Kemarin sore
dirumah kedatangan yahya. Dia bisa dikatakan anak angkat bisa adik angkat,
apapun istilahnya dan dia adalah seorang yng saya kenal 18 tahun yang lalu
diusianya sekitar usia 12an tahun. Waktu terasa singkat karena mungkin saya
tidak berjumpa dengannya sejak 7-8 tahun yang lalu. Tahu2 dia sudah menikah,
memiliki anak, punya rumah punya kendaraan. Luar biasa perjalanan hidupnya sewaktu dia menceritakan
kehidupannya 8 tahun terakhir ini.
Sekarang dia memiliki usaha karaoke keluraga, satu di depok, satu di tangerang. Ruko yang dibeli dengan menyicil kayaknya dalam waktu dekat sudah bisa dilunasinya. Itu semua didapatinya dari bsns karaoke kelurga. Kataya 10 tahun yang lalu sejak dia keluar dari panti yatim dia bekerja di karaoke keluarga nav nav di kelapa gading. Kebiasaanya sebagai muazin, sebagai marbot masjid kami membuat suaranya terlatih indah. Sehingga katanya, pada saat di karaoke dulu banyak keluarga2 langgannya minta di layani dan di temani bernyanyi. Wajahnya yang ganteng, bersih dan luar biasa santunnya merupaka bekal suksesnya diawal. Hingga yahya bertemu denga sebuah keluarga yang suka dan jatuh cinta pada dirinya. Sehingga sejak 5 tahun yang lalu dia dimodali dan mendpatkan bagi hasil usaha karaoke keluarga yang mereka bangun di daerah depok.
Sejak 3 tahun yang lalu dengan hasil tabungannya dia memberanikan diri membeli ruko secara menyicil dan membangun usaha karaoke. Kebetulan yang memberi kredit adalah seorang kepala cabang bank dekat depot yang menjadi langganannya. Keluarga pejabat bank itu setiap mggu pasti menyempatka berkaraoke baik dengan teman, atau mitra bisnisnya. Bisnis karaoke dia bangun sendiri didaerah tangerang. Dan ruko inilah yang sebntar lagi lunas dimiliki penuh oleh yahya. Sebuah cerita perjuangan hidup yang manis sekali didengar pada saat dia bercerita sambil memangku putri pertamanya.
Buka puasa di rumah saya menjadi meriah dengan datngnya yahya ini berserta istri dan putrinya. Ketika pamit pulang istri saya dhita bertanya, siapa dan apa sejarah yahya..dan saya mulai mengingat kembali sejarah awal kenalan dnegan yahya.
Inget mirah swalayan khan? Dulu kita punya salah satu cabang di daerah cibubur perumahan harapan indah, deket pipa gas alam. Toko mirah posisinya sangat terbuka dari 4 arah jalan masuk komplek terlihat jelas. Suatu hari ada anak 12 tahun minta tinggal di toko mirah. Sama ade ( adik saya) di izinin. Besoknya saya ke toko mirah saya ngobrol dengan anak itu.
Anak itu menceritakan dirinya, nama saya martinus, asal pulau nias. Karena ekonomi keluarga saya 2 tahun yg lalu di bawa paman jauh saya untuk tinggal di depok. Katanya mau disekolahkan. Tetapi hanya jadi pembantu. Dan saya sering di kasari baik dengan kata-kata ataupun dengan tindakan. Jadi saya ngabur. Saya untuk hidup cari cara yaitu jadi kenek mikrolet. Sudah 3 bulan namun makan dan tempat tinggal semua serba kurang. Saya sering sakit, menjadi kenek resiko besar. Bisa celaka kalau tidak hati hati..detail djuga ia menceritakan asal muasalnya. Karena angkot saya sering lewat sini. Ngetem disini saya sering istirahat dan belanja disini saya enta kenapa suka sekali pak..karena itu saya jadi pengen tinggal danmembantu disini
Ok, kamu masih kecil, mau jadi penjaga toko disini? Kamu harus rajin, mau belajar dan disiplin itu aja syaratnya. Kamu dapat makan, tinggal di toko ini dan kamu akan kami sekolahkan melanjutkan pendidikan kamu. Tapi kamu tidak di gajih ya?! Faham kamu..
