Selama tujuh hari melakukan perjalanan panjang bersama dengan
beberapa pengusaha dan professional untuk memenuhi permintaan dari pejabat negara bersama petinggi pemerintahan cukup banyak hal
baru yang saya dapatkan. Salah satu yang menarik adalah cara pandang pengusaha
dan profesional di sekeliling saya. Salah
satu yang menjadi topik
hangat kami adalah posisi Indonesia berada di negara
urutan ke-15
paling besar ekonominya, dan tiga
tahun terakhir masuk dalam tiga
besar negara
dengan pertumbuhan positif di atas 6 persen per tahunnya.
Benar saat ini banyak yang menganggap
pemerintah di bawah SBY lamban. Namun di sisi pengusaha di sekeliling saya selama delapan tahun pemerintahan SBY mereka — pengusaha tersebut — berhasil meningkatkan pertumbuhan
bisnis hingga lebih sepuluh kali
lipat atau lebih 1000 persen! Bahkan
lima tahun yang lalu
nama mereka tidak terdengar sama sekali namun sekarang banyak perusahaan mereka
yang masuk di daftar seratus
pembayar pajak terbesar di Indonesia.
Kelas menengah di Indonesia telah
berhasil naik kelas. Populasi kelas menengah ini meningkat tajam. Dan salah
seorang professional membuat catatan,
Indonesia persis seperti negara
Amerika di tahun 1955
yaitu sepuluh tahun
paska perang dunia kedua di mana terjadi lonjakan awal ekonomi yang
sangat signifikan.
Saat itu era mobil cepat, musle car
dan mobil keluarga di puncak
produksinya, era James
Dean gerakan pemuda anti
kemapanan berkreasi bebas, gerakan kulit berwarna mulai memerdekakan diri di mana Amerika masih rasis dan penuh SARA
menjadi negara
terbuka, di mana saat musik rock n roll Elvis Presley & The Beatles masuk ke dunia komersial, di mana olahraga mulai menjadi family
favorite time leisure — tempat
santai keluarga —,
di mana dunia hiburan mulai bergerak ke arah
puncak tangga tertinggi yaitu Vegas,
Hollywood, Motown, dan lain-lain. Di mana kampus-kampus pendidikan tinggi membuka
kelas-kelas jurusan baru memecah banyak dari juruan-jurusan besar menjadi lebih
spesifik lagi, dunia obat-obatan
menemukan banyak medicine baru, teknik surgery membaik berkali lipat dibanding
jaman perang dunia , di bidang science Einstein dan lain sebagainya
mulai menguak rahasia semesta untuk mempermudah umat manusia berteknologi IT,
aeronotika, maritim dan lain sebagainya.
Di Indonesia saat ini, akan terjadi
paradox gas
alam yang banyak dan berlimpah di tahun 2015 ke atas. Sehingga Indonesia
menjadi pemain gas alam terbesar di dunia, sumber pertanian kokoa, karet,
sawit, sudah menjadi pemain dunia dan juga
saat ini Indonesia pemain batubara terbesar dunia, dan jika semua
dioreintasikan untuk kebutuhan di dalam negeri maka akan terjadi kelimpahan
energi sehingga listrik dan bahan bakar dasar untuk kebutuhan bisnis akan
melimpah.
Ini akan membuat Indonesia menjadi negara tujuan bagi negara Eropa atau Amerika Utara untuk memindahkan produksinya ke
Indonesia dalam waktu lima
tahun kedepan dengan sangat signifikan. Inilah yang akan membuat Indonesia akan
menjadi negara
produsen produksi berbasis sumber daya alam terbesar di dunia.
Secara master plan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan seperti Pelindo
akan membangun pelabuhan baru dan memperbesar kapasitas pelabuhan yang ada.
Tanjung Priok
akan meningkat kapasitas angkut dan bongkar menjadi empat kali lipat, begitu juga pelabuhan
lainnya dalam lima
tahun ke depan. Bandara
udara dibangun besar-besaran sebagai pintu gerbang nasional dan internasional
diawali dengan Bandara
Soekarno Hatta ditingkatkan tiga kali lipat dari 20 juta kapasitas
penumpang menjadi 60 juta kapasitas penumpang per tahunnya. Begitu juga banyak
bandara-bandara di bawah Angkasa
Pura lainnya.
