atas akan mudah menggambarkan keadaan ekonomi Indonesia di sepuluh tahun kedepan. Semua itu terlaksana karena sektor swasta dan professional di kelas menengah dan atas yang menggerakkan roda ekonomi. Pemerintah saat ini seharusnya lebih mudah karena kerjanya hanya dua hal, membuat tentram dan aman di semua daerah dan memikirkan masalah sosial kawula alit atau wong cilik yang belum tersentuh pendidikan, kesehatan dan ketrampilan. Itu saja cukup. Nanti di tahun 2014 mungkin bangsa Indonesia tidak memerlukan pemimpin negara dari orang yang pinter karena bisa keminter dan keblinger, mungkin tidak perlu orang yang keras dan saklek tegas, pastinya tidak memerlukan orang yang plin plan yang tidak pernah buat keputusan, cukup seorang yang membawa keberuntungan (bejo) atau orang yang ngerejekeni atau orang biasa yang dicintai dan mencintai rakyat, hanya mengurusi rasa tentram aman dan ngurusi kawulo alit dengan pajak dan pendapatan negara yang sebesar 2000 triliun per tahunnya (perkiraan tahun 2014 ke atas, – saat ini 1500 triliun rupiah). Tujuh puluh persen uang APBN itu dihasilkan oleh pajak mereka di kelompok menengah dan atas strata ekonomi dan berikan mereka rasa aman tersebut sehingga kelompok bawah bisa segera menuju ke tengah, kelompok tengah membesar dan naik ke atas, dan kelompok atas bisa bermain di kelas regional dan di dunia, menjadikan mereka pemain multi nasional.
Menyaksikan presentasi lengkap perkembangan sepuluh tahun kedepan yang dilakukan langsung oleh pengusaha dan profesional pelakunya dari berbagai aspek tersebut bukan sekedar rencana karena semuanya sudah konkrit dijalankan. Ada yang baru mulai, ada yang sudah berjalan 30 persen sehingga bukan rencana di atas kertas lagi, semua sudah confirm proyek yang dipresentasikan seperti data di tulisan di atas. Semua ini bagi saya membawa semangat membara dan optimisme ke depan. Melihat sisi lain yang jarang terungkap, melihat the other side of coin atau sisi lain dari mata uang. Di mana selama ini media memberikan berita yang menyesakkan dada, memilukan hati, dan memusingkan kepala. Kebersamaan sejenak kemarin bagai obat penawar dahaga, sukses NKRI!