Martinus mengangguk.
O iya..apa agama kamu?
Kristen pak..
Ok, baik ..tuh 1 KM dr toko ini ada gereja HKBP, kamu harus rajin ibadah ya..sambil saya tunjuk lokasi gereja tersebut.
Lusanya saya mencari sekolah buat martinus. SD negeri menolaknya karena dokumen tidak lengkap. Lalu saya bawa sekolah Kristen sekitar cibubur. Ada 3 sekolah Kristen, semua juga menolak dengan alas an tidak ada dokumen. Saya bilang bahwa anak ini dokumen sekolah hilang di kampong nya di pulau nias, karena bencana banjir 2 tahun lalu. Kalau harus pulang nias, dan foti kopi terdekat di medan sana. Saya benar2 senewen. Bahkan saya ber argument ini anak terima saja atas nama agama anda, Kristen, atas nama kemanusiaan, toh semua biaya saya yang tanggung. Saya berargumen. Turun kelas juga ngak apa-apa. Anda sekolah swasta bisa lakukan itu.
Waduuhh ngak goyang tuh mereka.
Yo wis..cikar kanan, vaya con dios beta cari laen…iya toh..saya ambil gampangnya aja. Yang penting saya sudang mengungkankan isi hati saya, isi hati martinus. Saya lihat anak ini tertunduk lesu. Seharian 3 sekolah jawaban sama.
Saya bilang pada martinus. Itulah kehidupan martinus. Kau kecewa? Kau sakit? Ya penderitaan itu kalau di rasakan ya pasti sakit, tapi kalau dinikmati dan disyukuri pasti nikmat dan berbuah hikmah..sabar ya nak. Ok..kamu saya bawa ke pesantren cilodong mau?
Dia mengangguk dan berkata..yg pentung bisa sekolah pak.
Nah gitu dong, itu namanya semnagat
Saya bawa ke ustad usman palese. Sahabat dan guru saya sudah lama, salah satu pendiri pondok yatim hidayatullah Balikpapan. Saya ceritakan asal muasal martinus dan pak ustad usman menjawab..tangan kami terbuka buat siapapun. Ada ilmu umun disini yang kamu bisa ikuti, ada ilmu diniyah agama yang kamu boleh ikut boleh juga tidak.
Alhamdulillah, ustad Usman mau terima.
Sejak saat itu martinus sekolah pagi , siang kerja dan tinggal di toko mirah.
5 tahun kemudian, pak Usman Palese telpon saya. mas wowiek bisa ke cilodong? Segera saya merapat kesana.
Didepan rumah pak Usman ada martinus duduk dengan wajah serius, lalu dia menyalami saya dan berkata..pak saya sudah berfikir masak-masak. Saya sudah merenung, saya sudah berdoa tiap malam hampir 2 tahun ini. Dalam 5 tahun ini Saya melihat keindahan teman2 melakukan gerakan shalat, keceriaan ramadhan, merdunya suara adzan di pagi subuh. Saya memutuskan untuk memeluk agama islam. Boleh pak?!
Saya menatap wajah martinus dalam-dalam. saya lihat wajah pak Usaman Palese datar saja. Saya balik menatap martinus. Agama bukan buat mainan, saya menggeleng kepala. Ngak bisa kamu lakukan itu martinus. Agama bukan untuk kamu punya-punyaan, untuk di banding2kan, lebih baik, lebih bagus.. tapi agama adalah hal yang spiritual, agama adalah keindahan qolbu. Sehingga memancar keluar. Yang kamu lihat baru luarnya. Kalau kamu sudah menemukan dalamnya kamu baru mengerti dan boleh mengatakan apa yang kamu katakan barusan.
Pak Usman Palese meneruskan…kamu sudah dengar tadi khan? Apa bedanya dengan perkataan saya. sama saja.
Martinus menunduk..berkata lirih, pak boleh saya jadi muadzin , tukang adzan.
Memang kamu bisa? Saya bertanya..
Bisa pak, sudah sering saya latihan.
Pak Usman palese tanpa banyak tanya membawa martinus dan saya ke masjid. 5 menit lagi masuk waktu magrib..kamu adzan martinus.