Garuda Indonesia, Lion Air, Air Asia dan lainnya menambah lebih dari tiga ratus armada pesawat terbang baru untuk
mencukupi permintaan 100 juta air traveler yang terus meningkat 25 persen pertahunnya di mana tahun 2017 bisa mencapai 200 juta air
traveler.
Group besar property membangun
super blok lebih dari seratus
property baru di seluruh Indonesia dengan ratusan ribu unit rumah dan apartemen baru
dalam kurun waktu lima
tahun ke depan. Pemain pertanian besar seperti Sang Hyang Seri, Polowijo dan lain sebagainya membuka
lahan sawah baru ribuan hektar. Dan pihak swasta bermain gula serta tebu yang
dapat membuat beberapa group besar seperti Sampoerna bisa menjadikan diri mereka menjadi
sugar baron
atau raja gula di dunia.
Pembangunan power plant pembangkit
listrik di seluruh provinsi berbasis batubara dan gas combustion meningkat lebih, mendapatkan pasokan dalam sepuluh tahun ke depan lebih dari 100.000 megawatt. Di Medan, Jambi, Palembang,
Lampung, terus hingga Papua.
Master plan Jakarta yang sudah
disiapkan oleh Menteri Perhubungan dan BUMN adalah 24 jalur kereta bawah tanah,
subway sistem di Jakarta tersedia dalam sepuluh tahun ke depan dan hampir semua
kota besar meniru kesuksesan kota Solo memiliki trem sehingga tranportasi
berbasis rel akan ada tersedia di banyak kota juga dalam kurun waktu sepuluh
tahun ke depan. Impor solar untuk produksi dan transportasi publik bisa
dipangkas hingga 50 persen dengan menggantikan tranportasi berbasis CNG gas dan
LNG.
Melihat geliat data di atas akan
mudah menggambarkan keadaan ekonomi Indonesia di sepuluh tahun kedepan. Semua itu terlaksana
karena sektor
swasta dan professional di kelas menengah dan atas yang menggerakkan roda ekonomi. Pemerintah saat ini
seharusnya lebih mudah karena kerjanya hanya dua hal, membuat tentram dan aman
di semua daerah dan memikirkan masalah sosial kawula alit atau wong cilik yang
belum tersentuh pendidikan, kesehatan dan ketrampilan. Itu saja cukup. Nanti di
tahun 2014 mungkin bangsa Indonesia tidak memerlukan pemimpin negara dari orang
yang pinter karena bisa keminter dan keblinger, mungkin tidak perlu orang yang
keras dan saklek tegas, pastinya tidak memerlukan orang yang plin plan yang
tidak pernah buat keputusan, cukup seorang yang membawa keberuntungan (bejo)
atau orang yang ngerejekeni atau orang biasa yang dicintai dan mencintai
rakyat, hanya mengurusi rasa tentram aman dan ngurusi kawulo alit dengan pajak
dan pendapatan negara yang sebesar 2000 triliun per tahunnya (perkiraan tahun
2014 ke atas, – saat ini 1500 triliun rupiah). Tujuh puluh persen uang APBN itu
dihasilkan oleh pajak mereka di kelompok menengah dan atas strata ekonomi dan
berikan mereka rasa aman tersebut sehingga kelompok bawah bisa segera menuju ke
tengah, kelompok tengah membesar dan naik ke atas, dan kelompok atas bisa
bermain di kelas regional dan di dunia,
menjadikan mereka pemain multi nasional.
Menyaksikan presentasi lengkap
perkembangan sepuluh tahun kedepan yang dilakukan langsung oleh pengusaha dan
profesional pelakunya dari berbagai aspek tersebut bukan sekedar rencana karena
semuanya sudah konkrit dijalankan. Ada yang baru mulai, ada yang sudah berjalan 30 persen sehingga bukan rencana di atas kertas lagi, semua sudah confirm proyek
yang dipresentasikan seperti data di tulisan di atas. Semua ini bagi saya membawa semangat
membara dan optimisme ke depan. Melihat
sisi lain yang jarang terungkap, melihat the other side of coin atau sisi lain
dari mata uang. Di mana selama ini media memberikan berita yang
menyesakkan
dada, memilukan hati, dan memusingkan kepala. Kebersamaan sejenak kemarin bagai obat
penawar dahaga, sukses NKRI!