Wuih..saya terhenyak atas komentar pak Usman.
Tak lama martinus ambil mike dan diam konsentrasi sejenak..tek lama dia menarik nafas dalam dan mengangkat tangan kanannya keteling kanan dia kemudian meneriakkan gema takbir adzan…aAlahu akbar Allahu akbar..
Saya tersentak dan pak usman tersentak…suaranya indah sekali, agem, merdu, lekukannya fasih, cengkok murottal adzan di mainkan dengan indah
Mendadak mesjid penuh dengan anak-anak, tetangga, jamaah, tua muda..semua memuji suara martinus. Saya sampai nangis mendengar adzan indah dari anak muada 17 tahun martinus asal nias ini dan banyak ibu2 yang tau siapa martinus menyeka wajah mereka karena tetesan air mata.
Lalu saya bilang ke pak Usman palese..saya rasa dia sudah mendapat hidayah pak. Pak Usman mengangguk setuju.
Dipanggilnya martinus sebelum shalat magrib dimulai, dihadapan jamaah dan anak pesantren dan tetangga cilodong, di tanya apakah kamu sudah mantap ingin memeluk islam. Martinus mengangguk dan tertunduk,
Ambil al quran. Pegang di dada kiri kamu. Martinus melakukan gerakan sesuai oerintah, tangan kananya salaman dengan ustad Usman, tangan kirinya memeluk al quran dan dia berkata Ashadualla illa ha illaulah wa as hadu ana Muhammaddarasulullah. Suaranya yang merdu memenuhi suara masjid yang menjadi hening. Kalimat syahadat yang dibacanya syahdu sekali, semua anak2 teman2 nya menyalami dan memeluk martinus. Ibu ibu menyeka air mata haru.
Pak usman palese berkata, pak wowiek, kasih nama baru dia.
Lalu saya berkata, mulai saat ini nama kamu menjadi Muhammad Yahya. Kamu di panggil Yahya. Selamat datang di dunia keberserahdirian. Yahya adalah nabi yang tertulis di Al quran sebanyak 4 kali. Hidup bersama jaman nabi Isa, anak nabi Zakariah. Namanya sebagai penentang herodes banyak di sebut di kitab hikmah. Ihya ulumuddin dll Sehingga kedepan kamu bisa mencerminkan diri sebagai pewujudan pejuang kebenaran.# peace be upon us
Sekarang dia memiliki usaha karaoke keluraga, satu di depok, satu di tangerang. Ruko yang dibeli dengan menyicil kayaknya dalam waktu dekat sudah bisa dilunasinya. Itu semua didapatinya dari bsns karaoke kelurga. Kataya 10 tahun yang lalu sejak dia keluar dari panti yatim dia bekerja di karaoke keluarga nav nav di kelapa gading. Kebiasaanya sebagai muazin, sebagai marbot masjid kami membuat suaranya terlatih indah. Sehingga katanya, pada saat di karaoke dulu banyak keluarga2 langgannya minta di layani dan di temani bernyanyi. Wajahnya yang ganteng, bersih dan luar biasa santunnya merupaka bekal suksesnya diawal. Hingga yahya bertemu denga sebuah keluarga yang suka dan jatuh cinta pada dirinya. Sehingga sejak 5 tahun yang lalu dia dimodali dan mendpatkan bagi hasil usaha karaoke keluarga yang mereka bangun di daerah depok.
Sejak 3 tahun yang lalu dengan hasil tabungannya dia memberanikan diri membeli ruko secara menyicil dan membangun usaha karaoke. Kebetulan yang memberi kredit adalah seorang kepala cabang bank dekat depot yang menjadi langganannya. Keluarga pejabat bank itu setiap mggu pasti menyempatka berkaraoke baik dengan teman, atau mitra bisnisnya. Bisnis karaoke dia bangun sendiri didaerah tangerang. Dan ruko inilah yang sebntar lagi lunas dimiliki penuh oleh yahya. Sebuah cerita perjuangan hidup yang manis sekali didengar pada saat dia bercerita sambil memangku putri pertamanya.
Buka puasa di rumah saya menjadi meriah dengan datngnya yahya ini berserta istri dan putrinya. Ketika pamit pulang istri saya dhita bertanya, siapa dan apa sejarah yahya..dan saya mulai mengingat kembali sejarah awal kenalan dnegan yahya.
Inget mirah swalayan khan? Dulu kita punya salah satu cabang di daerah cibubur perumahan harapan indah, deket pipa gas alam. Toko mirah posisinya sangat terbuka dari 4 arah jalan masuk komplek terlihat jelas. Suatu hari ada anak 12 tahun minta tinggal di toko mirah. Sama ade ( adik saya) di izinin. Besoknya saya ke toko mirah saya ngobrol dengan anak itu.
Anak itu menceritakan dirinya, nama saya martinus, asal pulau nias. Karena ekonomi keluarga saya 2 tahun yg lalu di bawa paman jauh saya untuk tinggal di depok. Katanya mau disekolahkan. Tetapi hanya jadi pembantu. Dan saya sering di kasari baik dengan kata-kata ataupun dengan tindakan. Jadi saya ngabur. Saya untuk hidup cari cara yaitu jadi kenek mikrolet. Sudah 3 bulan namun makan dan tempat tinggal semua serba kurang. Saya sering sakit, menjadi kenek resiko besar. Bisa celaka kalau tidak hati hati..detail djuga ia menceritakan asal muasalnya. Karena angkot saya sering lewat sini. Ngetem disini saya sering istirahat dan belanja disini saya enta kenapa suka sekali pak..karena itu saya jadi pengen tinggal danmembantu disini
Ok, kamu masih kecil, mau jadi penjaga toko disini? Kamu harus rajin, mau belajar dan disiplin itu aja syaratnya. Kamu dapat makan, tinggal di toko ini dan kamu akan kami sekolahkan melanjutkan pendidikan kamu. Tapi kamu tidak di gajih ya?! Faham kamu..
Martinus mengangguk.
O iya..apa agama kamu?
Kristen pak..
Ok, baik ..tuh 1 KM dr toko ini ada gereja HKBP, kamu harus rajin ibadah ya..sambil saya tunjuk lokasi gereja tersebut.
Lusanya saya mencari sekolah buat martinus. SD negeri menolaknya karena dokumen tidak lengkap. Lalu saya bawa sekolah Kristen sekitar cibubur. Ada 3 sekolah Kristen, semua juga menolak dengan alas an tidak ada dokumen. Saya bilang bahwa anak ini dokumen sekolah hilang di kampong nya di pulau nias, karena bencana banjir 2 tahun lalu. Kalau harus pulang nias, dan foti kopi terdekat di medan sana. Saya benar2 senewen. Bahkan saya ber argument ini anak terima saja atas nama agama anda, Kristen, atas nama kemanusiaan, toh semua biaya saya yang tanggung. Saya berargumen. Turun kelas juga ngak apa-apa. Anda sekolah swasta bisa lakukan itu.
Waduuhh ngak goyang tuh mereka.
Yo wis..cikar kanan, vaya con dios beta cari laen…iya toh..saya ambil gampangnya aja. Yang penting saya sudang mengungkankan isi hati saya, isi hati martinus. Saya lihat anak ini tertunduk lesu. Seharian 3 sekolah jawaban sama.
Saya bilang pada martinus. Itulah kehidupan martinus. Kau kecewa? Kau sakit? Ya penderitaan itu kalau di rasakan ya pasti sakit, tapi kalau dinikmati dan disyukuri pasti nikmat dan berbuah hikmah..sabar ya nak. Ok..kamu saya bawa ke pesantren cilodong mau?
Dia mengangguk dan berkata..yg pentung bisa sekolah pak.
Nah gitu dong, itu namanya semnagat
Saya bawa ke ustad usman palese. Sahabat dan guru saya sudah lama, salah satu pendiri pondok yatim hidayatullah Balikpapan. Saya ceritakan asal muasal martinus dan pak ustad usman menjawab..tangan kami terbuka buat siapapun. Ada ilmu umun disini yang kamu bisa ikuti, ada ilmu diniyah agama yang kamu boleh ikut boleh juga tidak.
Alhamdulillah, ustad Usman mau terima.
Sejak saat itu martinus sekolah pagi , siang kerja dan tinggal di toko mirah.
5 tahun kemudian, pak Usman Palese telpon saya. mas wowiek bisa ke cilodong? Segera saya merapat kesana.
Didepan rumah pak Usman ada martinus duduk dengan wajah serius, lalu dia menyalami saya dan berkata..pak saya sudah berfikir masak-masak. Saya sudah merenung, saya sudah berdoa tiap malam hampir 2 tahun ini. Dalam 5 tahun ini Saya melihat keindahan teman2 melakukan gerakan shalat, keceriaan ramadhan, merdunya suara adzan di pagi subuh. Saya memutuskan untuk memeluk agama islam. Boleh pak?!
Saya menatap wajah martinus dalam-dalam. saya lihat wajah pak Usaman Palese datar saja. Saya balik menatap martinus. Agama bukan buat mainan, saya menggeleng kepala. Ngak bisa kamu lakukan itu martinus. Agama bukan untuk kamu punya-punyaan, untuk di banding2kan, lebih baik, lebih bagus.. tapi agama adalah hal yang spiritual, agama adalah keindahan qolbu. Sehingga memancar keluar. Yang kamu lihat baru luarnya. Kalau kamu sudah menemukan dalamnya kamu baru mengerti dan boleh mengatakan apa yang kamu katakan barusan.
Pak Usman Palese meneruskan…kamu sudah dengar tadi khan? Apa bedanya dengan perkataan saya. sama saja.
Martinus menunduk..berkata lirih, pak boleh saya jadi muadzin , tukang adzan.
Memang kamu bisa? Saya bertanya..
Bisa pak, sudah sering saya latihan.
Pak Usman palese tanpa banyak tanya membawa martinus dan saya ke masjid. 5 menit lagi masuk waktu magrib..kamu adzan martinus.
Wuih..saya terhenyak atas komentar pak Usman.
Tak lama martinus ambil mike dan diam konsentrasi sejenak..tek lama dia menarik nafas dalam dan mengangkat tangan kanannya keteling kanan dia kemudian meneriakkan gema takbir adzan…aAlahu akbar Allahu akbar..
Saya tersentak dan pak usman tersentak…suaranya indah sekali, agem, merdu, lekukannya fasih, cengkok murottal adzan di mainkan dengan indah
Mendadak mesjid penuh dengan anak-anak, tetangga, jamaah, tua muda..semua memuji suara martinus. Saya sampai nangis mendengar adzan indah dari anak muada 17 tahun martinus asal nias ini dan banyak ibu2 yang tau siapa martinus menyeka wajah mereka karena tetesan air mata.
Lalu saya bilang ke pak Usman palese..saya rasa dia sudah mendapat hidayah pak. Pak Usman mengangguk setuju.
Dipanggilnya martinus sebelum shalat magrib dimulai, dihadapan jamaah dan anak pesantren dan tetangga cilodong, di tanya apakah kamu sudah mantap ingin memeluk islam. Martinus mengangguk dan tertunduk,
Ambil al quran. Pegang di dada kiri kamu. Martinus melakukan gerakan sesuai oerintah, tangan kananya salaman dengan ustad Usman, tangan kirinya memeluk al quran dan dia berkata Ashadualla illa ha illaulah wa as hadu ana Muhammaddarasulullah. Suaranya yang merdu memenuhi suara masjid yang menjadi hening. Kalimat syahadat yang dibacanya syahdu sekali, semua anak2 teman2 nya menyalami dan memeluk martinus. Ibu ibu menyeka air mata haru.
Pak usman palese berkata, pak wowiek, kasih nama baru dia.
Lalu saya berkata, mulai saat ini nama kamu menjadi Muhammad Yahya. Kamu di panggil Yahya. Selamat datang di dunia keberserahdirian. Yahya adalah nabi yang tertulis di Al quran sebanyak 4 kali. Hidup bersama jaman nabi Isa, anak nabi Zakariah. Namanya sebagai penentang herodes banyak di sebut di kitab hikmah. Ihya ulumuddin dll Sehingga kedepan kamu bisa mencerminkan diri sebagai pewujudan pejuang kebenaran.# peace be upon us